Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BASARNAS BERDUKA, HELIKOPTER DOLPHIN MILIK BASARNAS JATUH | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO РSEMARANG,  Helikopter Basarnas yang jatuh dalam perjalanan menuju Kawah Sileri, Dieng mengalami benturan di ketinggian 7.000 kaki. Hal ini dikonfirmasi Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

“Kalau penyebabnya masih belum diketahui. Tapi yang jelas dia crash di ketinggian kurang lebih 7.000 feet,” ujar Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi.

Namun Syaugi belum bisa memastikan heli nahas tersebut bertabrakan dengan benda apa. Dia mengatakan, untuk masalah penyebab kecelakaan akan diumumkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Yang jelas dia berada di atas ketinggian minimum, mengenai penyebabnya itu nanti KNKT yang akan jelaskan,” tuturnya.

Sebelumnya helikopter berjenis Dauphin AS 36165 buatan PT Dirgantara Indonesia itu diduga menabrak tebing di Gunung Butak, Temanggung, Minggu (2/7). Saat helikopter jatuh, dikabarkan cuaca di lokasi sekitar diselimuti kabut tebal.

Sementara itu 8 korban sudah dievakuasi. Seluruhnya meninggal dunia.

Jatuhnya helikopter Basarnas saat menuju lokasi Kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah menyisakan duka. 8 Orang gugur dalam perjalanan menunaikan tugas, terdiri dari 4 kru heli dan 4 petugas Basarnas.

Salah satu petugas Basarnas yang turut dalam misi tersebut adalah Maulana Afandi. Dari screenshot yang diterima detikcom, Senin (3/7/2017), diketahui Afandi sempat menginformasikan kegiatannya melaksanakan misi rescue dan pemantauan di Dieng lewat status Blackberry Messenger (BBM).

“OTW dieng pantauan udara*Flex*,” demikian status Afandi.

Di atas status tersebut juga tampak foto profil sosok Afandi dari belakang mengenakan seragam Basarnas berwarna oranye sedang berada dalam helikopter. Ada keterangan profil dan nomor kontak pula di samping kanannya, tertulis:

“si AFFANDI kecil | BASARNAS | WA 0857XXXXXX”

Status terakhir Maulana Afandi, korban heli Basarnas yang jatuh di Gunung Butak, Temanggung.

Dalam peristiwa ini heli Dauphin milik Basarnas jatuh dalam perjalanan menuju Kawah Sileri yang baru mengalami erupsi kemarin (2/7). Helikopter lepas landas pukul 16.00 WIB dan setelah terbang 12 menit mengalami crash di Pegunungan Butak, Temanggung, Jateng. Delapan korban telah dievakuasi kemarin dan masih diidentifikasi oleh tim DIsaster Victims Identification (DVI) Polda Jateng.

Kapolda Jateng menerangkan, untuk kepastian penyebab jatuhnya helikopter akan dilakukan pihak terkait termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kalau teknis kecelakaan memerlukan waktu dari black box, dari Basarnas, KNKT. Black box sudah diamankan,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono.

Korban tewas terdiri dari 4 kru dan 4 tim rescue Basarnas:

Kru:

1. Kapten Laut (P) Haryanto
2. Kapten Laut (P) Li Solihin
3. Serka Mpu Hari Marsono
4. Peltu LPU Budi Santoso

Tim Basarnas:

1. Maulana Afandi
2. Nyoto Purwanto
3. Budi Resti
4. Catur

Pihak keluarga korban kecelakaan helikopter Basarnas masih terus berdatangan ke RS Bhayangkara Semarang. Kepala Basarnas, Marsekal Muda TNI M. Syaugi, yang tiba di rumah sakit langsung disambut isak tangis keluarga.

Syaugi tiba ke instalasi Dokpol RS Bhayangkara dan langsung menemui keluarga korban yang menunggu di bangku depan. Ibu korban Catur langsung histeris ketika disalami Syaugi.

 

Kabasarnas tiba di RS Bhayangkara, tempat 8 korban tewas heli jatuh diidentifikasi.

“Aku enggak kuat, Pak, anakku baik, tidak nakal,” teriak ibunda Catur histeris, Senin (3/7/2017).
Kepala Basarnas lalu masuk ke ruang jenazah. Selanjutnya, dia beranjak ke gedung kantor RS Bhayangkara. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono juga datang rumah sakit dan rencananya akan menggelar jumpa pers.

Sementara itu Istoyo dari SAR PMI Kabupaten Temanggung mengatakan lokasi evakuasi cukup sulit karena dipuncak bukit. Jenazah ada yang terlempar ke luar helikopter.

 

Suasana duka menyelimuti keluarga korban heli Basarnas jatuh.

“Tempat terjal, perlu waktu sejam untuk evakuasi sampai titik desa terdekat. Jenazah berdekatan, ada yang di luar helikopter,” kata Istoyo.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, juga tiba di RS Bhayangkara dan menyampaikan turut berduka cita.

Untuk diketahui, helikopter Basarnas kecelakaan di Pegunungan Butak, Temanggung, Jateng hari Minggu (2/7) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Kru dan anggota basarnas tewas berjumlah 8 orang.