Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Author Archives: rifan financindo

Berbagai Penyesalan Bill Gates: Android Hingga Bahasa Asing

Image result for bill gates

pt rifan financindo – Bill Gates baru saja mengungkapkan penyesalan terbarunya. Sebelum ini, sosok yang rutin masuk jajaran orang terkaya sejagat itu pun pernah menuturkan berbagai penyesalannya. Apa saja itu?

Baru-baru ini Gates yang punya segudang kesuksesan, ternyata punya penyesalan. Ia menuturkan salah satu penyesalan terbesarnya adalah tak menghentikan laju Android hingga menguasai pasar saat ini.

“Kesalahan terbesar (saya) adalah… kesalahan manajemen apapun yang saya lakukan yang menyebabkan Microsoft tidak bisa jadi seperti Android,” ujar Gates seperti dilansir dari The Independent, Senin (24/6/2019).

“Secara terperinci, Android dalam konteks platform standar di ponsel non-Apple. Itu merupakan sesuatu posisi alamiah yang ingin ditempati oleh Microsoft sebagai pemenang,” ucapnya.

Selain soal Android, ternyata Bill Gates juga punya penyesalan lainnya yang pernah ia pernah ungkapkan ke publik. Mari simak beberapa penyesalan Gates.

Bagi kalian yang sering memakai kombinasi Ctrl-Alt-Del secara bersamaan, tentu paham bahwa tombol itu punya fungsi bisa menginterupsi sebuah program yang hang dengan memunculan task manager. Tapi Bill menilai kombinasi itu terlalu ribet dan dia sebenarnya ingin ctrl-alt-del jadi satu tombol saja.

“Tentunya jika aku bisa melakukan perubahan kecil, aku akan membuatnya jadi tombol operasi tunggal,” kata Gates.

Ini bukan pertama kalinya orang terkaya dunia itu menyinggung soal ctrl-alt-del. Ia pernah membahasnya beberapa tahun lalu ketika jadi pembicara di universiats Harvard.

“Kami seharusnya membuatnya tombol tunggal. Orang di IBM yang melakukan desain keyboard tidak menginginkannya. Itu adalah sebuah kesalahan,” papar pria yang juga seorang filantropi.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifanfinancindo

rifan financindo

Sumber : Detik

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Messi: Lapangan di Copa America 2019 Sangat Jelek

Image result for lionel messi

pt rifan financindo  – Leonel Messi mengritik lapangan di Copa America 2019. Menurut kapten Argentina itu, semua lapangan sangat jelek.

Argentina berhasil melangkah ke perempatfinal dengan status runner-up Grup B usai mengalahkan Qatar 2-0. Messi tak mencetak gol di laga penentuan ini.

La Pulga punya satu peluang bagus untuk melesakkan gol ke gawang Qatar, namun bola tembakannya dari jarak dekat malah melambung sangat tinggi dari gawang.

Usai pertandingan, Messi mengkritik kondisi lapangan yang dianggap jelek. Tak hanya itu, dia juga merasa sejauh ini semua lapangan tempat Argentina bertanding sangat jelek.

“Semua lapangan tempat kami bermain buruk,” kata Messi seperti dikutip dari Marca.

“Bola sering memantul dan Anda perlu kontrol ekstra untuk menghentikannya. Sulit untuk bermain seperti itu,” sesalnya.

Argentina sejauh ini sudah bermain di tiga stadion, yakni Itaipava Arena Fonte Nova, Estadio Mineirao, dan Arena do Gremio.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifanfinancindo

rifan financindo

Sumber : Detik

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

 

Polisi Larang Aksi di MK, PA 212: Kami Damai dan Tertib

Image result for pa 212

pt rifan financindo – Polisi melarang adanya aksi selama proses sidang sengketa Pilpres di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK). PA 212 menyebut aksi sekaligus halalbihalal di gedung MK akan berjalan damai.

“Kami juga taat prosedur dan dengan itu kami sudah layangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian agar kita bisa bekerja sama agar aksi didengar hakim MK dan juga masyarakat serta berjalan dengan tertib dan damai,” kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin.

Novel menilai wajar polisi melarang aksi tersebut di depan gedung MK. Tapi ada tidaknya aksi itu juga jalan Medan Merdeka Barat ditutup, sehingga fungsi jalan berkurang.

