Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa Asia Lesu Di Awal Pekan | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?Pasar saham Asia sebagian besar melemah pada hari Senin dengan Tokyo melawan tren terhadap pelemahan yen akibat komentar para pembuat kebijakan Fed memicu dolar menguat.

Nikkei 225 naik 0,21% setelah komentar Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mendorong ekonomi AS jelang pidato ketua Fed dalam minggu ini.

Di tempat lain S&P/ASX 200 mereda 0,04% dan Indeks Komposit Shanghai tertekan 0,63%, sedangkan Hang Seng Index Hong Kong melemah 0,47%.

Yuan melemah terhadap dolar dalam hari kedua berturut-turut setelah Bank Rakyat China mengurangi penetapannya paling lemah dalam hampir dua bulan di 6,6652, dibandingkan dengan paritas pusat 6,6211 sebelumnya.

Pada minggu ini, pasar akan fokus pada pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang sangat diantisipasi tentang petunjuk baru waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya.

Pekan lalu, saham AS kupas kerugian tajam pada hari Jumat, tetap di dekat level tertinggi sepanjang masa di tengah bergoyangnya harga minyak dan komentar divergen pembuat kebijakan tertinggi Federal Reserve tentang kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek.

Dow Jones Industrial Average berkurang 45,13 atau 0,24% ke 18,552.57, sedangkanIndeks Komposit S&P 500 beringsut turun 3,15 atau 0,14% ke 2,183.87, keduanya jatuh sedikit dekat penutupan positif dari reli terakhir. Pada sesi-terendah, Dow jatuh sebanyak 100 poin. Pada S & P 500, enam dari 10 sektor ditutup di merah karena saham di Utilitas defensif dan industri Telekomunikasi tertinggal. Saham di Teknologi, Industri dan Bahan Dasar sektor dipimpin, masing-masing naik lebih dari 0,10% pada sesi.

Indeks Komposit NASDAQ, sementara itu, jatuh 1,77 atau 0,03% ke 5,238.38, di tengah penurunan saham media dan telekomunikasi. Meskipun derita kerugian sedikit, NASDAQ menyelesaikan 8 minggu kemenangan beruntun pertamanya sejak 2010.

Saham Tokyo naik karena yen melemah setelah spekulasi berlanjutanya pengetatan Federal Reserve memperkuat dolar sementara ketua bank sentral Jepang mengatakan ia melihat kemungkinan stimulus diperluas sesegera mungkin pada bulan depan.

Indeks Topix naik 0,4% menjadi 1,301.01 pada 09:06 pagi di Tokyo sementara Nikkei 225 Stock Average naik 0,3%. Yen tergelincir 0,3% menjadi 100,54 terhadap greenback setelah Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga 2016 masih dalam kajian. Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara yang dirilis Sabtu di surat kabar Sankei bahwa ada “cukup kesempatan” bank akan menambah pelonggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pertemuan kebijakan bulan September mendatang.

Saham Asia jatuh diikuti minyak mentah berjangka karena investor mengkaji prospek untuk suku bunga yang lebih tinggi di AS, sementara saham di Jepang naik pada spekulasi untuk berlanjutnya stimulus.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 139 pada 09:07 pagi di Tokyo. Jepang Topix naik 0,4% karena yen melemah setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan ada “cukup kesempatan” untuk pelonggaran lebih pada bulan September. Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga 2016 masih dalam kajian, bergema komentar hawkish dari Presiden Fed New York William Dudley pekan lalu, menjelang pidato Janet Yellen pada akhir pekan ini di Jackson Hole, Wyoming.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3%. Indeks S&P / ASX 200 Australia turun 0,%1. Indeks S&P / NZX 50 Selandia Baru naik 0,3%. Pasar saham China dan Hong Kong belum memulai tradingnya.

Indeks Berjangka China A50 naik 0,1% dalam perdagangan terbarunya, seperti yang dilakukan kontrak pada indeks Hang Seng. Saham-saham Hong Kong jatuh hari Jumat, memangkas kenaikan mingguan ketiganya. Indeks Shanghai Composite naik 0,1% pada hari Jumat.

Saham China menurun secara tajam dalam tiga pekan terakhir ini, dengan perusahaan industri memimpin penurunan, di tengah kekhawatiran meningkatnya peluang AS akan menaikan suku bunganya sehingga dapat berdampak melemahkan yuan.

Indeks Shanghai Composite turun 0,6% pada 11:30 sesi istirahat. Indeks Hang Seng China Enterprises yang merupakan perusahaan China daratan di Hong Kong turun sebanyak 0,9%. Yuan jatuh ke level terendanyah sejak 8 Agustus lalu.