Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BUNGA DAN TULISAN TENTANG AHOK | PT RIFAN FINANCINDO

pt rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO

PT Rifan Financindo – Semarang, Saepulloh, seorang petugas kebersihan di Balai Kota Jakarta, heran dengan keberadaan karangan bunga yang memenuhi halaman kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Pria yang telah bekerja selama 12 tahun di Balai Kota itu tak pernah menyaksikan sebelumnya ribuan karangan bunga dan antusiasme warga.

“Saya sudah bekerja di Balai Kota dari zaman pemerintahan Pak Sutiyoso. Khusus di pendopo, sudah hampir sembilan tahun. Tapi kejadian seperti ini, ya baru kali ini. Buat saya pribadi, kayak sejarah tersendiri,” ujar Saepulloh.

Menurut Saepulloh, belum pernah ada sejarahnya ribuan karangan bunga memenuhi seisi kompleks Balai Kota. Demikian pula dengan antusiasme warga yang ‘setia’ menunggu di pendopo Balai Kota hingga Ahok selesai bekerja. Mereka hanya ingin mendapat kesempatan berfoto bersama.

“Kalau warga datang seramai ini biasanya ya di hari pelantikan (gubernur). Tapi ini kan, bukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, ucapan terima kasih kepada Ahok jauh lebih banyak dibandingkan era kepemimpinan Sutiyoso yang menjabat gubernur Jakarta dua periode. Bahkan menurutnya, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lengser, karangan bunga yang berjejer di depan Istana Negara tak sebanyak itu.

Meski demikian, hari itu Saepulloh terpaksa bekerja ekstra. Seharusnya, kata Saepulloh, tugasnya sudah selesai sejak pukul 17.00 WIB. Namun, kenyataannya hingga pukul 19.00 WIB warga masih menunggu Ahok di pendopo. Ia pun enggan meninggalkan Balai Kota.

“Ya, sebagai bentuk loyalitas terhadap kerja saja. Kerjaannya memang jadi lebih banyak. Apalagi banyak warga yang menyabuti bunga. Daunnya itu rontok ke mana-mana. Belum semenit saya sapu, sudah bertebaran lagi. Tapi ya, sudah tugas saya,” katanya.

Karangan bunga dari warga untuk Gubernur dan Wakil Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memenuhi halaman Balaikota, Jakarta, Selasa, 25 April 2017.
Karangan bunga dari warga untuk Gubernur dan Wakil Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memenuhi halaman Balaikota, Jakarta, Selasa (25/4).

Hingga malam, puluhan warga masih menanti Ahok keluar kerja dari Balai Kota. Tanpa aba-aba khusus, para warga pun kompak menyanyikan lagu-lagu nasional penggugah semangat.

Beberapa di antaranya lagu Tanah Airku, Indonesia Pusaka, Maju Tak Gentar hingga lagu Kemesraan yang dipopulerkan oleh penyanyi kawakan Iwan Fals.

Beberapa kali warga yang menunggu di luar pendopo berteriak histeris saat melihat Ahok berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Warga melihatnya dari pintu pendopo yang didominasi kaca.

Ahok akhirnya keluar dari ruangan kerjanya sekitar pukul 19.10 WIB. Sejumlah staf pengamanan dalam (pamdal) yang berjaga sejak pagi segera mengarahkan warga yang menunggu di depan pendopo untuk masuk. Mereka pun berfoto dengan Sang Gubernur.

Sementara itu, kondisi sebagian besar karangan bunga yang berada di area terbuka kompleks Balai Kota sudah mulai tak beraturan. Beberapa di antaranya berantakan karena diterjang angin dan hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore hari.

Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, setidaknya 1.000 lebih karangan bunga memadati halaman Balai Kota. Ribuan karangan bunga itu berisi doa, ucapan selamat, terima kasih, hingga curahan hati warga DKI usai kekalahan Ahok-Djarot pada putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

“Satu kekalahan seribu bunga merekah, terima kasih Ahok,” demikian tulisan dalam sebuah karangan bunga berukuran 3 x 10 meter dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Media sosial diramaikan dengan isu yang mengatakan karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota Jakarta awalnya untuk ucapan selamat kemenangan. Pemesanan disebut sudah dilakukan jauh hari dengan DP 50%.

Isu tersebut ditepis oleh pedagang karangan bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat. Pedagang karangan bunga atau bunga papan mengatakan permintaan dilakukan secara dadakan.

“Kalau di sini, dadakan semua. Jadi enggak ada yang pesan jauh-jauh hari. Kayaknya pedagang di sini kebanyakan seperti itu,” ujar penjaga toko bunga Pesona Romance, Menur di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, (27/4/2017).

Hal senada juga dikatakan oleh Nanang, penjaga di Anggraini Florist. Dia mengatakan pemesanan dilakukan setelah Ahok-Djarot kalah dalam penghitungan cepat pada Rabu (19/4) lalu.

“Pemesanan itu ada yang hari Sabtu. Namun, ramai setelah media memberitakan karangan bunga di Balai Kota,” ujar Nanang.

Sampai saat ini, Anggraini Florist sudah mengerjakan sekitar 25 karangan bunga. Sebagian besar pemesanan adalah perorangan, bukan lembaga.

“Hampir semua perorangan, kebanyakan yang langganan di sini. Ada juga dari partai, karangannya besar dari bunga mawar. Yang logo partainya tangan (PSI),” ujar Nanang.