Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Aset Safe Haven Diburu, Harga Emas Dunia Menuju US$ 1.669/Oz

Image result for emas

Emas ternyata masih terus menjadi incaran investor yang memicu harganya terus melesat. Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis kemarin (27/2/2020) akibat wabah virus corona yang penyebarannya semakin cepat di luar China.

Kondisi ini membuat sentimen pelaku pasar memburuk, aset-aset berisiko dilego, dan masuk ke aset aman (safe haven) seperti emas.
Pada pukul 15:15 WIB Kamis sore, harga emas dunia diperdagangkan di level US$ 1.647.3/troy ons, menguat 0,47% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Lonjakan kasus virus corona atau Covid-19 terjadi di Korea Selatan (Korsel), Italia dan Iran. Berdasarkan data dari satelit pemetaan ArcGis dari John Hopkins CSSE, jumlah kasus Covid-19 di Korsel kini mencapai 1.595 orang, dengan 12 orang meninggal dunia. Korsel kini menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak kedua setelah China yang menjadi pusat wabah tersebut.

Korban meninggal di Italia juga sebanyak 12 orang, dengan 453 orang yang terjangkit, sementara Iran melaporkan 19 orang meninggal dan menjangkiti 139 orang.

Di China yang merupakan pusat wabah corona, jumlah korban meninggal lebih dari sebanyak 2.700 orang, dan telah menjangkiti lebih dari 78.000 orang. Sementara Secara global virus corona telah menewaskan 2.799 orang, dan menjangkiti lebih dari 82.000 orang. Kasus Covid-19 kini dilaporkan terjadi di 45 negara.

Sebagian bursa saham utama Asia anjlok lagi pada perdagangan kemarin, indeks Nikkei Jepang misalnya yang merosot lebih dari 2%. Bursa Eropa juga masuk ke zona merah di awal perdagangan, dan bursa AS (Wall Street) berisiko mengalami aksi jual, yang tercermin dari pergerakan indeks futures.

Indeks Dow Jones Futures sempat anjlok nyaris 400 poin, sebelum membaik menjadi 147 poin atau turun 0,55% pada pukul 15:15 WIB, berdasarkan data CNBC International. Indeks S&P 500 Futures dan Nasdaq Futures masing-masing merosot 0,5% dan 0,48%.
Anjloknya indeks futures atau berjangka tersebut menjadi indikasi bursa Wall Street akan kembali mengalami aksi jual.

Kabar penyebaran virus corona di AS yang tidak diketahui bagaimana proses terjangkitnya memicu kecemasan di pasar yang berdampak pada aksi jual di indeks futures siang ini. Berlanjutnya aksi jual di Wall Street berpeluang mendorong harga emas naik lebih tinggi lagi.

Melihat grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD bergerak di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), MA 21 hari (garis merah) dan MA 125 hari (garis hijau).

Ruang berlanjutnya penguatan emas pada hari terbuka selama mampu bertahan di atas US$ 1.645/troy ons. Resisten (tahanan atas) terdekat di US$ 1.650/troy ons. Jika mampu ditembus dengan meyakinkan, emas berpotensi menguat ke US$ 1.655 sampai US$ 1.663/troy ons.

Penembusan di atas level tersebut akan membuka peluang ke US$ 1.669/troy ons.

Sebagai informasi, satu troy ounce, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 1.669 per troy ounce dikonversi dengan membagi tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 53,66 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.000/US$, maka prediksi harga emas yakni setara dengan lebih Rp 756.060/gram.

Sementara jika menembus ke bawah US$ 1.645/troy ons, berisiko akan membawa harga turun ke US$ 1.641/troy ons. Support (tahanan bawah) selanjutnya berada di level US$ 1.635 dan US$ 1.626/troy ons.