Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Dibawah 2,3 Persen

5e8591367c737

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

PT. Rifan Financindo Berjangka – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 lebih rendah dari 2,3 persen. Hal tersebut disebabkan karena realisasi pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020 jauh lebih rendah dari perkiraan, yakni di kisaran 2,97 persen. Sementara di tahun sebelumnya¬†di level 4,97 persen (yoy). “Waktu itu puncaknya PSBB terjadi pada April sampai pertengahan Juni. Wilayah PSBB kurang lebih 70 persen dari wilayah ekonomi Indonesia.

Kalau kuartal I (pertumbuhan) 2,97 persen bagaimana tahun 2020? Mungkin lebih rendah dari 2,3 persen,” kata Perry dalam konferensi video, Rabu (6/5/2020). Baca juga:¬†Terdampak Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi Uni Eropa Minus 3,8 Persen Namun kata Perry, pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada 2020 akan menambah base effect pertumbuhan ekonomi pada 2021.

Pihaknya memprediksi, pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi 6,6 persen hingga 7,1 persen jika defisit fiskal di level 3-4 persen. Kemudian, pertumbuhan ekonomi pada 2022 akan kembali pada tren jangka panjang karena faktor base effect akibat Covid-19 sudah hilang. “Kalau 2020 rendah, 2021 lebih tinggi.

(Selain base effect) tapi juga didorong oleh faktor program ekonomi yang ditempuh pemerintah,” sebut Perry. Di sisi lain, dia menyatakan Indonesia harus bersyukur karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 masih positif dan merupakan salah satu negara dengan PDB yang tertinggi dibanding negara maju lainnya. Perry lantas membandingkan PDB negara lain, seperti China yang terkontraksi -6,8 persen dari sebelumnya 6 persen, AS dari 2,3 persen menjadi 0,3 persen, dan Eropa dari 1 persen jadi terkontraksi -3,3 persen.
Di Asia, pertumbuhan ekonomi negara Singapura terkontraksi -2,2 persen, Korea Selatan dari 2,3 persen hanya tumbuh 1,3 persen”Tentu saja 2,97 persen ini patut disyukuri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2,97 persen termasuk salah satu yang tertinggi.

Meski bukan yang tertinggi, masih ada Vetnam sebesar 3,82 persen. Itu jauh lebih baik dari sebagian besar (negara) yang negatif,” pungkas Perry. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020.

Dalam rilisnya, ekonomi RI tumbuh 2,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan terkontraksi 2,41 persen secara kuartalan. Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020 melambat cukup dalam dari 5,07 persen pada kuartal I 2019.

Menurut pengeluaran, semua komponen mengalami kontraksi terhadap kuartal IV 2019. Konsumsi pemerintah terkontraksi 44,02 persen, impor -11,89 persen, PMTS -7,89 persen, dan ekspor -6,37 persen.

“Dengan berbagai fenomena di kuartal I 2020, makan PDB Indonesia atas dasar harga konstan pada kuartal I 2020 Rp 2.703 triliun dan atas dasar harga berlakunya Rp 3.122 triliun. Tumbuh 2,97 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi video, Selasa (5/5/2020)

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

sumber : kompas.com

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG