Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bom Waktu Didalam Bayern Munich | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Bundesliga musim yang baru akan dimulai akhir pekan ini (26/8/2016). Namun jika berbicara kandidat juara di kompetisi teratas Liga Jerman ini, nama Bayern Munich jelas masih berada di daftar teratas.

Ya, musim ini Bayern masih akan menjadi favorit juara. Meski ditinggal sang pelatih, Pep Guardiola, tak ada pemain andalan yang hengkang. Sementara pengganti Pep juga bukanlah pelatih sembarangan, Carlo Ancelotti.

[Christof Stache / AFP]

Bayern selalu berpotensi besar meraih trofi setiap musimnya. Lantas bagaimana dengan musim ini bersama Ancelotti? Satu gelar? Dua gelar seperti musim lalu? Treble winner seperti era Jupp Heynckes?

Bundesliga Masih Akan dalam Genggaman

Mayoritas pemain andalan Bayern pada musim lalu masih akan menjadi tulang punggung utama Bayern musim ini bersama Ancelotti. Kemungkinan besar, kekuatan Bayern tidak akan berkurang, malah kualitasnya bisa dibilang meningkat.

Ada empat pemain yang hengkang. Mereka adalah Mario Goetze, Sebastian Rode, Pierre-Emile Hojbjerg, dan Medhi Benatia (dipinjamkan). Tapi keempat pemain ini bisa dibilang hanya pemain cadangan di Bayern.

Goetze yang bergabung pada awal musm 2013/2014 sebenarnya sempat menjadi pilihan utama Bayern dalam dua musim. Pada dua musim pertamanya, jumlah penampilan gelandang timnas Jerman ini nyaris mencapai 50 pertandingan dalam satu musim.

Namun musim lalu kontribusinya bagi tim sudah mulai berkurang. Gelandang berusia 24 tahun ini total hanya bermain sebanyak 21 kali di segala ajang. Penampilan impresif Kingsley Coman, Douglas Costa hingga Arturo Vidal membuat jatah bermainnya berkurang.

Begitu juga dengan Rode, Hojbjerg, dan Benatia. Ketiga pemain ini pun lebih sering duduk di bangku cadangan ketimbang menjadi pilihan utama Pep Guardiola. Bahkan Hojbjerg dipinjamkan ke Augsburg dan Schalke 04 dalam dua musim terakhir.

Sebagai gantinya, setidaknya untuk menjaga kedalaman skuat, Bayern sebenarnya hanya membeli dua pemain saja. Namun dengan dua pemain anyar ini tampaknya sudah cukup untuk menambal area yang musim lalu menjadi kelemahan Bayern.

Pemain pertama adalah bek timnas Jerman, Mats Hummels. Pemain yang diboyong dari kesebelasan rival, Borussia Dortmund, jelas menjadi transfer yang sangat ideal. Musim lalu, Bayern sempat mengalami krisis di posisi bek tengah.

[REUTERS/Ralph Orlowski]

Hummels menambah stok pemain di pos bek tengah. Dalam tiga musim terakhir, Pep lebih sering mengandalkan pemain versatile pada area ini. Malahan, hanya Holger Badstuber, Jerome Boateng, dan Benatia yang benar-benar berposisi sebagai bek tengah.

Sementara itu pemain-pemain yang kerap dipasang sebagai bek tengah meski bukan posisi aslinya adalah David Alaba, Xabi Alonso, Javi Martinez, Joshua Kimmich, hingga Philipp Lahm. Pep sering mengakalinya dengan memainkan skema tiga bek.

Sementara itu satu pemain baru lainnya adalah gelandang timnas Portugal, Renato Sanches. Meski usianya masih 19 tahun, kemampuannya sudah cukup teruji ketika membela Portugal di Piala Eropa 2016 lalu.

[AFP/CHRISTOF STACHE]

Ia akan menambah kedalaman skuat di lini tengah, khususnya pemain bertipikal box to box midfielder. Musim lalu Pep hanya mengandalkan Vidal atau Thiago Alcantara. Dengan hadirnya Sanches, Thiago bisa dipasang lebih menyerang atau akan memudahkan peran gelandang jangkar seperti Javi Martinez, Xabi Alonso, atau Lahm dalam menjadi gelandang perebut bola.

Dengan skuat yang sudah ada saat ini, Bayern tampaknya masih akan cukup tangguh untuk Bundesliga. Robert Lewandowski dan Thomas Mueller di lini depan masih terus mengalir gelontoran golnya. Para pemain sayap seperti Dougla Costa, Kingsley Coman, Franck Ribery, dan Arjen Robben juga masih yang terbaik di Bundesliga. Belum lagi lini pertahanan Bayern masih akan dilindungi Manuel Neuer yang merupakan kiper terbaik Bundesliga, bahkan dunia.

