Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BI Harus Konsisten Terapkan Transaksi Rupiah

2220629
Rifan Financindo Berjangka – Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Agus Tony Poputra, mengatakan Bank Indonesia (BI) harus konsisten dalam menerapkan transaksi dalam rupiah.

“Banyaknya surat keberatan mengenai penggunaan rupiah dalam transaksi domestik, kiranya tidak membuat Bank Indonesia (BI) menjadi tidak konsisten,” kata Agua di Manado, Rabu (8/7/2015).

Sekali BI menyetujui keberatan dari pihak yang seharusnya terkena kebijakan tersebut, maka semakin banyak pihak yang mengajukan keberatan atas dasar persamaan perlakuan.

Akibatnya, menurut dia, penerapan kebijakan tersebut hanya berlaku pada transaksi “remeh-remeh”sehingga tujuan stabilisasi nilai Rupiah tidak akan tercapai.

Di samping itu, persetujuan pembebasan tersebut dapat membuka peluang “main mata” antara pengusaha dengan oknum yang nakal.

Penerbitan Peraturan BI Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjadi turunan UU Nomor 7/2011 tentang Mata Uang, sesungguhnya sangat terlambat. Hal tersebut perwujudan ciri khas kebanyakan elit Indonesia yaitu pelupa saat tidak gejolak, dan kebingungan saat masalah datang.

Dua hal penting untuk mendorong kesuksesan penerapan kebijakan transaksi dalam Rupiah,pertama, perlunya sosialisasi dengan jangkauan luas.

Sosialisasi tentang petunjuk teknis di hotel atau di beberapa tempat tidaklah memadai mengingat dampak kebijakan tersebut luas dan ada unsur pidana bagi pelanggar.

Hal itu, tambahnya, terbukti dari banyaknya surat ke BI yang mempertanyakan petunjuk teknis dari kebijakan itu sebagaimana dilansir oleh media massa.

Dia mengatakan sosialisasi perlu didukung dengan pemasangan pamflet tentang petunjuk teknis dan sanksinya pada area-area yang sering terjadi transaksi non rupiah. Juga dapat melalui media lainnya sepanjang masa waktunya cukup panjang sehingga dapat diketahui oleh banyak pihak.

Kedua, katanya, perlunya pengawasan yang ketat di lapangan terkait dengan penerapan kebijakan transaksi dalam rupiah. Aktivitas ini seharusnya dimulai dengan penetapan mekanisme pengawasan yang jelas dan mudah diterapkan termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam pengawasan.

Hal ini dibutuhkan selain untuk meyakinkan ketaatan masyarakat dan dunia usaha, tetapi juga untuk menghindari oknum-oknum yang melakukan pemerasan kepada pengusaha dan masyarakat dengan dalih kebijakan tersebut.

Penggunaan rupiah dalam transaksi domestik seharusnya menjadi bagian dalam Revolusi Mental.Selama ini, sebagian besar komponen bangsa terlalu mengagungkan apa saja yang berbau luar negeri termasuk mata uang mereka.

Sudah saatnya dipaksa untuk menghargai apa yang dimiliki bangsa ini. Ke depan, ini kecintaan terhadap milik bangsa harus menjadi pola hidup masyarakat mulai dari elit hingga akar rumput. Apabila ini tidak dibiasakan, maka kemandirian suatu bangsa tidak mungkin akan terwujud. [tar]
– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2220629/bi-harus-konsisten-terapkan-transaksi-rupiah#sthash.zws8xycB.dpuf