“Hal yang wajar polisi menyampaikan sikapnya seperti itu dengan alasan menjaga ketertiban umum, namun sampai saat ini tanpa kegiatan aksi masyarakat yang membela kepentingan rakyat dan negara di jalan depan MK juga ditutup sehingga fungsi jalan berkurang,” jelas dia.

Tapi lanjut Novel, aksi tersebut sangat penting demi untuk nasib bangsa agar bisa menegakkan keadilan yang berketuhanan sesuai Pancasila. Aksi juga dilindungi undang-undang dan HAM.

“Aksi ini kedepan agar negara ini bisa menegakan keadilan yang berketuhanan sesuai dengan Pancasila dan juga dilindungi oleh undang-undang dan HAM internasional,” tutur dia.

Selain itu, TKN Jokowi-Ma’ruf mengkritik rencana aksi damai PA 212 hingga GNPF di depan gedung MK. Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan meminta PA 212 tidak usah terlalu ‘genit’.

Novel pun menanggapi Ade Irfan yang tidak mengerti perjuangan Islam untuk membela keadilan meski berasal dari partai berlambang kakbah. Ade Irfan disebut sedang menghalalkan segala cara dengan terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

“Justru dia itu pembela politik mungkar yang menghalalkan segala cara termasuk dengan cara curang yang TSM dan diduga tidak jelas status pengacaranya, sehingga tidak heran kalau komentarnya seperti itu baik menyimpang dari agama dan konstitusi bahwa demo dilindungi oleh undang undang,” tegas Novel.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifanfinancindo

rifan financindo

Sumber : Detik

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Berulang Tahun Hari Ini, Berikut 5 Kisah Hidup Jokowi yang Unik

Image result for jokowi

pt rifan financindo – Hari ini, Jumat, 21 Juni 2019 Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo genap berusia 58 tahun. Presiden ketujuh Indonesia yang meniti karir politiknya dari bawah ini dilahirkan pada 21 Juni 1961.

Jika kita balik ke belakang, Jokowi panggilan akrab Presiden Joko Widodo ini mengawali karir politiknya saat menjabat sebagai Wali Kota Solo sejak 28 Juli 2005 sampai 1 Oktober 2012 silam. Kemudian karena citranya yang baik, Jokowi akhirnya bisa melenggang untuk menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.

1. Jokowi Kecil Pernah Disuruh Makan Arang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini mengunggah video animasi berdurasi sekitar 9 menit berjudul Cerita Hidup Jokowi. Banyak cerita yang diungkap, termasuk masa kecilnya yang disuruh sang ibu makan arang.

Kisah itu bermula saat kehidupan keluarga Jokowi mulai membaik setelah usaha dagang sang ayah banyak terjual. Karena itu, ia tahu ibunya mulai memiliki uang.

Perangai iseng Jokowi muncul. Ia sering memanggil tukang jajanan yang lewat dekat rumah, mulai dari tukang siomai, hingga penjaja jajanan pasar. Sang ibu terpaksa membayar jajanan yang dibeli Jokowi kecil.

Hingga suatu waktu, keisengan Jokowi kembali kumat. Ia memanggil seorang pedagang yang dikiranya menjual jajanan pasar. Ternyata, pedagang datang menawarkan arang. Sang ibu yang mengetahui hal itu langsung sigap membeli arang pedagang itu. Ia memanfaatkan hal tersebut untuk memberi pelajaran pada putranya.

2. Rumah Jokowi Pernah Digusur

Menurut ayah Kaesang Pangarep tersebut, mereka terusir tanpa ada kompensasi apapun.

“Kami sekeluarga terusir begitu saja,” kata sulung dari empat bersaudara tersebut.

Kejadian tersebut membuat ia sekeluarga terpukul. Akhirnya, mereka terpaksa menumpang di rumah sang paman dengan kondisi seadanya.

Sang ayah kemudian beralih profesi jadi sopir angkot. Sementara, ibunya meneruskan usaha dagang kayu dan bambu sang bapak di pasar. Jokowi membantu sang ibu berjualan setiap pulang sekolah.

