Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Arah Pergerakan Harga Emas Di Kuartal Kedua Tahun 2015

gold-0031-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Pada kuartal pertama tahun 2015 ini harga emas spot LLG mengalami pergerakan yang volatile. Pada bulan Januari harga logam mulia mengalami kenaikan mantap. Harga emas di bulan Januari lalu bahkan sempat menyentuh posisi paling tinggi sejak bulan Agustus 2014. Akan tetapi setelah mencapai posisi tertinggi tersebut harga kemudian anjlok hingga pertengahan Maret lalu mencapai posisi paling rendah sejak bulan November 2014. Saat ini harga masih bergerak naik-turun.

Pada bulan Januari lalu harga emas melejit disebabkan oleh gelombang volatilitas yang melanda pasar saham Tiongkok. Bursa saham Tiongkok anjlok tajam sehingga mengakibatkan para pelaku pasar berlomba memburu emas yang lazim digunakan sebagai sarana hedging investasi. Sementara itu keputusan bank sentral Swiss (SNB) untuk membatalkan pegging nilai tukarnya terhadap euro karena khawatir anjlok euro akan membawa serta nilai tukar franc Swiss. Harga emas mencapai level 1302 dollar per troy ons pada bulan Januari lalu.

Lalu setelah mencapai level tertingginya tersebut harga emas langsung terseret melemah akibat adanya kabar mengenai rencana Fed menaikkan suku bunga acuan di Amerika Serikat. Membaiknya kondisi ekonomi Negeri Paman Sam, terutama di sektor tenaga kerjanya, telah menimbulkan harapan bahwa suku bunga acuan yang berada di level rekor terendah sejak tahun 2008 akan mulai dinaikkan tahun ini. Awalnya Juni merupakan bulan yang dipatok sebagai awal kenaikan suku bunga.

Fed sendiri telah memberikan sinyal untuk membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada tahun 2015 sehingga para pelaku pasar makin menggelora. Nilai tukar dollar meroket seiring harapan kenaikan suku bunga Fed dan harga emas melorot turun. Pada tanggal 17 Maret lalu harga emas mencapai level terendah sejak bulan November 2014 yaitu pada posisi 1218,05 dollar per troy ons.

Harga emas spot kembali terangkat setelah dollar bergerak retreat dari posisi 12 tahun tertingginya terhadap euro. Hingga saat ini para pelaku pasar masih mencermati rilis data ekonomi dari Amerika Serikat yang sedang kurang baik. Pada kuartal pertama tahun ini harga emas mengalami peningkatan sebesar 0,37 persen.

 

Outlook Harga Emas di Q2-2015

Pada kuartal kedua tahun 2015 harga emas tampaknya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan dollar AS dan prediksi mengenai kenaikan suku bunga acuan. Meskipun para petinggi Fed menyatakan telah membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dilakukan tahun ini akan tetapi beberapa data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat sedikit meredam kemungkinan tersebut. Data dari sektor tenaga kerja di bulan Maret memberikan hasil yang kurang mengesankan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa Fed akan sangat berhati-hati dalam keputusannya menaikkan suku bunga acuan. Kondisi ini bisa jadi akan mengakibatkan kenaikan suku bunga acuan ditunda hingga bulan September atau mungkin akhir tahun 2015. Karena itu harga emas di kuartal kedua masih memiliki kemungkinan untuk mengalami peningkatan.

Secara teknikal harga emas kembali berkonsolidasi di kisaran 1131.05-1307.55 di kuartal pertama 2015. Di bulan Februari sampai dengan maret ini emas mengalami penurunan karena isu mengenai suku bunga the Fed. Namun pernyataan Yellen bahwa suku bunga AS tetap dinaikkan namun bertahap diharapkan tidak berdampak besar pengaruh buruknya terhadap beberapa mata uang negara lainnya dan emas. Pada kuartal kedua ini nampaknya emas akan mengalami kenaikan hingga level 1252.90 pada bolinger tengah 5 time frame monthly sampai level 1287.85 pada bolinger atas 5 time frame monthly.

Sejarah Anjloknya Harga Emas Dunia

Semenjak ekonomi Amerika mengalami krisis ekonomi karena masalah Subprime Mortgage di bulan Oktober 2008, emas mengalami masa keemasannya dimana emas mulai naik dari posisi di level US$729 /tonz hingga mencapai puncak tertingginya di level US$1920.80/tonz pada bulan September 2011 dan mengalami konsolidasi di kisaran level 1795.70 hingga level 1522.00 menjelang April 2013.

Sealnjutnya kejatuhan emas dimulai dari diumumkannya penjualan emas sebesar 15 ton oleh pemerintah Siprus ke pasaran. Sehingga akibatnya, persediaan emas di pasaran semakin bertambah tapi permintaan emas semakin berkurang karena para pelaku pasar terkena dampak Panic Selling dan berlomba-lomba ikut menjual emas hingga emas anjlok hingga mencapai level 1180.10.