Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Bangun Tidur Tak Pernah Terasa Bugar, Ini Dia 6 Kemungkinan Penyebabnya

489e6f32-4ccb-41e6-b363-ec91edfd5f73_169Rifan Financindo Berjangka -?Kurang tidur adalah penyebab kurang gairah di pagi hari. Namun pada orang yang cukup tidur sekalipun, tubuh bugar di pagi hari tidak selalu bisa dirasakan.

Pada orang-orang seperti ini, tidurnya seolah dikorupsi. Durasinya cukup, tetapi kualitasnya jauh dari harapan. Dampaknya sama seperti kurang tidur, tubuh menjadi cepat merasa letih dan kurang semangan sejak bangun tidur.

Beberapa hal yang bisa membuat tidur malam terkorupsi adalah sebagai berikut, seperti dirangkum dari Foxnews, Selasa (17/5/2016).

1. Paparan gadget
Cahaya biru dari layar ponsel atau gadget lainnya bisa membuat keseimbangan hormon terganggu. Pelepasan melatonin atau hormon rasa kantuk berkurang, sehingga tidur tidak cukup lelap sepanjang malam. Saran pakar, hindari perangkat elektronik 90 menit sebelum tidur.

2. Tidur salah posisi
Tidak bugar bisa berarti terasa nyeri di sekujur tubuh. Jika ini yang terjadi, maka kemungkinan posisi tidurnya bermasalah. Kesalahan posisi yang paling sering menyebabkan nyeri punggung adalah tidur miring. Diperkirakan 57 persen orang Amerika Serikat tidur dengan posisi tersebut.

3. Bantal tidak nyaman
Penyebab lain rasa nyeri saat bangun tidur adalah bantal yang tidak ideal menyangga leher.

“Tidur dengan kepala terlalu mendongak membuat tulang punggung tertarik dari susunannya. Ini sama seperti berjalan-jalan selama 8 jam dengan leher menunduk,” kata Shawn Stevenson, BS, FDN dari Advance Integrative Health Alliance.

4. Gigi gemeretak
Jika rasa nyeri saat bangun tidur muncul di rahang, maka kemungkinannya adalah bruxism. Ini adalah kebiasaan mengeretakkan gigi tanpa disadari selama tidur. Konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan solusinya, antara lain dengan pemasangan mouth guard.

5. Pengaruh alkohol
Alkohol memang memiliki efek sedatif, yang artinya bisa membuat seseorang lebih mengantuk. Namun tidur dalam pengaruh alkohol bukan tidur yang dalam dan restoratif. Di bawah pengaruh alkohol, aktivitas otak alfa tetap tinggi sekalipun kelihatannya tertidur. Akibatnya, bangun tidur tidak akan terasa bugar.

6. Sleep apnea
Setengah populasi perempuan dewasa mengalami sleep apnea atau henti napas yang tidak disadari selama tidur. Demikian menurut sebuah riset tahun 2012. Kondisi yang sering ditandai dengan kebiasaan dengkuran saat tidur ini membuat suplai oksigen ke otak tidak optimal.