Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Begini Cara Mudah Bedakan Minyak Sehat dan Tak Sehat

Rifan Financindo Berjangka – Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan minyak pada masakan mampu memberikan cita rasa yang sedap. Namun ketika mendengar kata minyak,? biasanya akan terbayang kata-kata seperti gemuk, tidak sehat, dan tinggi kalori. Benarkah?

Menurut Dokter Gizi Klinik Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono, minyak dapat dikategorikan sebagai lemak jenuh, lemak tak jenuh dan lemak trans.

“Asam lemak jenuh yang biasa terkandung dalam lemak hewani misalnya kulit ayam, dan minyak kelapa sawit (minyak goreng pada umumnya), dikategorikan sebagai lemak yang kurang sehat? karena dapat meningkatkan kolesterol LDL (jahat). Sedangkan, asam lemak tak? jenuh (unsaturated fat) memberikan manfaat bagi kesehatan, di mana ia mampu menurunkan angka kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL (baik). Sumber lemak tidak jenuh dapat diperoleh dari kacang-kacangan, alpukat, minyak? jagung, olive oil, dan minyak kanola,” kata Fiastuti di sela-sela peluncuran Canola Oil Tropicana Slim di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Untuk mengetahui mana minyak sehat dan tidak sehat, kata Fiastuti, sebenarnya ada cara mudah yaitu mencoba eksperimen minyak di suhu dingin. Dia mengatakan, minyak tidak sehat biasanya mengandung trans lemak berbahaya yang mudah beku di suhu rendah. Sebaliknya, minyak sehat tidak akan membeku meskipun disimpan di lemari pendingin berhari-hari.

“Kalau Anda lihat, minyak membeku dan berwarna keputihan berarti tidak sehat. Sebaliknya, minyak sehat itu masih berwarna kuning bersih. Oleh karena itu, pemilihan minyak yang tepat atau tinggi lemak tak jenuh dapat membawa manfaat kesehatan bagi tubuh,” tandasnya.