Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Author Archives: rifan financindo

Aktor Amoroso Katamsi Meninggal Dunia

073206300_1509450331-Amoroso_Katamsi__6_PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Aktor Amoroso Katamsi meninggal dunia. Dunia perfilman Indonesia berduka. Amoroso meninggal dunia di Jakarta, Selasa (17/4/2018) dini hari. Amoroso meninggal dunia pukul 1.40 WIB

Kabar meninggalnya Amoroso Katamsi disampaikan novelis Rayni N.Masardi melalui aku Facebook-nya, Selasa pagi. Beberapa hari sebelumnya, di akun jejaring sosial juga Rayni sempat mengabarkan Amoroso sakit.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Bapak/Eyang kami tercinta Bp Amoroso Katamsi telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Selasa 17 April 2018 pk 01.40…”. Begitu istri penulis dan mantan wartawan Noorca Massardi menulis berita duka ini.

Amoroso Katamsi di era tahun 1980-an dikenal lewat film Pengkhianatan G 30 S/PKI atau Penumpasan Pengkhianata G 30 S/PKI. Amoroso Katamsi berperan dengan Letjend Soeharto, Pangkostrad di era akhir tahun 1960-an.

Lewat film garapan mendiang sutradara Arifin C.Noer itulah, aktor kelahiran 21 Oktober 1940 itu melekat dengan sosok Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, sampai sekarang.

Film Legendaris

Amoroso Katamsi telah membintangi sejumlah film dan sinetron setelah film legendaris itu. Ayahanda penyanyi sopran Aning Katamsi dan juga Doddy Katamsi, vokalis band Elpamas. ini pernah bermain dalam film Cinta Suci Zahrana.

Pensiunan perwira Angkata Laut ini juga bermain dalam sinetron Orang-Orang Kampung Duku yang ditayangkan SCTV. Keduanya produksi Sinemart Production.

Jenazah Amoroso Katamsi kini disemayamkan di rumah duka di kawasan Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Sumber: liputan6.com

Takut Dimarahi KPK, Abraham Samad Tutup Peluang Jadi Menteri

029696200_1430378168-headerPT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad tak berminat bila ditunjuk sebagai menteri untuk kabinet pemerintahan periode mendatang. Ia khawatir hal itu justru akan menurunkan marwah KPK.

“Ketua KPK itu lebih tinggi dari menteri. Nanti marah anak-anak KPK kalau saya menurunkan marwah lembaga itu sendiri,” kata Samad di Yogyakarta, Minggu (15 April 2018) malam, seperti dilansir Antara.

Sebagai mantan Ketua KPK, ia merasa memiliki kewajiban menjaga kredibilitas lembaga yang namanya telah melekat pada dirinya itu.

Ia juga memaparkan bukti posisi Ketua KPK lebih tinggi dari jabatan menteri. Samad merujuk sepak terjangnya saat memimpin lembaga antirasuah.

“Saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alfian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik. Semuanya (saat itu) menteri aktif. Itu fakta bahwa posisi KPK itu lebih di atas menteri,” Samad menjelaskan.

Ia menambahkan, komitmen untuk tidak tergiur menjadi menteri bertujuan agar anggota KPK tetap memiliki kebanggaan bahwa lembaga itu luar biasa. Abraham juga mengungkapkan penolakannya pada tawaran sejumlah partai politik yang ingin mengusung dirinya menjadi calon Gubernur Sulawesi Selatan.

“Kalau Abraham Samad sih bukan siapa-siapa, tetapi ada sesuatu yang melekat pada diri saya yang harus saya jaga marwahnya,” kata dia.

Siap Bila Ditawari Maju Pilpres

Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Abraham mengaku siap jika suatu saat mendapat amanah sebagai calon wakil presiden, calon presiden, atau kembali menjadi Ketua KPK. Menurut dia, sudah ada dua parpol yang mendekati dirinya terkait Pilpres 2019.

“Tidak satu pun warga negara yang ketika diberi amanah dia menolaknya. Kalau dia menolak berarti dia lari dari tugas dan itu pantangan bagi saya,” kata dia.

Sumber: liputan6.com

Pirlo Komentari Wasit Real Madrid Vs Juventus

086457800_1520345830-6._PirloPT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Legenda Juventus Andrea Pirlo turut mengomentari keputusan kontroversial wasit Michael Oliver saat Real Madrid melawan Juventus di Liga Champions. Menurut Pirlo Oliver harusnya lebih lihai dalam menjalankan tugasnya.

Wasit Oliver menjadi pusat perhatian dari pertandingan Madrid vs Juve di Santiago Bernabeu. Pasalnya ada yang menganggap ia keliru memberikan penalti pada sang tuan rumah.

Oliver memberikan hukuman dari titik 12 pas tersebut setelah melihat Mehdi Benatia bersinggungan di dalam kotak penalti dengan Lucas Vazquez. Hasilnya, bek asal Maroko itu membuat Vazquez jatuh tersungkur.

Penalti itu sendiri begitu krusial bagi Juventus. Sebab Madrid butuh satu gol saja untuk bisa memastikan kelolosan mereka ke babak semifinal.

Perdebatan terkait keakuratan keputusan penalti itu muncul di mana-mana. Pirlo sendiri menyebut Oliver harusnya tak menganggap kontak Benatia dengan Vazquez sebagai sebuah pelanggaran.

“Keinginannya untuk menang selalu tetap ada,” kata Pirlo. “Penalti itu bisa dengan mudah tidak diberikan. Jika wasit sedikit lebih lihai, ia bisa membiarkan pelanggaran itu,” cetusnya seperti dilansir Soccerway.

“Jika saya di lapangan kemarin itu akan membuat saya sangat marah untuk tersingkir dengan cara itu. Ketika Anda memainkan permainan seperti itu dan kemudian kalah sekitar 10 detik dari akhir laga itu membuat Anda gila,” serunya.

Namun eks pemain AC Milan ini juga memberikan pesan penting pada para penggawa Juve. Ia meminta mereka untuk segera melupakan kekalahan menyakitkan tersebut.

“Kekalahan seperti itu berlalu seiring waktu. Liga belum berakhir dan kekecewaan akan tetap ada, tetapi Anda harus memikirkan tentang liga,” tegasnya.

Sumber: liputan6.com

Polri Analisis Putusan Praperadilan PN Jaksel Terkait Kasus Century

018030000_1418195564-z3PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui putusan praperadilan memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pengusutan kasus Bank Century. Bila tidak mampu, maka kasus dapat dilanjutkan oleh lembaga penegak hukum lainnya, yakni Polri atau Kejaksaan Agung.

Namun, Polri belum menyatakan sikap terkait bunga amar putusan terkait kasus Century tersebut. “Kita analisis dulu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu 11 April 2018.

Polri, lanjut dia, tidak bisa langsung melakukan upaya paksa dalam suatu proses hukum yang berlaku. Baik pada kasus Century ini atau lainnya, Polri akan melakukan koordinasi terlebih dulu.

“Upaya paksa yang dilakukan kepolisian itu harus dimulai dari koordinasi internal kami dan semua penegak hukum terkait, kami tidak bisa melangkah tanpa itu,” ucap Iqbal.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan praperadilan untuk sebagian yang dilayangkan MAKI. Selain melanjutkan proses penyidikan, KPK juga diperintahkan menersangkakan mantan Gubernur BI sekaligus mantan Wapres Boediono ss.

“Dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan kawan sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya, atau melimpahkannya kepada kepolisian dan atau kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,” ucap hakim tunggal Effendi Mukhtar.

Sumber: liputan6.com

Jack Miller Bicara Kekacauan MotoGP Argentina

014006200_1523252981-4PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Pembalap Alma Pramac Racing, Jack Miller bercerita soal kekacauan yang terjadi di MotoGP Argentina. Balapan yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (8/4/2018) itu dibuat kacau oleh faktor alam.

Menjelang balapan, semua pembalap MotoGP, kecuali Miller, berbondong-bondong masuk ke pit. Mereka beralih menggunakan ban kering dari basah. Hal tersebuth hanya membuat Miller yang berada di grid karena menggunakan ban kering sejak awal.

Kacaunya situasi jelang balapan membuat race director mengambil keputusan. Mereka memberi Miller yang meraih pole position, sebuah keunggulan. Miller diberi keunggulan enam baris dari 23 pembalap lainnya.

“Rasanya aneh hanya seorang diri di grid. Biasanya ada 24 motor di sekitar saya. Kali ini berbeda, tidak ada satupun,” kata Miller, dikutip dari Motor Sport.

“Kemudian saya mencoba menjadi pembalap cerdas, khususnya di lap pertama dengan segala kekacauan yang terjadi di grid,” ujar pembalap MotoGP asal Australia tesebut.

Marquez Buat Kacau

Kekacauan MotoGP Argentina tak berhenti di situ. Drama berlanjut setelah motor Marc Marcquez mati, jelang lampu hijau. Rider Repsol Honda Team itu harus kembali ke gridnya.

“Motor Marc (Marquez) mati di grid, kekacauan terjadi di mana-mana,” ucap Miller.

Marquez juga menjadi masalah Miller. Juara MotoGP musim lalu itu berhasil menyalip Miller pada lap kedua. Namun Miller kembali mendapatkan posisi terdepan setelah Marquez mendapat sanksi, ride-through penalty, beberapa lap setelahnya.

Mimpi Buruk Miller

Saat tengah asik memimpin balapan MotoGP Argentina, hujan mengguyur Sirkuit Termas de Rio Hondo. Miller pun mendapat mimpi buruk. Dia gagal finis terdepan setelah dilewati Cal Crutchloe, Johann Zarco, dan Alex Rins.

“Lalu hujan kembali turun dan saya langsung berpikir ‘oh tuhan, ini akan menjadi mimpi buruk!’ Rasanya sangat pahit. Memimpin balapan dalam waktu lama, meraih pole, tapi tidak bisa podium,” katanya mengakhiri.

Sumber: liputan6.com