Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bisnis Manufaktur Eurozone Terangkat Oleh Perancis dan Jerman

euro-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Sebelumnya telah dilaporkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen di kawasan?euro pada bulan Juni?ini dilaporkan kembali memburuk memasuki?bulan ketiganya?berturut-turut. Pasalnya di bulan Juni ini, optimisme konsumen di wilayah ini semakin terkikis karena adanya isu krisis Yunani yang sudah cukup menekan aktivitas bisnis di wilayah ini. Seperti diketahui, Yunani akhirnya resmi menyandang status?defult?atas utang IMF nya yang sudah jatuh tempo pada 30 Juni lalu.

Ditengah ketegangan politik yang dialami Yunani dan pelemahan ekonomi global saat ini, beberapa pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) juga kembali memutuskan tetap mempertahankan suku bunga rendahnya,?tidak berubah dari bulan-bulan sebelumnya. ECB?masih mempertahankan suku bunga rendah sebesar 0,05 persen agar inflasi di wilayah ini dapat menguat sehingga pertumbuhan ekonomi otomatis menguat.

Meski perekonomian kawasan euro masih belum cukup kuat, nampaknya kinerja sektor manufaktur di beberapa negara-negara utama kawasan euro berhasil menunjukkan perbaikan pada bulan Juni ini, seperti di Prancis dan Jerman.?Berdasarkan data yang rilis hari ini (2/7), PMI manufaktur kawasan euro untuk bulan Juni berhasil menguat ke skor 52,5 dari 52,2 yang tercatat di bulan Mei. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Nampaknya peran Perancis dan Jerman terhadap kinerja ekonomi di kawasan euro memang?sangat besar.?Melihat kinerja manufaktur di kawasan euro yang masih mampu menguat?ditengah gejolak ekonomi global, diproyeksikan?pertumbuhan ekonomi kawasan ini pada kuartal kedua?akan mencatat akselerasi. Komisi Uni Eropa misalnya, sudah terlebih dahulu secara resmi?mengangkat perkiraan pertumbuhan untuk kawasan euro di tahun 2015 ini menjadi 1,5 persen dari 1,3 persen,?sedangkan prospek 2016 masih dipertahankan sebesar?1,9 persen.

Meski demikian, ke depan masih cukup banyak tantangan bagi perekonomian di wilayah euro, terutama soal krisis Yunani yaitu apakah Grexit akan terjadi atau tidak, karena jika terjadi tentu akan makin melemahkan kurs euro terhadap major currencies?lainnya. (Lihat juga:?Yunani Default dan Minta Perpanjangan Tenggat Waktu IMF, Referendum 5 Juli Terancam Batal)