Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Atasi DBD Dengan Angkak, Ini Penjelasan Dari Dokter

angkakRifan Financindo Berjangka – Semarang,? Saat seseorang terkena demam berdarah, sering disarankan mengonsumsi angkak. Benarkah angkak bisa mengatasi demam berdarah? Begini kata dokter.
“Mitos-mitos yang terjadi di beberapa orang seperti meminum angkak adalah salah, karena tidak adanya takaran dosis dari pemakaian angkak itu sendiri,” terang dr Ferawati Lie ahli kesehatan khusus GSK Healthcare Indonesia pada exclusive interview di Graha Paramitha,
Mungkin tidak masalah minum angkak pada saat terkena demam berdarah dengue (DBD), tapi hendaknya berkonsultasi dulu ke dokter. “Jangan percaya mitos-mitos lagi, namun kepada informasi yang jelas,” pesan dr Lie.

Ya, angkak yang difermentasi memang dipercaya dapat meningkatkan jumlah trombosit pasien demam berdarah. Tapi dr Hardhi Pranata, SpS yang memercayai pengobatan herba saat dihubungi detikHealth pada 2011 lalu mengatakan sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan angkak dapat menaikkan trombosit.

Akan tetapi penelitian di Barat menunjukkan angkak memiliki efek untuk menurunkan kadar kolesterol total yakni kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.

Namun dr Hardhi memperingatkan bahwa tidak semua orang bisa mengonsumsi air rebusan angkak. Untuk beberapa orang yang sedang mengonsumsi obat aspirin, ginko-biloba, obat anti agregasi trombosit atau cenderung mengalami pendarahan (bleeding) tidak boleh sama sekali mengonsumsi angkak. Karena hal ini justru bisa memicu terjadinya perdarahan yang lebih parah.

Pada pasien demam berdarah, dr Lie menyarankan agar minum banyak air dan istirahat. Hal ini diharapkan bisa mengimbangi proses penyembuhan. Konsumsi air dalam jumlah cukup bisa mencegah dehidrasi yang dapat membuat pembuluh darah mengecil (shock) sehingga bisa berakibat fatal.

“World Health Organization (WHO) menyarankan jika terjadi demam pada DBD maka obat yang tepat adalah pemberian paracetamol,” tutur dr Lie.

Ia menambahkan bahwa pemakaian obat seperti ibuprofen dan aspirin tidak disarankan oleh WHO karena menyebabkan meningkatnya risiko gangguan lambung dan pendarahan. Demikian kutipan Rifan Financindo Berjangka dari Detik.