Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Eropa Tenggelam

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo ?Berjangka – Semarang,?Bursa saham Eropa merosot tajam di hari Rabu akibat ketidakpastian kondisi politik dan ekonomi pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Kecemasan pasar akan pertumbuhan ekonomi terus berlanjut, bursa saham AS juga melemah sebelum pasar Eropa ditutup. Pelaku pasar beralih ke aset safe haven, membuat yield obligasi turun ke rekor terendah.

Ketidakpastian tersebut juga membawa kurs pound sterling menyentuh level terendah 31 tahun baru.

Indeks FTSE 100 Inggris berakhir turun 1,25% menjadi 6463,59 di hari Rabu. FTSE pada hari Selasa berhasil menguat mengungguli bursa utama Eropa lainnya merespon kebijakan penurunan countercyclical capital buffer oleh Bank of England.

Sementara CAC Perancis dan DAX Jerman merosot lebih dalam, kehilangan masing-masing 1,9% dan 1,7% menjadi 4085,30 dan 9373,26.

Bursa saham AS berjangka terkerek naik di hari Rabu, turut ditunjang oleh rebound harga minyak dan saham sektor jaminan kesehatan. Selain itu minutes FOMC yang dirilis juga menopang sentimen, dimana para pemangku kebijakan AS menyatakan lebih baik menunggu data kunci berikutnya serta imbas dari voting Brexit sebelum menaikkan suku bunga acuan.

Pada rapat FOMC bulan Juni lalu, bank sentral memutuskan untuk tidak merubah suku bunga acuan dan mengurangi ekspektasi arah kenaikan suku bunga di tahun mendatang. Sedangkan pada FOMC bulan April, hanya terdapat 1 member FOMC yang memproyeksikan di tahun 2016 hanya terjadi 1 kali kenaikan suku bunga, namun jumlah anggota dewan yang memproyeksikan satu kali kenaikan bertambah menjadi 6 pada FOMC bulan Juni.

Voting Brexit,? yang mengejutkan para investor maupun pejabat politik, turut memacu ketegangan di pasar keuangan dan pengambilan kebijakan di seluruh dunia, sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian yang mungkin akan membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum Inggris dan EU menyepakati atusan baru atas keuangan, perdagangan dan imigrasi. Bagaimanapun kondisi pasar keuangan global telah mengetat, dibarengi dengan aprsiasi mata uang Dollar AS yang merugikan para eksportir di AS.

Faktor lainnya indeks saham gabungan Wall Street berhasil pulih dari pelemahan setelah dirilis indeks ISM non-manufaktur yang menguat ke 56.5 diatas estimasi 52.9. Indeks sektor jasa PMI sendiri dilaporkan naik ke 56.5 untuk bulan Juni, lebih tinggi dibanding bulan Mei lalu di level 52.9. Sedangkan indeks PMI sektor jasa hanya mampu naik tipis k eke 51.4 dibanding bulan sebelumnya di level 51.3.