Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bisnis Waralaba, Bisnis Masa Depankah?

bis64

Bagi mereka yang hendak berbisnis tapi tidak mau berpayah-payah berpikir mengenai konsep dan siste bisnisnya, agaknya bergabung dengan franchise/waralaba adalah jawaban terbaik. Franchise/waralaba memang memberikan anggotanya tak usah berpayah-payah membangun bisnisnya, membuat produk atau sistem. Justru bisnis franchise ini sudah memberikan jawaban pada kesuksesan.

Benarkah demikian?

Bisa dikatakan dengan bergabung bersama franchise/waralaba yang besar dan baik, tak mustahil kesuksesan akan lebih cepat diraih. Melihat kesuksesan yang sangat mudah diraih melalui franchise/waralaba, banyak orang kemudian mencap bisnis ini sebagi bisnis cerah masa depan. Tak berlebihan memang, hasil yang didapat jauh lebih cepat. Ini dikarenakan sistem dan struktur dalam bisnisnya sudah tersedia dan sudah dapat berjalan. Apalagi bila produk yang dikeluarkan sudah dikenal secara luas, maka tak perlu berpayah-payah seorang pebisnis memikirkan bisnisnya itu.

Namun bisnis franchise/waralaba bukanlah bisnis yang melulu memberikan keuntungan. Banyaknya bisnis franchise yang berkembang saat ini, memaksa orang untuk lebih selektif memilah dan memilihnya. Ini tidak hanya berhubungan dengan profit yang ditawarkan. Lebih dari itu bisnis franchise harus mengajarkan bagaimana berbisnis dengan baik.

Dengan menggabungkan diri pada franchise tertentu, bagi pebisnis pintar akan belajar mengenai keseluruhan cara berbisnis. Bagaimana sistem bisnisnya berjalan, dan struktur organisasi bisnis tersebut dapat berjalan dengan sempurna. Ciri-ciri bisnis yang baik adalah, sistem yang ada berjalan dengan baik pada kondisi normal dan kritis. Sistem itu memberikan jawaban dan solusi terbaik terhadap jalannya bisnis tersebut.

Dalam masayarakat kita, bisnis yang dapat dijadikan franchise/waralaba adalah bisnis yang sudah berjalan selama dua tahun. Bisa dikatakan di masa itu bisnis sudah mulai mapan, baik secara sistem, produk dan popularitas. Namun yang harus diingat bahwa setiap bisnis yang dibangun itu, baru mendapatkan balik modalnya setelah tiga tahun. Ini juga dengan pertimbangan kemantapan sebuah bisnis baru bisa diacungi jempol setelah lima tahun.

Memang jalan orang berbeda-beda, tapi kemantapan itu belum ada sudah mengajak orang lain dalam satu perahu. Ini sangat berbahaya, dapat menjerumuskan orang pada sebuah ketidak-pastian berbisnis dan berujung pada kebangkrutan. Namun semuanya kembali pada Yang Maha Kuasa, tak ada yang tahu jalannya usaha yang tengah kita garap. Mungkin saja sukses usaha sudah dapat diraih dalam dua tahun, dan memiliki kemantapan finasial. Who knows?

– See more at: bisnisindeks