Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Asia Tetap Rendah | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Bursa saham Asia termasuk Jepang menguat setelah data yang lemah pada layanan industri AS mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. Saham-saham Tokyo turun karena yen menguat.

Indeks MSCI Asia Pacific Tidak termasuk Indeks Jepang naik 0,4 persen menjadi 458,02 pada pukul 09:13 pagi di Tokyo. Saham-saham AS menguat, dengan indeks Nasdaq Composite naik menuju rekor, karena peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini turun menjadi 24 persen dari 32 pada minggu lalu, setelah sebuah laporan menunjukkan indeks layanan utama jatuh ke posisi terendah enam tahun. Prospek suku bunga AS tetap lebih rendah untuk waktu yang lebih lama membebani dolar terhadap yen, dan indeks Topix Jepang merosot 0,8 persen.

Indeks non-manufaktur Institute for Supply Management merosot ke 51,4, terendah sejak Februari 2010, memunculkan pertanyaan tentang kekuatan ekonomi AS menjelang pertemuan The Fed akhir bulan ini. Laporan ini adalah yang terbaru dalam serangkaian data lemah yang tak terduga untuk bulan Agustus, termasuk kontraksi di bidang manufaktur dan perlambatan dalam perekrutan pekerja.

Bursa saham Jepang turun untuk pertama kalinya dalam enam hari karena menguatnya yen terhadap dolar, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa pendapatan eksportir akan terganggu, setelah rilis data manufaktur AS yang lemah.

Indeks Topix turun 0,8% ke 1,341.45 pada pukul 09:12 pagi di Tokyo dengan eksportir seperti mobil dan produsen alat elektronik berkontribusi paling besar? dalam penurunan. Indeks Nikkei 225 merosot 0,9% ke 16,927.11. Yen menguat 1,4 persen terhadap dolar pada hari Selasa setelah data dari indeks layanan Institute for Supply Management secara tak terduga turun ke posisi terendah dalam enam tahun. Celah menunjukkan perekonomian AS dinyatakan tanggguh, mendorong para pedagang untuk memangkas kembali bets bahwa peningkatan biaya pinjaman di bulan September akan mungkin.

Pada Selasa kemarin, para pedagang memperkirakan kesempatan 24 persen bahwa bank sentral AS akan menaikkan biaya pinjaman dalam bulan ini, turun dari 32 persen sehari sebelumnya.

Bursa saham Hong Kong ditutup menguat hari Selasa, dengan indeks acuan naik untuk hari keempat berturut-turut seiring investor terus mencari imbal hasil yang tinggi.

Suasana di pasar Hong Kong telah didukung oleh mengalirnya modal dari daratan sejak pekan lalu, menyusul aktifnya investor berburu untuk imbal hasil di lingkungan suku bunga rendah.

Investor China juga berusaha untuk mencuri start terlebih dulu dalam membeli saham Hong Kong menjelang peluncuran dari link investasi lintas-perbatasan antara Shenzhen dan Hong Kong yang diharapkan dilakukan pada bulan November.

Beberapa analis menunjukkan bahwa investor menjadi hati-hati setelah indeks utama mencapai serangkaian level tertinggi satu tahun dalam beberapa hari terakhir.

Indeks Hang Seng naik 0,6 persen, untuk mengakhiri hari di level 23,787.68, sedangkan Indeks China Enterprises bertambah 1,1 persen, untuk ditutup di level 9,938.39 poin.

Top gainers di pasar Hong Kong yakni sektor bahan dan sektor industri dengan subindexes naik 2,0 persen dan 2,1 persen, masing-masing.

Kuota southbound untuk Stock Connect Shanghai-Hong Kong, saat ini ditetapkan sebesar 10,5 miliar yuan, digunakan sebesar 5.0 miliar yuan, atau 47,9 persen pada hari Selasa, membukukan inflow harian terbesar sejak 24 April.