Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Asia Perpanjang Penurunan | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Bursa Hong Kong sedikit berubah hari Rabu, seiring para pedagang enggan untuk membuat taruhan besar menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,1 persen ke level 23,190.64 poin, sedangkan Hong Kong Indeks China Enterprises turun 0,3 persen ke level 9,542.52 poin.

Banyak investor yang menahan diri di sela-sela kerugian semalam di Wall Street sehingga mengekang resiko appetite.

Pasar keuangan kota akan dibuka pada hari Kamis tetapi akan ditutup pada hari Jumat untuk Festival pertengahan musim gugur.

Semua mata tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 20-21 September nanti seiring para pedagang dengan cemas menunggu untuk melihat apakah Fed akan menaikkan suku bunga mereka, atau memberikan petunjuk waktu kapan mereka akan melakukannya. Hanya terdapat beberapa pedagang yang memperkirakan kenaikan suku bunga minggu depan dan pasar melihat hanya dalam peluang sekitar 50-50 untuk satu kenaikan pada bulan Desember.

Kinerja dalam sektor yang ada bervariasi. Saham energi jatuh pada harga minyak yang lebih rendah, tetapi sektor jasa konsumen berhasil menguat.

Saham-saham Tokyo di buka turun, dengan indeks Topix menuju penurunan beruntun terpanjang sejak 2014, terhadap spekulasi bahwa Bank of Japan akan membuat pemotongan tambahan untuk suku bunga negatif.

Indeks Topix jatuh untuk hari ketujuh pada pukul 09:10 pagi waktu setempat, dengan sektor perbankan memimpin penurunan. Indeks Topix kehilangan 0,6% ke 1,306.71, sementara Nikkei 225 turun menjadi 16,519.44. Setelah reli dua bulan, investor berbalik bearish terhadap saham-saham Jepang pekan lalu karena pasar berspekulasi atas keputusan-keputusan kebijakan moneter yang akan muncul dari BOJ dan Federal Reserve. Indeks pemberi pinjaman telah jatuh 9,6 persen dari puncaknya pada 2 September lalu di tengah kekhawatiran penurunan lebih dalam ke suku bunga negatif oleh BOJ akan menghalangi harapan untuk pemulihan pendapatan.

BOJ mungkin akan memotong suku bunga pada beberapa cadangan bank menjadi minus 0,2 persen dari minus 0,1 persen, ekonom dari Morgan Stanley Takeshi Yamaguchi dan Robert Alan Feldman menulis dalam catatannya, menyusul laporan di surat kabar Nikkei yang menulis bahwa bank sentral sedang menjajaki penurunan lebih dalam ke suku bunga negatif untuk mencadangkan inflasi.

Bursa saham Asia melemah untuk hari keenam, yang merupakan penurunan terpanjang sejak Mei, karena tak menentunya pertumbuhan prospek stimulus bank sentral global. Bank-bank Jepang membebani indeks ekuitas acuan di kawasan tersebut di tengah kekhawatiran bahwa BOJ akan memperdalam kebijakan suku bunga negatif.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen menjadi 136,21 pada pukul 09:08 pagi di Tokyo. Indeks tersebut diperdagangkan di level terendah dalam lima minggu setelah valuasi dalam bulan ini naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun dan investor menempatkan probabilitas yang lebih tinggi dari penambahan stimulus moneter secara global. Hal tersebut dipicu oleh lonjakan volatilitas dalam seminggu terakhir di pasar ekuitas dari Hong Kong hingga New York. Indeks Topix Jepang turun terhadap spekulasi bank sentral akan mempelajari lebih dalam suku bunga negatif pada pertemuan minggu depan, merugikan prospek laba pada perusahaan pemberi pinjaman terbesar di negara tersebut.

Indeks acuan ekuitas Asia turun 4,2 persen dari puncaknya di tahun ini pada 7 September karena investor berspekulasi tentang pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan minggu depan. Morgan Stanley mengatakan bahwa mereka mengharapkan BOJ untuk memilih suku bunga negatif dan meningkatkan marginal pembelian aset.