Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bursa AS Hapus Gain | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Saham AS mencatat rebound pada Rabu ini, sebagian berkat reli saham Apple Inc, sedangkan indeks utama berada di jalur untuk penutupan beberapa penurunan curam yang tertekan selama sesi sebelumnya.

Saham Apple Inc naik lebih dari 3% karena analis di RBC Capital Markets menjelaskan lima alasan perusahaan raksasa teknologi tersebut masih dibeli ditengah siklus iPhone 7 dimulai.

Investor tetap bergairah, namun, seiring ketidakpastian mengenai rencana Federal Reserve pada kebijakan moneter dan harga minyak yang mengakibatkan perdagangan bervariasi.

Indeks S&P 500 naik sebesar 9 poin, atau 0,4%, untuk 2135, dengan hampir semua sektor utama perdagangan di wilayah positif. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 55 poin, atau 0,3%, ke level 18.121.Indeks Sementara Nasdaq Composite menguat 34 poin, atau 0,7%, ke level 5.190.

Saham AS menghapus gain terkait penurunan pada saham energi dengan harga minyak yang membayangi reli di Apple Inc., karena bertahannya kekhawatiran bahwa melimpahnya cadangan yang menghapus $ 2 triliun dari nilai saham global dalam seminggu terakhir belum berakhir. Treasuries menguat dan dolar melemah.

Indeks S & P 500 berbalik lebih rendah di perdagangan sore karena penjualan menyebar dari saham energi ke pasar yang lebih luas, mengalahkan kenaikan Apple ke tertingginya lima bulan. Minyak mentah jatuh ke terendahnya ?dua minggu. Treasuries naik bersama dengan surat-surat berharga lainnya di sebagian besar Eropa pasca imbal hasil global yang melonjak di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral global akan kembali kurang akomodatif. Aset pasar negara berkembang sedikit berubah pasca ?tiga hari penurunan.

Indeks S & P 500 turun 0,1 persen ke 2,125.83 pada 16:00 sore di New York, menghapus keuntungan yang mencapai 0,7 persen. perusahaan minyak dan gas menjadi pemain terburuk, jatuh untuk hari kedua akibat penurunan minyak mentah berjangka setelah laporan cadangan minyak mingguan. Apple naik 3,5 persen di tengah sentimen positif pada versi terbaru dari iPhone.

Bursa Amerika Serikat?(AS) melemah imbas dari kekhawatiran kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve dan?harga minyak masih tertekan.

Spekulasi kapan kenaikan?suku bunga AS selanjutnya telah menekan indeks saham utama di bursa AS. Meski harapan kenaikan suku bunga rendah pada pertemuan bank sentral AS 20-21 September namun tak mampu angkat indeks saham utama.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 0,18 persen ke level 18.034,77. Indeks saham S&P 500 tergelincir 0,06 persen menjadi 2.125,77. Indeks saham Nasdaq menguat 0,36 persen menjadi 5.173,77.

“Apa yang Anda lihat sedikit yang akan terjadi ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga. Pelaku pasar mulai membuat perubahan portofolio mereka,” ujar Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Cornerstone Financial Partners seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (15/9/2016).

Bursa AS dibayangi sentimen negatif tak mempengaruhi saham Apple. Saham Apple melonjak 3,6 persen, dan menyentuh level tertinggi pada 2016. Kapitalisasi pasar saham sentuh US$ 600 miliar, untuk pertama kali sejak April. Pelaku pasar berspekulasi kalau iPhone terbaru akan menopang penjualan yang jatuh.

Kenaikan saham Apple pun mendorong indeks saham S&P teknologi. Sektor saham teknologi naik 0,58 persen, sehingga menjadi sektor saham terkuat.

Harga minyak turun 2 persen juga menekan laju bursa saham. Hal itu lantaran kenaikan besar untuk produksi minyak AS. Indeks sektor saham energi S&P pun melemah 1,15 persen. Saham Exxon Mobil turun 0,72 persen, dan menjadi hambatan terbesar di indeks saham S&P 500.

Monsanto setuju dibeli oleh Bayer belum membantu angkat harga saham Monsanto. Harga saham monsanto hanya naik 0,62 persen ke level US$ 106,76 jauh di bawah tawaran US$ 128 per saham. Kenaikan tipis itu dinilai lantaran kekhawatiran persetujuan regulator.

Saham Vitae Pharmaceuticals naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 20,85 setelah Allergan mengatakan akan membeli perusahaan itu sekitar US$ 639 juta. Saham Allergan naik 1,78 persen.

Saham Ford melemah 1,94 persen setelah perseroan prediksi kinerja keuangan akan menurun pada 2017. Volume perdagangan saham sekitar 7 miliar saham di bursa AS. Angka ini di atas rata-rata selama 20 harian sekitar 6,5 miliar saham.