Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Author Archives: rifan financindo

Iran-AS Reda, Harga Emas Langsung Lemah Lunglai

Image result for berita harga emas cnbc

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas di pasar spot mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mereda jadi pemicu melorotnya harga si logam mulia.

Harga emas di pasar spot berada di posisi US$ 1.548,18/troy ons melemah 0,26% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin. Sejak harga emas menyentuh level tertingginya dalam 6 tahun terakhir pada 7 Januari lalu, sampai hari ini harga telah terkoreksi 1,6%.

Harga emas melorot setelah mendengar pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait serangan balik Iran di pangkalan militer AS Ayn Al Asad Irak. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menunjukkan perubahan sikap yang tadinya garang menjadi melunak.

Trump lebih memilih mengenakan sanksi ekonomi baru untuk Iran ketimbang harus membalasnya dengan agresi militer. Padahal sebelumnya Trump mewanti-wanti Iran untuk tak melakukan serangan balasan. Jika Iran tetap nekat maka AS tak segan lancarkan serangan balik ke 52 titik yang telah ditargetkan.

Jatuhnya pesawat Boeing 737 milik Ukraine Internasional Airlines di Teheran Iran dua hari lalu ikut menghiasi panasnya hubungan AS-Iran. Kantor berita AFP melaporkan pesawat itu lepas landas pada 06.10 pagi waktu Iran dan kemudian hilang dari deteksi radar beberapa menit setelah lepas landas.

Dalam insiden tersebut, sebanyak 176 orang penumpang dikabarkan tewas. Mayoritas berkewarganegaraan Iran dan Kanada. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau malah menegaskan kecelakaan itu bukan karena masalah teknis. Namun secara tak sengaja tertembak rudal Iran.

“Kami memiliki intel dari banyak sumber, termasuk koalisi dan milik kami sendiri. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak oleh misil Iran,” katanya sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (10/1/2020).

”Ini mungkin tidak disengaja.”

Sembari terus memantau perkembangan hubungan AS-Iran, kini investor kembali fokus ke poros Washington-Beijing. Pasalnya seremoni dan penandatanganan perjanjian dagang fase satu akan dilakukan minggu depan.

Setelah menandatangani perjanjian dagang fase satu, AS berencana untuk memulai diskusi fase dua dengan China. Namun diskusi ini rencananya baru akan dimulai setelah pemilu AS bulan November nanti.

Bagaimanapun juga aksi pembelian kedelai Brazil oleh China baru-baru ini membuat pasar menjadi tak yakin Beijing akan membeli produk agrikultur AS senilai US$ 40 miliar pada 2020 sebagai bagian dari kesepakatan dagang fase I. China dikabarkan membeli kedelai Brazil sebanyak 800.000 ton minggu ini, melansir Reuters.

Ke depan pasar masih akan memantau kedua poros ini. Saat ini memang harga emas tertekan karena situasi cukup mereda. Namun tak ada yang mampu meramal dengan pasti apa yang akan terjadi nantinya.

Bagaimanapun juga ruang emas untuk kembali melesat masih ada mengingat ketidakpastian masih ada. Soal AS-Iran, Trump tak jelaskan detail seperti apa sanksi ekonomi barunya. Sementara soal Washington-Beijing, walau optimis masih ada gelagat keraguan akan kesepakatan dagang fase satu yang dicapai kedua negara.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNBC Indonesia

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Naik Pasca Data Tenaga Kerja AS Loyo

Ilustrasi Harga Emas (4)

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas naik tipis pada hari Jumat. Didorong oleh data nonfarm payroll AS yang mengecewakan. Akan tetapi meredanya ketegangan di Timur Tengah mendorong minat terhadap aset berisiko sehingga membuat kenaikan emas batangan tetap terkendali.

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember.

Harga emaa di pasar spot gold naik 0,44 persen pada USD 1,559,11 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,34 persen pada USD 1.559,5 per ounce.

“Menjelang akhir pekan, orang-orang tidak benar-benar menjual emas, tetapi tidak ada banyak tekanan beli juga. Mereka hanya menunggu untuk melihat apa yang terjadi dengan emas dan di Timur Tengah sebelum memutuskan langkah selanjutnya,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar dengan Forex.com.

Harga emas sejauh ini turun hampir 4 persen dari level tertinggi tujuh tahun mendekati USD 1.610,90 yang dicapai pada hari Rabu karena ketegangan tentang konflik yang lebih luas di Timur Tengah mereda.

