Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BISNIS BARU PUTRA JOKOWI YANG LARIS MANIS | RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG,  Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Peribahasa ini cocok disematkan ke Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. 

Gibran dan Kaesang mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi pengusaha. Sebelum terjun ke dunia politik dan birokrat, Jokowi adalah pengusaha mebel sukses di Solo dan produknya sudah beredar hingga mancanegara.

Kini, giliran Gibran dan Kaesang yang menggeluti dunia bisnis. Gibran mengawali bisnis dengan mendirikan katering Chilli Pari di akhir 2010

Mengutip dari situs chilliparicatering.com, Gibran memutuskan terjun ke dunia bisnis setelah lulus dari Management Development Institute of Singapore 2007. Namun, ia tak ingin membebani orang tuanya yang saat itu masih membiayai kedua adiknya kuliah.

Ia mencoba mengajukan kredit ke bank. Singkat cerita, pinjaman cair dan Gibran mulai merintis bisnis katering.

Bisnis katering Gibran awalnya tidak berjalan mulus. Penolakan datang dari konsumen lantaran belum percaya dengan kemampuan putra sulung Jokowi itu.

Seiring berjalannya waktu dan inovasi, katering Chilli Pari akhirnya dikenal dan kini menjadi one stop weddingn solution di Kota Solo. Setelah sukses di katering, Gibran merambah bisnis martabak. Di 2014 ia bekerja sama dengan Arif Setyobudi membesarkan Markobar, singkatan dari Martabak Kota Barat, yang sudah berdiri sejak 1996.

“Di 2014 mas Gibran masuk, Markobar mulai berinovasi produk dan bisa berkembang ke kota-kota lain di Indonesia,” ujar Marketing Director Markobar, Kobar Nendrodewo.

Saat ini Markobar sudah memiliki 29 cabang di 16 kota. Di antaranya Solo, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung. Kemudian, Surabaya, Malang, Palembang, Medan, Banjarmasin, Balikpapan, serta Manado, Makassar dan Bali.

Bahkan, Markobar akan buka cabang di Filipina.

“Tinggal buka 1 atau 2 bulan lagi. Kenapa pilih Filipina? Di ASEAN ini punya habit makan manis adalah Filipina,” terang Kobar.

Kesuksesan Gibran sempat menyita perhatian Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan. Ia bertemu Gibran saat buka puasa bersama dengan Presiden Jokowi.

Menurut Luhut, dalam acara itu dia sempat menawari Gibran memasok katering untuk proyek-proyek di sektor pertambangan dan pengolahan minyak lepas pantai. Namun, Gibran menolak tawaran tersebut.

Sang Javas

Selain Gibran, Kaesang Pangarep, juga terjun ke dunia bisnis. Putra kedua Jokowi ini bisnis clothing line bernama Sang Javas. Sang Javas diambil dari bahasa Sansekerta. Sang, kata yang dipakai di depan nama atau julukan, sedangkan Javas berarti cekatan atau cepat.

Produk Sang Javas berupa baju kaos yang bergambar kecebong dan dibanderol Rp 150.000 per potong. Kecebong di sini sebagai simbol metamorfosa, dari kecebong, menjadi berudu berkaki, kemudian menjadi katak, sebelum akhirnya menjadi katak dewasa.

“Untuk season pertama satu desain. Satu season ada 4 episode, nanti ada satu gambar yang menyatu. Desain pertama menceritakan aktivitas orang-orang di sosial media. Kita ceritakan pola berkomunikasi orang-orang di sosial media dalam kaos dengan karakter kecebong,” terang Sehat Tri Handoyo, dari bagian distribusi dan penjualan Sang Javas.

Sehat menjelaskan, produksi pertama sang Javas mencapai 1.000 potong, dan penjualan sudah dimulai sejak 13 Agustus, dan sempat hadir dalam Car Free Day di Kota Solo, Minggu (27/8/2017). Untuk urusan penjualan, Sang Javas menganldakan media sosial, mulai dari instagaram Sang Javas, instagaram milik Kaesang, Fanpage di Facebook, twitter, hingga whatsapp.

“Untuk pemesanan bisa lewat nomor whatsapp yang tertera di instagram Sang Javas,” tutur Sehat.

Yang jelas, produk kaos besutan Kaesang laris manis. Pesanan pun mengalir dari Jakarta, Bogor, NTT, Lampung, Palembang, Medan. Bahkan, WNI yang bekerja di Hong Kong juga memesan.

“Total kaos yang sudah keluar (terjual) lebih dari 400 potong sejak penjualan dari 13 Agustus,” tutur Sehat.

Dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep terjun ke dunia bisnis. Gibran menggarap bisnis katering dan martabak, sedangkan Kaesang berdagang kaos.

Bisnis besutan Gibran adalah Chilli Pari, one stop wedding solution, yang bergerak mulai dari katering hingga wedding organizer di Kota Solo. Selain itu, ada Markobar yaitu Martabak Kota Barat, yang sudah punya 29 cabang di 16 kota.

Sedangkan Kaesang terjun ke bisnis clothing line dengan label Sang Javas. Kaos racikan Kaesang bergambar kecebong dengan banderol Rp 150.000 per potong. Lantas, bagaimana cara dua kakak beradik itu memasarkan produk mereka?

Mengutip dari situs chilliparicatering.com, Gibran membentuk tim pemasaran saat mulai menjalani bisnis Chilli Pari di Kota Solo akhir 2010. Meski membentuk tim pemasaran, butuh perjuangan bagi Gibran menembus pasar. Pembatalan pesanan hingga penolakan harus dia hadapi di awal merintis bisnis.

 

Gibran promosi Markobar di sela-sela peluncuran Sang Javas
Gibran promosi Markobar di sela-sela peluncuran Sang Javas Foto: Bayu Ardi Isnanto

Perlahan tapi pasti, tim marketing mulai menjaring konsumen yang kebanyakan kelas menengah ke atas. Bahkan, Gibran pun ikut turun gelanggang meyakini para calon konsumen. Singkat cerita, perjuangan Gibran membuahkan hasil. Chilli pari kini merupakan one stop wedding organizer yang diperhitungkan di Solo.

Setelah sukses di bisnis katering, Gibrang merambah ke martabak. Pada 2014, ia bekerja sama dengan Arif Setyo Budi membesarkan Markobar alias Martabak Kota Barat yang sudah berdiri sejak 1996 di Kota Solo. Di Markobar, Gibran berinovasi dengan 8 varian rasa dan melebarkan sayap bisnis dengan membuka 29 cabang di 16 kota.

Untuk urusan pemasaran, Markobar mengandalkan media sosial (medsos) hingga hadir di acara offline. Salah satu acara offline itu adalah hadir di Car Free Day Kota Solo pada Minggu (27/8/2017).

“Kita kuat di sosial media, offline juga kita maintain. Kita kasih kasih voucher gratis untuk maintain hubungan sama customer, kita bikin kuis. Sosial media Instagram, Twitter, Facebook. Kitas sedang develop channel YouTube, rilis akhir tahun,” ujar Marketing Director Markobar, Kobar Nendrodewo.

Kaesang promosi kaos Sang Javas
Kaesang promosi kaos Sang Javas

Setali tiga uang, Kaesang juga mengandalkan medsos untuk memasarkan produk kaos Sang Javas. Menurut Sehat Tri Handoyo, dari bagian distribusi dan penjualan Sang Javas, produk Sang Javas dipasarkan lewat Instagram, Facebook, dan Twitter.

Semua lini medsos ini terhubung dengan kontak whatsapp untuk pemesanan kaos bergambar kecebong itu.

“Kita lewat online. Ke depan kita gandeng partner untuk reseller. Sementara baru proses ke arah ke sana,” terang Sehat.

Yang jelas, lewat media sosial, produk besutan Gibran dan Kaesang sudah berkibar di Indonesia hingga mancanegara. Markobar akan membuka cabang di Filipina dalam satu atau dua bulan ke depan. Selain itu, sedang menjajaki pasar di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Sedangkan kaos racikan Gibran, sudah marak dipesan konsumen dari Jakarta, Bogor, NTT, Lampung, Palembang, Medan. Bahkan, WNI yang bekerja di Hong Kong juga memesan.

“Peminat lainnya dari luar negeri seperti, Taiwan, Filipina, dan Kanada juga ada,” terang Sehat.