Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa AS Remuk, Momen Emas Bangkit Lagi

images (21)

Para manajer investasi nampaknya masih akan melanjutkan penurunan harga emas seiring dengan jatuhnya harga emas dan keluarnya banyak investor sejak Juni silam sehingga nilai investasi ETF Logam ini menurun $7.16 milyar.

Posisi beli yang ditahan untuk jangka lama di Bursa Brjangka New York dan Option, mengalami penurunan dalam lima minggu ini secara beruntun. Para spekulan menopang aksi jual ini, tercatat yang paling tinggi sejak Juni berdasarkan data dari pemerintah AS. Para investor melepas 17.88 Metrik Ton? Emas dalam perdagangan ETP pada minggu lalu, ke posisi terendah dalam lima tahun ini.

Harga emas pada minggu lalu mengalami penurunan, ke posisi terendahnya dalam delapan bulan ini setelah The Federal Reserve menaikkan proyeksi akan masalah suku bung, membuat permintaan emas sebagai safe haven mengalami penyusutan. Daya tarik emas juga makin memudar dengan menguatnya Dolar AS setelah data ekonomi AS menunjukkan pemulihan ekonomi yang berarti. Indek saham S&P 500 mengalami kenaikan pula sehingga semakin membuat harga emas terpuruk.

Melihat kondisi pasar yang demikian ini, sebagian pelaku pasar memilih untuk meninggalkan investasi emas. Ketiadaan tekanan inflasi membuat daya pikat emas juga memburam. Harga emas diperdagangan berjangka pada minggu lalu jatuh 1.2 persen ke $1,216.60 per ons di bursa Comex, untuk ketiga pekan secara beruntun.

Emas akan mencatat kerugian dalam kuartal ini, untuk pertama kalinya di tahun ini. ?Keputusan The Fed pada 17 September yang menyatakan akan mengurangi besaran dana untuk pembelian obligasi menjadi tingga $15 milyar, sejalan dengan rencana untuk mengakhiri kebijakan kuantitatif babak ketiga ini pada Oktober nanti, telah menjadi pukulan hebat bagi Emas. Jatuhnya harga emas makin diperjelas alurnya dengan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga setidaknya pada 2015.

Faktor Pendorong Kenaikan Emas

Harga emas yang rendah, disisi lain akan membukakan peluang beli khususnya bagi permintaan emas fisik. Penjualan koin emas oleh U.S. Mint?mencapai 39,500 ons selama bulan September, bersiap-siap mencetak penjualan bulanan terbaik sejak Juni dan melampui penjualan Agustus sebesar 58 persen.

Faktor kedua yang bisa mendorong kenaikan harga emas saat ini adalah makin terbukanya arus perdagangan Asia sehingga membantu pertumbuhan permintaan emas Cina, yang naik sekitar 20% dalam tiga tahun terakhir ini, berdasarkan data World Gold Council dalam publikasinya pada Kamis (18/09). Tahun 2013, Cina mengambil mahkota dari India sebagai pembeli emas terbesar di dunia, untuk pertama kalinya dalam minggu lalu Cina juga memberikan akses investasi langsung bagi asing dalam pasar emas.

Ketiga, Saat ini mulai terlihat kembalinya para pembeli ritel secara perlahan-lahan. Harga saat ini sangat menarik sehingga banyak para pembeli diluar Cina dan India yang sebentar lagi akan memasuki musim Festival Moonsoon. Tahun ini, kita dapati banyak sekali gejolak politik, dan banyak orang ingin melindungi asset mereka dari kemungkinan peristiwa terburuk yang akan terjadi. Emas menjadi pilihan utama saat ingin melakukan lindung nilai.

Ambil Untung Bursa, Emas Merangkak Naik

Emas dalam perdagangan berjangka diawal minggu ini berakhir naik, bangkit dari keterpurukannya di harga terendah dalam delapan bulan ini. Jatuhnya bursa saham disisi lain, mendorong kenaikan permintaan akan emas sebagai safe haven. Sebaliknya, Perak masih turun mendekati harga termurahnya dalam empat tahun terakhir ini.

Indek bursa Standard & Poor?s 500 anjlok sebesar 1 persen, setelah data ekonomi AS terkini menunjukkan adanya penurunan di sektor perumahan AS pada bulan Agustus. Ini merupakan penurunan yang pertama kalinya sejak lima bulan terakhir. Akibatnya sektor komoditi mengalami penurunan hingga ke area terendah dalam lima tahun ini, dipimpin emiten baja industry dan pertanian.

Emas mendapat berkah dengan jatuhnya bursa saham AS. Ekspektasi akan data penjualan rumah yang lebih rendah dari perkiraan pasar akan membuat bursa saham makin jatuh dan emas makin diuntungkan. Secara umum, sentiment harga emas masih menunjukkan tren penurunannya.

Pada penutupan perdagangan di bursa AS, Comex ? New York, pada Senin (22/09) harga emas berjangka untuk kontrak bulan Desember naik 0.1 persen berakhir di harga $1,217.90 per ons. Diawal perdagangan, harga emas sempat jatuh hingga ke $1,208.80 yang merupakan harga termurahnya sejak Januari silam. Bulan Maret kemarin, harga emas melonjak hingga ke $1,392.60. Harga penutupan tahun lalu adalah di $1,202.30 per ons.

Selama kuartal ini, harga emas memang mengalami penurunan sebesar 7.9 persen, sebaliknya Dolar AS naik 5.4 persen atas 10 mata uang besar lainnya. Ini merupakan posisi Dolar AS yang terkuat sejak JUni 2010. Pada minggu lalu, pihak the Federal Reserve menyatakan akan menaikkan suku bunga sekitar 2015 dimana saat ini mereka masih akan mempertimbangkan suku bunga tetap rendah selama beberapa waktu.

Harga Perak untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penurunan sebesar 0.4 persen ke $17.774 per ons di bursa Comex. Harga perak sempat ke $17.325, yang merupakan harga termurah Perak sejak 28 Juli 2010. Tahun ini, harga perak telah minus 8.2 persen.