“Bersama-sama kita berjuang untuk tidak lagi menumpang,” katanya. Sang bapak akhirnya bisa membuat bengkel kayu. Setelah beberapa tahun mengumpulkan uang, keluarga itu bisa pindah ke rumah yang dibeli sendiri.

3. Ibunda Jokowi Pernah Dituduh PKI

Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo pernah dituduh sebagai anggota dari anggota Gerwani, yakni salah satu saya organisasi perempuan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam buku besutan Bambang Tri Mulyono dengan tajuk Jokowi Undercover bahkan menuding keluarga Jokowi sebagi keluarga PKI.

Menanggapi hal itu, keluarga Presiden Jokowi bersikap tenang dan tegar. Justru ketegaran tampak langsung dari ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo.

Sujiatmi tidak marah. Sebaliknya, dia dan keluarga mendoakan orang yang memfitnahnya diberi bimbingan dan kesadaran oleh Allah.

“Kita doakan saja agar diberi kesadaran, karena kenyataannya memang tidak seperti itu” kata Sujiatmi.

4. Ayah Jokowi Putra Kades

Ayahanda Presiden Joko Widodo merupakan seorang anak kepala desa. Hal itu disampaikan oleh ibunda Jokowi sendiri, Sujiatmi Notomiharjo.

Sujiatmi Noto Miharjo mengatakan suaminya Noto Miharjo (almarhum) merupakan putra seorang kepala desa di Kranggan, Kabupaten Karanganyar.

“Kakek suami dahulu rumahnya di depan orangtuanya, sehingga saya masih bertetangga sering ketemu,” kata Sujiatmi, usai acara tasyakuran, di Sumber, Solo.

Sujiatmi mengatakan setiap memasuki tahun baru mengingat sejarahnya ketika bertemu dengan suaminya Noto Miharjo yang sekarang sudah almarhum.

“Pak Noto itu, dahulu putra seorang kepala desa, sedangkan keluarga saya pengusaha penggergajian. Namun, Pak Noto akhirnya ikut kerja di penggergajian dan mebel,” kata Sujiami pula.

Sujiatmi menjelaskan setelah menikah dengan Pak Noto kemudian pindah rumah di kawasan Srambatan, Solo, dan kemudian pindah lagi di Gilingan Nusukan.

“Saya di rumah Gilingan selama lima tahun, dan kemudian pindah lagi di Jalan A Yani, Manahan, Solo. Saya tertarik dengan Pak Noto karena beliau dahulu gagah dan ‘ngganteng,” katanya mengakui.

5. Semasa Remaja Suka Main di Kali

Dalam konten video yang diunggah oleh Youtuber Atta Halilintar yang berlatar di Istana Presiden Bogor, Jokowi mengungkapkan kenakalannya saat remaja.

Pengakuannya itu terlontar kala sang Youtuber, Atta melemparkan pertanyaan seputar kehidupan pribadi Jokowi.

“Biasanya tuh pak, kalau anak kecil atau remaja pasti punya kenakalan. Kalau bapak pas masih remaja paling nakal ngapain?” tanya Atta Halilintar dalam video yang diunggah pada Rabu (3/4/2019).

Mendengar pertanyaan Atta Halilintar, Jokowi langsung terkenang dengan masa lalunya. Dahulu, sang kepala negara pernah tidak patuh dengan larangan orangtuanya.

“Kita ini senangnya kan hidupnya di kampung, di pinggir kali. Senangnya ya main-main di kali. Renang di kali meskipun enggak boleh sama orangtua. Nanti kalau hanyut gimana,” papar presiden petahana itu.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifanfinancindo

rifan financindo

Sumber : liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Haris Azhar Tolak Jadi Saksi di MK, PDIP: Pukulan Balik ke 02

Image result for haris azhar

pt rifan financindo – Salah satu saksi yang diajukan tim hukum capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haris Azhar, menolak bersaksi pada persidangan gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Penolakan advokat yang juga pegiat hak asasi manusia (HAM) ini sebagai saksi dianggap PDIP sebagai pukulan balik ke kubu 02.

“Yang mengajukan adalah Tim 02, mengajukan saksi yang tidak bersedia menjadi saksi adalah ‘pukulan balik’ buat tim 02,” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, Rabu (19/6/2019) malam.

