Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BRI Incar Pasar Orang Kaya

1942496shutterstock-116974210780x390

Rifan Financindo Berjangka – Pasar orang kaya masih menjadi incaran PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dalam memupuk dana pihak ketiganya.

Catur Budi Harto, Kepala Divisi Wealth Management BRI mengatakan, pihaknya mengincar dana kelolaan wealth management tahun ini sebesar Rp 50 triliun. Saat ini, dana nasabah orang kaya yang ditampung BRI sudah sebesar Rp 40 triliun.

Untuk merealisasikan targetnya tersebut BRI akan menambah Sentra Layanan Prioritas (SLP) dan priority lounge.

Misalnya saja, BRI mendirikan SLP di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Dipilihnya lokasi ini karena banyak orang kaya yang tinggal sehingga memberikan kemudahan nasabah mengelola keuangan.

?Dari cabang SLP BSD kami mengincar 3.500 nasabah baru dengan potensi dana dua kali lipat,? kata Catur, Senin (15/6/2015).

Secara total, BRI mengincar nasabah kaya BRI meningkat menjadi 40.000 ribu nasabah prioritas, dari saat ini yang jumlahnya sudah ada 35.000 nasabah.

Yang masuk kategori nasabah prioritas BRI adalah mereka yang memiliki simpanan minimal Rp 500 juta. ?Nasabah kaya itu masih potensial, buktinya mereka menguasai hampir 60 persen-70 persen dana pihak ketiga (DPK),? ucapnya.

Rencananya BRI akan menambah 7 – 9 SLP lagi hingga akhir tahun 2015 ini, dari saat ini yang jumlahnya 16 kantor.

Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI menambahkan, selain SLP, BRI juga memiliki layanan prioritas bernama priority lounge yang telah berdiri sebanyak 95 kantor. Dari sisi pembangunan infrastruktur, bank pelat merah ini telah menambah jumlah priority lounge di area binaan kantor wilayah BRI Jakarta sebanyak 8 lounge.

Budi bilang, SLP memberikan layanan lain kepada nasabah selain pendanaan seperti produk investasi reksadana, Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), dan bancassurance, serta jasa electronic banking untuk transaksi keuangan kepada nasabah. Pasalnya, layanan ini memberikan keuntungan pendapatan komisi.

Catur menambahkan, pihaknya mengincar pendapatan berbasis komisi atau fee based income dari bisnis wealth management sebesar Rp 200 miliar pada akhir tahun ini, naik 300 persen dari pendapatan komisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp 50 miliar. Sampai dengan Mei 2015, pengumpulan pendapatan fee BRI dari segmen ini sudah sebesar Rp 80 miliar. (Nina Dwiantika)