Dihantui Badai Cedera

Skuat Bayern saat ini sebenarnya sudah cukup ideal. Apalagi jika melihat susunan pemain terbaik mereka, ditambah pelatih berpengalaman dan kaya taktik seperti Ancelotti, Bayern akan menjadi kandidat juara Bundesliga bahkan Liga Champions Eropa.

Ditunjuknya Ancelotti untuk menggantikan Pep pun tak lain untuk meraih trofi paling bergengsi di Eropa tersebut. Selama era Pep Guardiola, dalam tiga musim, Bayern selalu tersingkir di babak semifinal.

Ancelotti merupakan pelatih yang disegani di Eropa. Saat menangani Juventus, Piala Intertoto berhasil diraihnya. Di AC Milan, dua trofi Liga Champions menjadi prestasi terbaiknya. Selain itu, Ancelotti menjadi pelatih yang mengantarkan Real Madrid meraih La Decima atau trofi Liga Champions ke-10.

Namun dalam perjalanannya mengarungi musim pertamanya sebagai pelatih Bayern, Ancelotti bisa jadi akan dihantui badai cedera. Bahkan badai cedera sudah menerjang Ancelotti sejak pramusim.

[AFP/PATRIK STOLLARZ]

Ada lima pemain yang mengalami cedera sebelum musim yang baru dimulai. Mereka adalah Robben, Sanches, Costa, Badstuber, dan Boateng. Sementara itu Coman baru pulih dari cedera engkel.

Badai cedera memang bisa menimpa kesebelasan manapun. Namun untuk Bayern, mereka memiliki pemain yang cukup rentan untuk cedera. Musim lalu, kambuhnya cedera sejumlah pemain memengaruhi nasib mereka, khususnya di Liga Champions.

Saat disingkirkan Atletico Madrid di babak semifinal, pada leg pertama Bayern takluk dengan skor 1-0. Salah satu faktornya adalah saat itu Jerome Boateng tak bisa ditampilkan karena baru pulih dari cedera paha. Pep sendiri kemudian terpaksa menduetkan Javi Martinez dan David Alaba di jantung pertahanan.

Bahkan sebelum itu, Bayern nyaris disingkirkan Juventus karena Bayern mengalami krisis pemain akibat cedera. Kala itu, tak hanya Boateng yang harus menepi karena cedera, Martinez pun demikian. Akhirnya Pep memasang duet Kimmich-Alaba pada leg pertama dan Benatia-Kimmich pada leg kedua. Bayern kebobolan empat gol, namun mereka berhasil mencetak enam gol.

Selain lini pertahanan, sektor sayap juga sering dihantui cedera. Franck Ribery dan Arjen Robben terus berkutat dengan ruang perawatan. Bahkan jika keduanya sembuh, cedera seolah menjadi bom waktu bagi keduanya yang kapan saja bisa ‘meledak’.

Ribery saat ini tidak cedera, atau mungkin lebih tepatnya belum cedera. Pemain asal Prancis ini memang terus berkutat dengan cedera setiap musimnya. Kariernya pun mulai meredup karena cedera terus menghantamnya.

Selain Ribery, masih ada pemain lain yang juga cukup rentan cedera. Misalnya Xabi Alonso dan Hummels yang pernah absen karena cedera panjang. Inilah kenapa Bayern akan dihantui badai cedera.

Kesimpulan

Secara kualitas tim, Bayern memiliki segalanya untuk menjadi juara Bundesliga dan juara Liga Champions. Apalagi untuk Bundesliga. Meski Borussia Dortmund cukup menjanjikan pada musim yang baru dengan sejumlah transfernya, kehilangan Henrikh Mkhitaryan akan cukup berpengaruh pada lini serang mereka.

Namun semuanya bisa menjadi tak mudah jika badai cedera menghantam Bayern di tengah musim. Para pemain versatile di skuat Bayern saat ini memang banyak sehingga bisa menggantikan para pemain utama yang cedera. Hanya saja tentu akan lebih baik jika Bayern terus diperkuat para pemain terbaiknya sepanjang musim.

Untuk Bundesliga, peringkat dua akan menjadi hasil terminimal mereka musim ini, dengan kans juara yang lebih besar tentunya. Sementara untuk Liga Champions, kita harus menunggu seperti apa respons Ancelotti saat menghadapi badai cedera yang menjadi bom waktu, yang siap menghambat langkah mereka kapan saja.