Saham dunia juga mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh pencairan ketegangan AS-Iran. DPR AS pada hari Kamis mengeluarkan resolusi untuk menghentikan Presiden AS Donald Trump dari aksi militer lebih lanjut terhadap Iran.

Menambah tekanan pada aset safe-haven adalah penguatan dolar yang ditetapkan untuk membukukan minggu terbaiknya dalam dua bulan. Indikasi sentimen, kepemilikan dari dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, jatuh untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Kamis.

Prediksi pergerakan harga emas, level USD 1.555 sangat penting. “Jika kita menutup di bawah USD 1.555 hari ini maka kita akan melihat beberapa kelemahan lebih lanjut minggu depan, mungkin menuju USD 1.515. Tetapi jika kita pergi di atas USD 1.555 dan bertahan di sana, itu mungkin akan mengembalikan pembeli bullish jangka pendek,” tutup Razaqzada.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Turun Usai AS dan Iran Sepakat untuk Damai

Menabung

Harga emas jatuh pada hari Kamis, setelah melewati level kunci USD 1.600 untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun di sesi terakhir. Hal ini disebabkan pasar bertaruh Amerika Serikat dan Iran tidak akan melakukan konflik lebih lanjut.

Harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1.546,33 per ounce, setelah sebelumnya merosot ke USD 1.539,78 per ounce. Emas berjangka AS 0,8 persen lebih rendah ke USD 1.547,40 per ounce.

“Kembalinya selera risiko berarti bahwa aset yang aman seperti emas telah mengalami beberapa aksi ambil untung dan mungkin saja bisa berlanjut sedikit lebih lama,” kata analis Standard Chartered Bank Suki Cooper.

Harga emas turun setelah naik sebanyak 2,4 persen pada hari Rabu pagi untuk menembus di atas level USD 1.600 kunci setelah serangan balasan Iran pada pangkalan militer yang menampung pasukan A.S. di Irak.

Kekhawatiran perang yang lebih luas di Timur Tengah mereda setelah Presiden AS Donald Trump menahan diri dari memerintahkan lebih banyak aksi militer pada hari Rabu dan diplomat menteri luar negeri Iran mengatakan serangan rudal tersebut tidak akan dilakukan lagi.

Pengurangan permintaan untuk safe-haven juga tercermin dalam kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia SPDR Gold Trust, yang turun 1,05 persen pada hari Rabu.

“Emas akan tetap sensitif pada berita utama terkait Iran atau tembakan roket di Baghdad selama beberapa hari di minggu ini,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

“Bahkan jika de-eskalasi terjadi masih harus ada risiko yang membantu emas bertahan di atas level USD 1.525 di mana emas diperdagangkan sebelum pemogokan A.S,” tambah dia.

Ketika Amerika Serikat dan Iran mundur dari konflik di Timur Tengah, indeks saham AS mencapai rekor tertinggi. Di sisi lain menguatnya optimisme pasar tentang kesepakatan perdagangan AS-China menambah suasana optimis. Wakil Perdana Menteri China Liu He akan menandatangani kesepakatan “Fase 1″ di Washington minggu depan, kata kementerian perdagangan Kamis.

 

Perang Bikin Harga Emas ke Level Tertinggi 6 Tahun

Sadis! Perang Bikin Harga Emas ke Level Tertinggi 6 Tahun

PT. Rifan Financindo Berjangka – Perang! Satu kata yang membuat harga emas meroket dalam beberapa hari ini. Kalau 2019, ada perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China, awal tahun 2020 ancaman perang antara AS-Iran jadi babak baru kinclongnya harga emas.

Di sepanjang 2019, harga emas di pasar spot telah menguat sebesar 17,9%. Jika periode tersebut diteruskan hingga hari ini, maka penguatan emas mencapai 22,8%. Kini harga emas mencapai titik tertinggi dalam enam tahun. Hari ini, logam mulia ini ditransaksikan di harga US$ 1.575,41/troy ons.

Faktor pemicu utama naiknya harga emas di sepanjang 2019 apalagi kalau bukan perang dagang antara AS-China. Perang dagang yang bergulir dalam kurun waktu 18 bulan telah melukai ekonomi global.

Aktivitas perdagangan, investasi serta manufaktur turut mengalami perlambatan. Akibatnya ekonomi dunia pun kena getahnya. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan sampai merevisi turun angka pertumbuhan ekonomi global sampai tiga kali. Terakhir IMF memprediksi angka pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 berada di level 3%.

Saat kondisi ekonomi dan politik global berkecamuk, aset minim risiko seperti emas banyak diburu. Akibatnya harga jadi melambung. Itulah yang terjadi di sepanjang tahun 2019. Namun jelang Natal, Washington dan Beijing berikan kado berupa kabar gembira. Keduanya sepakati perjanjian dagang fase satu.

Kabarnya seremoni penandatanganan dokumen setebal 86 halaman tersebut akan dilakukan di Gedung Putih pada 15 Januari nanti. Kabar tersebut bukannya membuat harga emas tertekan justru malah mendekati level psikologis US$ 1.500/troy ons. Pasalnya detail poin kesepakatan antara keduanya masih belum jelas.

Sementara pasar masih menunggu kejelasan serta kelanjutan hubungan dagang AS-China, dunia kembali dihebohkan dengan ancaman perang AS-Iran. Minggu lalu, jenderal militer Iran Quds Force Qassem Soleimani dikabarkan tewas bersama wakil komandan Popular Mobilization Force (PMF) Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan yang diluncurkan AS di Bandara Internasional Baghdad.

Perintah serangan tersebut merupakan arahan dari Presiden AS Donald Trump guna melindungi personel militer AS. Kabar tersebut diungkapkan melalui keterangan resmi Pentagon.

Trump mengancam jika Iran melakukan aksi retaliasi, dirinya tak segan menyerang 52 target sebagai balasan. Iran tak tinggal diam. Melalui Menteri Luar Negerinya, Mohammad Javad Azari-Jahromi Iran mengutuk keras tindakan AS.

Menteri Luar Negeri Iran juga menyebut Trump seperti teroris layaknya ISIS dan Nazi. “Seperti ISIS, seperti Hitler, seperti Jenghis!,” tulis Menteri Informasi dan Telekomunikasi Mohammad Javad Azari-Jahromi dalam akun Twitternya.

Sementara pimpinan revolusioner Iran Ayatollah Sayyed Ali Khameini tidak akan tinggal diam dan akan melakukan serangan balasan. Kekhawatiran bahwa perang akan berkecamuk membuat emas masih dilirik dan diburu.

Semakin menguatkan harga emas adalah kemungkinan The Fed tidak menaikkan suku bunga acuan. Walau ekonomi AS mengalami perlambatan, bank sentral AS The Fed masih melihat fundamental ekonomi Paman Sam yang masih kokoh dan penurunan suku bunga yang dilakukan pada 2019 bukan merupakan periode penurunan terus menerus. Kabar ini tentu menjadi kabar positif untuk harga emas.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNBC Indonesia

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

 

 

 

Harga Emas Tergantung Sikap Iran kepada AS

Image result for emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Pelaku pasar tengah gelisah menunggu aksi yang akan dilakukan oleh dua negara yaitu Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan antara kedua negara tersebut terus meningkat dan akan berpengaruh kepada harga emas.

Jika ketegangan antara kedua negara terus meninggi maka harga emas akan melonjak. Emas dijadikan sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven jika sedang terjadi ketidakpastian ekonomi dan politik.

Namun memang jika ketegangan kedua negara tersebut mereda maka akan ada potensi ambil untuk di logam mulia. Harga emas akan mengalami tekanan karena aksi jual yang dilakukan oleh pelaku pasar.

Untuk diketahui, dunia telah menjadi tempat yang semakin berbahaya, setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pembunuhan dengan target seorang jenderal senior Iran. Demikian peringatan negara-negara berpengaruh dunia seraya mendesak semua pihak agar menahan diri.

China, Rusia dan Prancis, semuanya anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bersikap menentang serangan udara AS di dekat bandara Baghdad Jumat dini hari yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani.

“Pelaku pasar menunggu konflik antara AS dengan Iran ini akan berjalan ke depannya,” jelas analis komoditas TD securities Ryan McKay.

“Pelaku pasar pada pekan ini akan difokuskan pada respons Iran, jika ada,” kata Peter Hug, direktur perdagangan global Kitco Metals.

“Iran telah bersumpah untuk membalas dendam yang keras. Saya tidak tahu apa artinya itu dan saya tidak tahu seberapa cepat itu akan datang, tetapi mereka cenderung konsisten ketika mereka membuat pernyataan seperti itu dan sesuatu akan terjadi.” lanjut dia.

McKay mengatakan, ketakutan perang AS dengan Iran ini menyebabkan pasar saham jatuh pada perdagangan Jumat kemarin, dan mengirim harga emas ke level yang lebih tinggi.

Pada pukul 12:05 malam EST, Dow Jones Industrial Average turun 165 poin, sementara emas spot hampir USD 20 lebih tinggi menjadi USD 1.548,50 per ounce.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG