Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

BANJARNEGARA TERSERANG GATAL-GATAL, POLISI MEMBANTU SISWA MENYEBRANG SUNGAI | PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Warga Dusun Krajan Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Banjarnegara terkena penyakit kulit/gatal-gatal. Untuk mengatasinya, warga kemudian menjemur kasur di sekitar rumahnya beramai-ramai.

Tujuannya agar debu atau kuman penyakit yang menempel di kasur tempat tidur bisa hilang. Warga mengaku terserang gatal-gatal itu sejak sebulan yang lalu.

Kepala Dusun Krajan Desa Kaliurip, Wahyu Jaka Prastawa mengatakan, gatal-gatal yang dialami warga sudah terjadi sejak sekitar satu bulan lalu. Penyakit ini terus menyebar dari warga satu ke warga lainnya.

“Awalnya ada sembilan anak yang gatal-gatal sekitar satu bulan lalu. Namun sekarang, jumlah itu terus bertambah,” ujarnya.

Jemur kasur untuk kurangi penyakit gatal-gatal
Jemur kasur untuk kurangi penyakit gatal-gatal Foto: Uje Hartono/detikcom

Menurutnya pada hari Rabu (6/9/2017) puskesmas setempat telah melakukan pemeriksaan. Lebih dari 40 warga baik anak-anak maupun dewasa terkena penyakit gatal atau scabies.

Namun, tidak hanya para warga yang diperiksa kesehatan kulitnya. Untuk memberantas penyakit scabies atau gatal-gatal di kulit tersebut, warga diminta untuk menjemur kasur yang digunakan saat tidutrsetiap malam.

“Karena penyakit gatal ini sangat cepat menular, saya mengimbau agar semua warga menjaga kebersihan. Mulai dari kebersihan badan, pakaian, hingga lingkungan sekitar,” kata Wahyu.

Kepala Desa Kaliurip, Sudibyo menambahkan, jika penyakit gatal tersebut datang dari luar daerah. Penyakit tersebut langsung menyebar ke warga lain di Dusun Krajan.

“Awalnya ada anak di Dusun Krajan merantau. Tetapi saat mudik dia terkena gatal-gatal yang kemudian menular ke warga lain. Puskesmas juga sudah memeriksa kesehatan warga,” terangnya.

Cerita mengenai perjuangan siswa di daerah untuk dapat bersekolah dengan harus bersusah payah melalui jalan terjal, sudah jamak terjadi. Di Gorontalo, anak-anak SD harus menyeberangi sungai menggunakan rakit.

Seperti yang terjadi pada Selasa (5/9). Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo harus menyeberangi sungai untuk dapat ke sekolah.

Dilansir dari Antara Foto, siswa-siswa ini tak hanya harus menyeberangi sungai. Mereka juga harus berjalan kaki sejauh 2-4 kilometer dari rumah mereka untuk bisa sampai sekolah yang ada di area Mongiilo Induk.

Untungnya pada Selasa pagi kemarin, para siswa ini dibantu oleh petugas Bhabinkamtibmas Desa Mongiilo Utara Aipda Ismet Ishak. Ismet membantu siswa untuk menaiki raket penyeberangan.

 

Leave a Reply