Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bensin Hampir Habis Padahal SPBU Jauh, Lakukan Cara Ini

344910_indikator-bensin-nyaris-habis--atas--_663_382

Rifan Financindo Berjangka – Para pemilik kendaraan terkadang kerap lupa mengisi bahan bakar mobil saat melakukan perjalanan jauh. Hal yang membuat panik biasanya, lampu indikator bensin menyala sementara Anda tengah berada di kemacetan dan jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Jika dalam kondisi demikian, jangan panik. Sebab, saat lampu indikator bahan bakar mobil menyala, itu tidak berarti bahwa bahan bakar di tangki mobil Anda benar-benar habis. Biasanya tangki mobil akan menyisakan lima-delapan liter bahan bakar, sehingga Anda memiliki waktu untuk mengisi bahan bakar di SPBU terdekat.

Dilansir situs resmi Toyota, sisa bahan bakar ini tergantung dari besarnya tenaga mesin kendaraan. Semakin besar mesin kendaraan, semakin banyak pula sisa bahan bakar yang ada.

Cara yang paling mudah untuk memantau masih berapa jauh lagi BBM akan habis adalah melalui data MID. Namun ini hanya perkiraan saja dan tidak bisa dijadikan patokan pasti.

Misalnya, mobil Anda menyisakan bahan bakar sebayak lima liter saat indikator menyala, perhatikan konsumsi BBM rata-rata di MID, misalnya 10 kilometer (km) per liter. Maka, hitungannya mobil Anda masih bisa melaju hingga sekira 50 km lagi. Mobil bisa melaju lebih jauh jika konsumsi bahan bakar mobil Anda rata-ratanya lebih baik lagi.

Beberapa mobil juga menyertakan jarak yang bisa ditempuh dengan jumlah bahan bakar yang tersisa, biasanya ditulis dengan Range atau Distance To Empty.

Tentunya Anda bertanya-tanya, bagaimana jika indikator tersebut menunjukkan angka 0 km? Apakah mesin langsung mati? Ternyata hal tersebut tidak langsung membuat mobil mati. Mobil Anda masih bisa berjalan beberapa km hingga mobil Anda benar-benar mati.

Namun perlu Anda perhatikan, konsumsi dari bahan bakar saat melakukan perjalanan dengan kecepatan 30-40km per jam akan berbeda dari berjalan merambat di kemacetan dengan kecepatan 10-20km per jam.

Untuk berjaga-jaga, sebaiknya Anda menurunkan perkiraan jarak tempuh antara setengah sampai tiga perempat dari target awal. Sehingga Anda tidak perlu langsung panik ketika indikator peringatan BBM hidup dan Anda terjebak di tengah kemacetan. Selamat mencoba.