Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Berita Tentang IPhone, Dari “IPhone City” Hingga Fitur Tambahan | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,  Foxconn, pabrik rekanan Apple di China yang merakit iPhone, beberapa kali tersandung kasus hukum karena dianggap memperlakukan pekerjanya secara tidak pantas. Di tengah kontroversi tersebut, ada secercah kontribusi Foxconn yang tak bisa dielakkan.

Foxconn telah memberikan kehidupan bagi Zhengzhou, kota kecil di mana Foxconn berdiri. Tak berlebihan jika Zhengzhou disebut sebagai “iPhone City”.

Bagaimana tidak, Foxconn tiap harinya memproduksi rata-rata 500.000 unit iPhone. Karenanya, pabrik Foxconn membutuhkan sekitar 300.000 pekerja yang notabene adalah penduduk Zhengzhou.

Jumlah itu akan bertambah pada waktu-waktu tertentu, yakni ketika Apple hendak merilis iPhone baru. Biasanya penambahan orang mulai dilakukan beberapa bulan sebelum iPhone teranyar dirilis dari laporan New York Times.

Dari total penduduk Zhengzhou yang berkisar 6 jutaan, 300.000-an penduduk bergantung hidup dari pabrik Foxconn. Jumlah itu berkontribusi pada perputaran duit di kota kecil yang terletak di Provinsi Henan, China Tengah tersebut.

Menurut hasil wawancara New York Times ke lebih dari 100 orang pekerja pabrik, bagian logistik, sopir truk, spesialis pajak, hingga mantan eksekutif Apple, perputaran duit dari produksi iPhone di Zhengzhou bisa mencapai miliaran dollar AS, meski tak disebutkan secara spesifik.

Simbiosis mutualisme

Penduduk Zhengzhou pun sulit menjadi pengangguran karena Foxconn menyediakan begitu banyak pekerjaan. Orang-orang bisa dengan mudah datang ke pabrik dan mendapat kerja.

Potensi ini didukung oleh pemerintah daerah. Sebagai balasan atas kontribusi pajak daerah yang disetor Foxconn, pemerintah memberikan 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp 20 triliun kepada Foxconn.

Foxconn diminta mengalokasikan dana tersebut untuk membangun tempat tinggal pekerja dan membangun sistem operasi transportasi dan energi yang lebih baik. Sisanya, pemerintah memberikannya sebagai bonus karena Foxconn memenuhi target ekspor.

“Kami membutuhkan sesuatu untuk membangun bagian dari negeri ini. Ada pepatah tua yang bilang ‘jika kamu membangun sarang, burung akan datang’. Saat ini burung sedang datang ke sangkar kami,” kata perwakilan pemerintah daerah Zhenzhou, Li Ziqiang.

Operasi Foxconn di Zhengzhou harus diakui merupakan simbiosis mutualisme untuk berbagai pihak. Pemerintah memperoleh pemasukan pajak yang besar, Apple bisa memproduksi iPhone dengan harga murah, serta lapangan pekerjaan yang luas bagi penduduk Zhengzhou.

Posisi Foxconn sendiri bisa dibilang aman dari segi politik dan ekonomi karena dibutuhkan berbagai kepentingan.

Namun, ada wacana dari Presiden AS terpilih, Donald Trump untuk memindahkan fasilitas produksi dari China ke AS.

Apple sepertinya mempertimbangkan rencana tersebut, meski rantai produksi Apple kebanyakan mengindikasikan penolakan. Lantas bagaimana dengan Foxconn? Belum ada komentar resminya.

  Apple dikabarkan sedang menyiapkan pembaruan sistem operasi iOS 10.3.1. Di dalamnya terdapat fitur baru yang disebut sebagai Theater Mode atau mode bioskop.

Informasi mengenai mode baru tersebut dibocorkan oleh Sonny Dickson. Pria ini memiliki reputasi pernah membocorkan keberadaan iPhone 5c dan menyebarkan foto unit dummy ponsel tersebut.

Soal pembaruan iOS 10.3.1, menurut Dickson, Apple akan merilisnya dalam versi beta pada 10 Januari 2017.

Mode bioskop tersebut bakal ditandai dengan ikon berbentuk popcorn yang diletakkan di panel Control Center.

Lalu apa gunanya mode bioskop ini? Mode tersebut ternyata bukan dirancang sebagai alat untuk mengoptimalkan pengalaman menonton di layar iPhone atau iPad.

Mode bioskop tersebut justru berguna saat pengguna gadget buatan Apple berada dalam bioskop. Tujuannya agar pengguna tidak terganggu gadget dan lebih nikmat dalam menonton.

Menurut Dickson, pengguna cukup menyalakan mode bioskop agar perangkat genggam iOS otomatis memblokir segala pesan masuk serta notifikasi, panggilan masuk, dan meredupkan layar.

Saat ini ada dua kemungkinan cara mengaktifkan aplikasi mode bioskop. Pertama, pengguna mengaktifkannya secara manual saat masuk ke dalam bioskop. Kedua, cara yang lebih menarik, yakni mengaktifkannya secara otomatis saat GPS mendeteksi lokasi pengguna.

Kemungkinan deteksi otomatis ini bukan sesuatu yang muluk. Pasalnya pada 2012 silam, Apple sudah mengantongi paten untuk menerapkan metode pengaturan ponsel berbasis lokasi. Artinya, pengaturan tertentu bisa otomatis terjadi saat GPS mendeteksi pengguna berada di lokasi tertentu.

Namun lebih detilnya, pengguna masih harus menunggu. Apple sendiri belum bicara banyak soal fitur baru untuk iOS 10.3.1. Bocoran informasi dari Dickson masih punya peluang untuk meleset.

Sementara waktu ini, pengguna perangkat genggam Apple bisa menikmati iOS 10.2 yang baru dirilis pada awal Desember 2016 lalu. Salah satu fitur baru di dalam iOS 10.2 antara lain tambahan emoji, efek teks di iMessages, dan fitur Emergency SOS.

Apple berniat mengurangi kuantitas produksi iPhone pada periode Januari hingga Maret 2017. Hal ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian karena terjadi penumpukkan stok iPhone di beberapa negara.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pemasok bahan baku Apple, Nikkei memperhitungkan bahwa pengurangan kuantitas tersebut mencapai 10 persen. Pengurangan kali ini merupakan keputusan kali kedua yang dilakukan Apple.

Dilansir dari Cnet, Senin (2/1/2017), pengurangan produksi ini disebut bakal memengaruhi seluruh lini produk iPhone yang masih ditawarkan, termasuk iPhone 7 dan 7 Plus.

Sebelumnya, pada periode Januari hingga Maret 2016, raksasa teknologi Amerika Serikat itu juga sudah mengurangi kuantitas produksi ponsel sebanyak 30 persen. Pengurangan dilakukan karena stok iPhone menumpuk akibat permintaan yang berkurang.

Sementara itu, pengurangan kuantitas produksi pada awal 2017 ini, juga diperkirakan akibat permintaan yang semakin berkurang. Sepanjang 2016 lalu, permintaan iPhone memang cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, laporan tersebut juga mengungkap ada alasan lain mengapa Apple mengurangi produksi iPhone, yakni soal kesulitan memproduksi sensor kamera yang dibutuhkan oleh iPhone 7 Plus.

Seperti diketahui, iPhone 7 Plus merupakan salah satu jagoan Apple dalam merayu pengguna. Ponsel ini memiliki keunggulan berupa dua kamera utama yang bertengger di bagian belakang.

Sayangnya, sensor yang dibutuhkan iPhone 7 Plus itu hanya bisa diproduksi dalam kapasitas terbatas. Sementara itu, Apple sedang membutuhkan banyak sensor untuk memenuhi permintaan penggunanya.

Apple sendiri menolak berkomentar atau mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masalah ini.