Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Belajar Dari Tiongkok, OJK Bersiap Selamatkan IHSG

ojk1-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Sudah dua hari berturut bursa saham Indonesia alami kerugian pekan ini hingga 2 persen lebih, dan sejak awal bulan Agustus indeks harga saham gabungannya (IHSG) alami pelemahan sekitar 300 poin atau 6,14 persen. Dan secara nilai, pekan ini pertamakalinya IHSG keluar dari zona 4500 sepanjang perdagangan tahun ini.

Dan sebagai solusi yang mumpuni sering dipakai menyelamatkan sahamnya sendiri, emiten biasanya melakukan buyback saham. Dan ketentuan buyback saham ini diatur oleh OJK dan tidak bisa semaunya emiten melakukan buyback sahamnya sendiri, dan biasanya juga OJK akan merilis ketentuan untuk aksi tersebut.

Terpuruknya IHSG seperti ini, OJK tidak tinggal diam dan berusaha menstabilkan bursa sehingga tidak alami tekanan hebat seperti yang terjadi di Tiongkok beberapa waktu terakhir. Dan menurut informasi yang disampaikan petinggi regulator bursa tersebut, OJK segera menerbitkan kebijakan baru untuk buyback ini.

Sebelumnya pada tahun 2013 pernah terjadi krisis yang lebih parah dari ini yaitu periode bulan Juni sampai Agustus, dimana IHSG anjlok sampai 23 persen. Sehingga OJK mengeluarkan kebijakan yang mengatur ketentuan buyback saham. Dalam surrat edaran yang dikeluarkan OJK saat itu, para emiten boleh buyback sahamnya kembali hingga paling tinggi 20% dari modal disetor tanpa persetujuan RUPS. Tapi dengan persyaratan memberikan informasi mengenai rencana aksi tersebut tujuh hari sebelum eksekusi buyback tersebut.

Perdagangan kemarin IHSG ditutup turun sebesar 0.58 persen ke level 4,484.24. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 0.68 persen ke level 756.40. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,476.13 dan level tertinggi 4,529.25. Untuk perdagangan hari ini secara teknikal, analyst Vibiz Research Center memperkirakan alami rebound namun dalam tekanan pelemahan yang terjadi pada bursa saham Asia pagi ini dan juga bursa saham Wall Street semalam.