Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Author Archives: rifan financindo

Harga Emas Naik Usai AS Umumkan Perluasan Pembatasan Bepergian

Investor Panik Virus Corona, Harga Emas Anjlok pada Akhir Pekan ...

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas naik tipis pada penutupan perdagangan Senin setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk memperluas kebijakan bepergian.

Langkah AS ini menambah kekhawatiran investor akan dampak buruk dari pandemi Corona sehingga mendorong mereka untuk mengoleksi aset-aset safe haven seperti emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persne ke level USD 1.618 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS justru turun 0,2 persen menjadi USD 1.622 per ounce.

Jika di akhir bulan ini harga emas tetap menguat maka berada harga emas bakal membukukan kenaikan 6,8 persen sepanjang kuartal I 2020. Selain itu harga emas juga akan membukukan kenaikan selama 6 kuartal berturut-turut.

“Harga emas akhirnya mulai naik sebagai dampak investor melepas aset berisiko. Hal ini terjadi terutama setelah perpanjangan kontrol sosial jarak jauh menjadi 30 April,” kata analis BMO Tai Wong.

IMF menyatakan bahwa pandemi Corona telah melumpuhkan ekonomi di seluruh dunia. Virus ini telah mendorong ekonomi global ke dalam resesi dan negara-negara harus menanggapi dengan pengeluaran kebijakan dan stimulis yang sangat besar untuk menghindari kebangkrutan.

Sebelumnya, sebagian besar responden dalam survei yang dilakukan oleh Kitco yakin bahwa harga emas akan melambung tinggi pada pekan ini. Kenaikan harga emas masih terdampak stimulis moneter dan fiskal AS pada minggu lalu.

Harga emas berjangka untuk pengiriman April berada di angka USD 1.618,10 per ounce pada perdagangan Jumat lalu. Angka ini naik 9 persen selama sepekan, yang merupakan kenaikan terbaik sejak 2008.

kenaikan harga emas ini terjadi usai Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mengumumkan kebijakan quantitative easing. Langkah ini untuk menopang pertumbuhan ekonomi di tengah wabah Corona. Selain itu, Senat AS juga menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan oleh pemerintahan Donald Trump.

Sebanyak 14 analis Wall Street mengambil bagian dalam survei Kitco. Terdapat 10 suara, atau 71 persen yang yakin bahwa harga emas akan naik pada pekan ini. Satu responden atau 7 persen menyebutkan bahwa harga emas bakal bearish. Sementara tiga analis atau 21 persen netral atau menyerukan harga emas bakal sideways.

Sementara itu, 1.595 suara pelaku pasar diberikan dalam jajak pendapat Kitco. Sebanyak 1.138 pemilih atau 71 persen menyatakan harga emas akan naik di minggu ini. Sebanyak 244 lainnya atau 15 persen mengatakan harga emas lebih rendah. Sementara 213 pelaku pasar atau 13 persen menyatakan netral.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ini Pemicu Harga Emas Dunia & Emas Antam Meroket Pekan Ini

Ini Pemicu Harga Emas Dunia & Emas Antam Meroket Pekan Ini

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas dunia di pasar spot mengalami reli tak terbendung sepekan terakhir (week on week/wow) dan menjadi apresiasi mingguan tertinggi sejak 2008 silam.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$ 1.617,5/troy ons pada Jumat (27/3/2020). Harga emas naik 8% (wow) dari posisi penutupan pekan lalu di level US$ 1.497,64/troy ons. Penguatan mingguan ini merupakan yang tertinggi sejak krisis keuangan global 2008.

Faktor yang memicu meroketnya harga emas adalah tekanan jual di pasar saham yang mulai mereda dibarengi dengan prospek ekonomi yang makin suram akibat merebaknya wabah corona di seluruh penjuru dunia.

“Tekanan jual di pasar saham AS turut memberatkan jenis aset lainnya dan memicu terjadinya margin calls yang menjadi tekanan untuk logam mulia emas” kata Phil Streible, Chief Market Strategist di B Blue Line Futures.

“Emas telah terikat dengan pasar saham” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures. “Ada begitu banyak yang tidak diketahui menuju akhir pekan. Walau emas merupakan aset safe haven, masih ada keengganan untuk menambah risiko” tambahnya seperti yang diwartakan Reuters.

Harga emas melesat 8% ketika klaim pengangguran di Amerika Serikat melonjak tajam menjadi 3,3 juta berbarengan dengan lolosnya RUU Paket Stimulus Ekonomi jumbo AS senilai US$ 2 triliun di DPR dan senat serta program pembelian aset tak terbatas oleh The Fed, selaku bank sentral AS.

“Pasar sedang menilai dampak dari banyaknya lockdown dan berhentinya aktivitas bisnis terhadap perekonomian,” kata analis Standard Chartered Bank Suki Cooper dalam sebuah catatan.

“Harga emas kembali naik mengantisipasi stimulus lebih lanjut dan rilis data yang buruk di masa yang akan datang.”

“Kenaikan harga masih dibayangi risiko profit taking dan (kami) memperkirakan harga rata-rata emas berada di US$ 1.725 per ons pada Q2-2020,” tambahnya, melansir Reuters.

Penguatan harga emas global juga diikuti oleh logam mulia Antam. Pada Jumat pekan lalau (20/3/2020) untuk logam mulia Antam kepingan 100 gram dihargai Rp 810.000/gram, kemarin harga emas naik menjadi Rp 875.000/gram. Artinya harga emas Antam juga naik 8%.

Pasar masih dipenuhi dengan adanya ketidakpastian. Musuh tak kasat mata masih terus mengintai dan siap menyerang kesehatan dan perekonomian global. Emas yang naik signifikan pekan ini bukan berarti kebal terhadap koreksi dari profit taking maupun kinerja pasar saham.

Harga emas bisa kembali melorot kapan saja ketika kebutuhan akan likuiditas tinggi dan sentimen kembali risk off. Lagi pula wabah corona masih terus menelan korban. Sampai hari ini jumlah kasus di dunia sudah mencapai 597.304.

Sejak WHO mendeklarasikan wabah corona sebagai pandemi, harga emas bergerak dengan volatilitas tinggi.

Pergerakan harga emas bak roller coaster dengan sudut yang tajam. Pada periode 11-26 Maret, harga emas bergerak di rentang US$ 1.469,8/troy ons di level terendah dan US$ 1.634,52/troy ons di level tertinggi. Rentang pergerakan harga emas mengacu pada posisi penutupan ini jauh lebih lebar dari perdagangan periode sebelumnya saat COVID-19 belum disahkan jadi pandemi.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

 

Harga Emas Bergejolak Karena Paket Stimulus AS untuk Lawan Virus Corona

Image result for berita harga emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas bergejolak pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Ini karena pasar merespons paket stimulus pemerintah AS sebesar USD 2 triliun untuk melunakkan kerusakan ekonomi dari wabah virus corona.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.611,73 per ounce. Harga ini sebelumnya jatuh 1 persen setelah mencatat kenaikan 1 persen.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,6 persen menjadi USD 1.633,20. Sementara saham dunia rebound karena ekspektasi paket stimulus fiskal AS USD 2 triliun yang disetujui.

“Risiko penurunan besar (dalam emas) tetap berpotensi untuk aksi jual tajam di pasar ekuitas diulang, terutama setelah rally besar kemarin,” kata Analis OANDA Craig Erlam.

Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell mengatakan paket stimulus AS telah disepakati dan akan dilakukan pemungutan suara pada Rabu kemarin.

“Kami masih melihat latar belakang yang menguntungkan untuk emas karena kejatuhan ekonomi dari krisis akibat virus corona harus memperkuat permintaan safe haven,” ungkap Analis Julius Baer, ​​Carsten Menke.

Kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik 1,3 persen pada hari Selasa.

Harga emas di pasar spot diperdagangkan di bawah emas berjangka AS sebagai tanda bahwa pasar khawatir bahwa pembatasan perjalanan udara dan penutupan kilang akan menghambat pengiriman emas batangan ke Amerika Serikat untuk memenuhi persyaratan kontrak.

Di antara logam lainnya, paladium naik 3,9 persen menjadi USD 2.007,33 per ons. Sementara platinum naik 0,5 persen menjadi USD 711,83. Keduanya naik lebih dari 10 persen di sesi sebelumnya setelah dikurung di produsen utama Afrika Selatan.

Sedangkan perak turun 0,4 persen menjadi USD 14,22 per ounce.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Melonjak 4 Persen Usai The Fed Umumkan Stimulus Moneter

Image result for emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas melonjak lebih dari 4 persen pada penutupan perdagangan Senin, usai Bank Sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) mengambil langkah baru yang sangat agresif untuk memerangi kemunduran ekonomi akibat virus Corona.

Bank Sentral AS akan memberikan relaksasi ketentuan kredit kepada rumah tangga, usaha kecil dan termasuk juga para pengusaha untuk mengurangi dampak dari virus Corona. Stimulus ini belum pernah dilakukan oleh the Fed sebelumnya.

Harga emas di pasar spot melonjak 4,1 persen menjadi USD 1.559,55 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 5,5 persen pada USD 1,567.60 per ounce.

“The Fed meluncurkan meriam terbesarnya, bahkan lebih besar dari pada krisis keuangan sebelumnya,” kata kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar BMO, Tai Wong.

“Pasar langsung bereaksi secara instan dengan pasar saham dan Harga emas melonjak udai pengumuman kebijakan the Fed. Namun, ini sebenarnya masih hanya optimisme dan kemungkinan hanya bertahan dalam jangka pendek,” lanjut dia.

Setelah secara agresif melonggarkan kebijakan moneter bulan ini, termasuk memangkas suku bunga mendekati nol persen, bank sentral AS akan melonggarkan syarat pinjaman pelajar dan pinjaman kartu kredit serta membeli obligasi dari para pengusaha besar.

Bank-bank sentral utama di seluruh dunia juga telah meluncurkan gelombang kebijakan fiskal dan moneter untuk membendung kerusakan ekonomi akibat virus Corona. Pandemi ini telah menginfeksi lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia.

Sebelumnya, Indeks saham utama AS terus melonjak dari hijau ke merah pada Jumat lalu karena emas berjuang untuk mempertahankan kenaikan hariannya dengan harga emas yang tersisa di bawah USD 1.500 per ons. Emas berjangka comex terakhir untuk pengiriman April akan ditutup pada USD 1,494.00 minggu ini.

Ketidakpastian pasar masih akan berlanjut hingga minggu depan karena wabah COVID-19 atau virus corona terus menyebar di AS dan Eropa, menutup banyak bisnis dan mengganggu perekonomian lokal.

Baru-baru ini, Gubernur California, Gavin Newsom mengeluarkan kebijakan untuk tinggal di rumah dan secara efektif berlaku mulai Kamis malam.

Kemudian, pada hari Jumat, Gubernur New York, Andrew Cuomo memerintahkan semua bisnis yang tidak penting untuk dikerjakan dari rumah dalam upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

Kepala Ekonom Internasional ING, James Knightley menyebutkan akibat dari kebijakan tersebut adalah data pengangguran awal minggu lalu melonjak 70 ribu atau 33 persen menjadi 281 ribu.

“Namun diperkirakan lonjakan yang lebih besar kemungkinan akan terjadi minggu depan,” katanya.

Situasi tersebut ternyata berdampak pada harga emas. Sebab, emas merupakan investasi yang aman dan dapat diandalkan selama masa-masa sulit seperti ini.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali melihat level USD 1.440 pada sisi negatifnya dan USD 1.515 per ons pada terbalik untuk minggu depan untuk emas berjangka.

Selama beberapa minggu terakhir, ada lonjakan besar-besaran dalam permintaan dolar AS, dan terlihat banyak investor menjual emas. Menurut Ghali, hal tersebut didorong oleh perusahaan-perusahaan yang perlu mengamankan kas mereka untuk membayar karyawan.

Meski demikian, banyak analis tetap netral terhadap harga emas sementara waktu. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pilihan untuk menguangkannya masih berlanjut untuk dipertimbangkan.

“Tidak dapat diketahui siapa pun mengambil posisi besar dalam situasi sekarang. Cash (uang tunai) adalah raja dan akan tetap seperti itu, ”kata kepala analisis pasar untuk EMEA dan kawasan Asia untuk INTL FCStone, Rhona O’Connell.

Menurut O’Connell, setiap pembalikan arah dalam saham atau pasar lain cenderung membuktikan kecenderungannya hanya sementara.

“Semuanya yang berbalik arah, umumnya berlangsung sangat sebentar. Penggerak utama dalam pasar adalah tergantung pada apa yang terjadi dengan rangsangan fiskalnya ”katanya.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Situasi Berbeda, Uang Tunai Lebih Berharga dari Emas

Situasi Berbeda, Uang Tunai Lebih Berharga dari Emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas pada perdagangan kemarin (Selasa, 17/3/2020) sempat turun hampir 2%. Melanjutkan tren koreksi yang sudah terjadi sejak pekan lalu.

Investor tampaknya lebih nyaman menyimpan uang mereka dalam bentuk tunai, karena kekhawatiran terhadap wabah virus corona atau COVID-19 akan berdampak serius terhadap ekonomi dunia. Persepsi ini menghantui para pelaku pasar.

Harga smas di pasar spot sempat turun 2,7% menjadi $ 1,472.36/troy ounce (Oz), setelah merosot sebanyak 5,1% pada hari Senin ke level terendah sejak November 2019. Emas berjangka AS kehilangan 1% menjadi $ 1,472/Oz.

“Ini hanya tren berkelanjutan dari posisi emas yang dilikuidasi ketika pasar saham runtuh. Ada tren ke arah memegang uang tunai di pasar dan itu tercermin dalam emas, “kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip dari CNBC International.

“Dengan kehancuran di pasar ekuitas, jelas bahwa pemegang emas, perak, dan paladium jangka panjang melikuidasi posisi yang sudah menguntungkan untuk menutupi kerugian di tempat lain.”

Padahal harga emas sebenarnya mendapat sentimen positif dari rendahnya suku bunga acuan. Rendahnya suku bunga terutama di AS membuat memegang instrument investasi tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih dilirik. Karena biaya yang ditanggung alias opportunity cost memilih aset ini menjadi lebih rendah dan emas menjadi intstrumen yang menarik.

Namun saat ini bukanlah kondisi yang normal. Sehingga teori emas sebagai aset safe haven sempat dipertanyakan oleh banyak orang. “Sayangnya ini bukan waktu yang normal, sehingga aturan yang biasa tampaknya tidak berlaku lagi” kata Jeffrey.

Bursa saham Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi setelah Wall Street terkoreksi dalam. Sempat tercatat dalam sejarah sebagai berita utama tentang wabah dan dampak ekonomi global melecutkan sentimen investor.

“Ini hanya tren berkelanjutan dari posisi emas yang dilikuidasi ketika pasar saham runtuh. Ada tren ke arah memegang uang tunai di pasar dan itu tercermin dalam emas, “kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip dari CNBC International.

“Dengan kehancuran di pasar ekuitas, jelas bahwa pemegang emas, perak, dan paladium jangka panjang melikuidasi posisi yang sudah menguntungkan untuk menutupi kerugian di tempat lain.”

Padahal harga emas sebenarnya mendapat sentimen positif dari rendahnya suku bunga acuan. Rendahnya suku bunga terutama di AS membuat memegang instrument investasi tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih dilirik. Karena biaya yang ditanggung alias opportunity cost memilih aset ini menjadi lebih rendah dan emas menjadi intstrumen yang menarik.

Namun saat ini bukanlah kondisi yang normal. Sehingga teori emas sebagai aset safe haven sempat dipertanyakan oleh banyak orang. “Sayangnya ini bukan waktu yang normal, sehingga aturan yang biasa tampaknya tidak berlaku lagi” kata Jeffrey.

Bursa saham Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi setelah Wall Street terkoreksi dalam. Sempat tercatat dalam sejarah sebagai berita utama tentang wabah dan dampak ekonomi global melecutkan sentimen investor.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG