Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BI Prediksi Inflasi Tahun Ini di Level 3,6%

1145090bi2780x390

Rifan Financindo Berjangka – Fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi baik. Salah satu indikatornya adalah tingkat inflasi yang terus menurun.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tingkat inflasi di tahun 2015 akan berada di bawah 4% atau tepatnya di level 3,6%. Angka ini jauh di bawah inflasi yang ditargetkan sebelumnya di level 4% plus minus 1%.

“Saat pembahasan di RDG terakhir kami lihat bahwa inflasi di akhir 2015 akan di bawah 4%. Dan kalau ini bisa dipertahankan, maka di 2015 akan di kisaran 3,6%,” ujar Gubernur BI Agus Martowardojo usai Rapat FKSSK, di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (22/10/2015) malam.

Agus menjelaskan, perbaikan kondisi ekonomi Indonesia juga terlihat dari angka neraca transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang terus menurun.

Di kuartal III-2015, BI memperkirakan CAD akan di bawah 2%, atau tepatnya 1,8%, sehingga sepanjang tahun 2015, angka CAD akan berada di kisaran 2-2,1%.

Angka ini lebih baik dibandingkan tahun lalu yang masih di angka 3,1%.

“Maka sepanjang tahun secara konsisten kondisi yang dicapai lebih baik dibanding 2014. Maka sepanjang 2015 akan terlihat bahwa CAD yang defisit 3,1% di 2014 akan membaik 2% atau 2,1% di 2015,” sebut dia.

Agus juga menyebutkan, kondisi ini juga didukung neraca perdagangan yang surplus di Januari-September 2015.

Hal ini jelas menunjukkan kondisi perbaikan fundamental ekonomi Indonesia.

Namun, lanjut Agus, yang juga harus diwaspadai adalah soal perkembangan eksternal terutama 3 aspek, yaitu pertumbuhan ekonomi China yang cenderung melemah.

Kedua, soal normalisasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (the Fed), di mana ada ketidakpastian apakah suku bunga The Fed akan naik di tahun 2015 atau 2016.

“Ketidakpastian ini perlu jadi perhatian kita,” katanya.

Ketiga, berlanjutnya penyesuaian harga komoditas. Kondisi ekonomi domestik saat ini mengarah menuju penguatan, tapi harus tetap memperhatikan kondisi eksternal.

“Kami akan lakukan satu perubahan kebijakan sepenuhnya bila didukung data,” pungkasnya.

(drk/ang)