Andreas juga menyinggung salah satu alasan penolakan Haris sebagai saksi. Alasan penolakan yang disinggung itu terkait catatan HAM.

“Apalagi Haris juga tidak bersedia karena alasan pelanggaran HAM oleh Prabowo,” ucapnya.

Haris memang menyebut soal catatan HAM menjadi salah satu alasannya menolak sebagai saksi gugatan hasil Pilpres di MK. Dia menyebut baik pihak Prabowo sebagai pemohon dan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pihak terkait sama-sama punya catatan terkait masalah HAM.

“Bahwa selain itu, dan juga penting, saya selaku bagian dari masyarakat Indonesia yang selama ini menuntut akutabilitas dan kinerja pengungkapan pelanggaran HAM yang terjadi di masa lampau, memandang dua kubu kontestan Pilpres 2019, baik kubu Bapak Joko Widodo maupun kubu Bapak Prabowo Subianto, memiliki catatan pelanggaran HAM, di mana Bapak Joko Widodo selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, tidak menjalankan kewajibannya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat; sementara Bapak Prabowo Subianto, menurut Laporan Komnas HAM, merupakan salah satu yang patut dimintai pertanggungjawaban atas kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa sepanjang tahun 1997-1998,” tulis Haris dalam surat yang ditujukannya hakim konstitusi.

Nah, terkait disebutnya Jokowi dalam poin tersebut, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, mengaku pihaknya menghormati alasan Haris itu. Dia mengatakan pihaknya menyadari penuntasan kasus HAM masa lalu bukan semata-mata ditentukan faktor keberanian Jokowi, namun banyak faktor lainnya.

“Terkait sikapnya yang kritis terhadap sikap dan kebijakan presiden Jokowi yang dinilainya belum maksimal untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu juga harus kita hormati. Meskipun kami menyadari bahwa perihal penuntasan pelanggaran HAM masa lalu bukan semata-mata faktor keberanian Jokowi untuk menuntasnnya tetapi karena memang faktor yang harus dipertimbangkan bersifat multidimensional dan jika keliru menanganinya berpotensi menimbulkan turbulensi politik yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan politik yang ujung-ujungnya juga berpotensi menciptakan pelanggaran HAM baru jika terjadi chaos antarkomponen masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Basarah pun menghormati sikap Haris yang menolak menjadi saksi gugatan hasil Pilpres. Dia menilai penolakan Haris sebagai bentuk menjaga independensi sebagai aktivis HAM.

“Saya hormati sikap Bung Haris Azhar tersebut. Sebagai aktivis dan pejuang HAM memang dia harus menjaga independensinya dari pusaran kepentingan politik praktis Pilpres,” ucap Basarah.

Selain Basarah, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno juga angkat bicara terkait salah satu alasan penolakan Haris sebagai saksi yang menyinggung kinerja Jokowi terkait penuntasan kasus pelanggaran HAM. Dia mengatakan penuntasan pelanggaran HAM masa lalu memang sulit.

“Bila Pak Jokowi dinilai belum menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat warisan masa lalu, tentu terdapat kondisi objektif yang membuatnya demikian. Kalau kasusnya sederhana, tentu sudah dipecahkan oleh Presiden sebelumnya. Kita tahu ada pelaku dan informasi para pihak yang susah diverifikasi atau divalidasi. Pak Jokowi bukan malaikat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menilai Haris harusnya bisa memisahkan dua hal berbeda antara menjadi saksi gugatan hasil Pilpres di MK dengan urusan penuntasan kasus dugaan pelanggaran HAM. “Menurutku harusnya dipisahkan dua masalah yang berbeda. Dengan menjadi saksi dia malah bisa memperjuangkan nilai-nilai HAM yang diyakini,” ujar Eva.

Sebelumnya, Haris memutuskan mundur dari posisi saksi yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandiaga. Sedianya Haris didaftarkan sebagai saksi di persidangan MK hari ini oleh tim Prabowo-Sandiaga.

“Saya menolak memberikan kesaksian karena ada beberapa alasan,” kata Haris kepada wartawan, Rabu (19/6).

Baca juga :

pt rifan financindo

rifanfinancindo

rifan financindo

Sumber : Detik

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG