Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Analisa Saham Asia Senin, 30 Januari 2017 | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang, Saham di Tokyo turun untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir seiring para investor mengkaji perintah untuk membatasi masuknya orang-orang dari tujuh negara mayoritas Muslim dari kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Sektor bank dan otomotif yang menjadi hambatan terbesar pada Indeks Topix karena penguatan yen terhadap dolar pada hari Senin di Asia. Trump pada Jumat lalu memberikan kebijakan tanpa batas waktu untuk melarang masuknya orang-orang dari pengungsian di Suriah, sementara membekukan masuknya pengungsi lain dan dilarang masuk oleh orang-orang dari negara-negara mayoritas Muslim selama 90 hari, meskipun hakim memblokir bagian dari rencana tersebut. Sekitar 84 persen responden Jepang yang disurvei oleh Kyodo News mengatakan kebijakan Trump ‘America First™ dapat meningkatkan kekhawatiran geopolitik. Bank of Japan (BOJ) memulai pertemuan kebijakan selama dua hari dimulai hari Senin.

Indeks Topix turun 0,5 % ke level 1,541.77 pada pukul 09:32 pagi waktu Tokyo. Indeks Nikkei 225 melemah 0,5 % ke level 19,372.04.

Bursa saham Jepang melemah pada hari Senin menyusul larangan memasuki AS yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump memicu kritik dari dalam dan luar negeri dan menambah kecemasan global terkait kebijakan AS yang dinilai kontroversial.

Pada hari Jumat lalu, Trump memberlakukan pelarangan selama 120-hari bagi ratusan pengungsi untuk masuk ke dalam AS, larangan yang masih belum ditentukan bagi pengungsi dari Suriah, dan larangan selama 90 hari untuk warga negara Iran, Irak, Libia, Somalia, Sudan, Suriah dan Yemen.

Indeks Nikkei futures Jepang terpantau melemah di kisaran 19300, turun sekitar 175 poin dari level penutupan hari Jumat, setelah rilis data menunjukkan penjualan ritel Jepang naik sebesar 0.6% di bulan Desember, berada jauh di bawah estimasi pasar untuk kenaikan sebesar 1.3%.

Fokus investor saat ini tertuju pada Bank of Japan yang memulai pertemuan 2-hariannya hari ini. BOJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya, menepis isu bahwa bank sentral akan memangkas jumlah program stimulusnya.

Saham-saham Hong Kong naik untuk hari keempat berturut-turut pada hari Kamis, mencapai penutupan tertinggi dalam tiga bulan setelah Dow Jones Industrial Average menembus level 20.000 poin untuk pertama kalinya.

Sentimen juga dibantu oleh dolar AS yang lebih lemah, mengurangi kekhawatiran dari arus keluar modal dari Hong Kong.

Indeks dolar merosot ke tujuh minggu terendah, tertekan oleh sikap proteksionis presiden AS Donald Trump.

Indeks acuan Hang Seng naik 1,4 persen, ke 23,374.17, membukukan kenaikan harian terbesar dalam tiga minggu. Sementara Indeks China Enterprises naik 1,2 persen, ke 9,854.36.

Hang Seng telah naik 2,1 persen sepanjang minggu ini, dan telah menguat 6,2 persen dalam bulan ini.

Indeks Dow Jones melonjak pada hari Rabu, karena pendapatan dan optimisme yang kuat atas inisiatif pro-pertumbuhan Trump direvitalisasi kenaikan pasca pemilu di AS.

USDJPY turun pada sesi Asia hari Senin, setelah sempat naik ke level tinggi sepekan pada hari Jumat lalu berkat optimisme kebijakan Donald Trump. Dollar AS dibuka melemah pada hari Senin, terkoreksi turun seiring pasar mencerna data GDP dan pesanan barang modal AS yang buruk pada hari Jumat lalu.

Data dari Jepang menunjukkan penjualan ritel naik kurang dari ekspektasi di bulan Desember, berita negatif seiring Bank of Japan menggelar rapat kebijakan. Penjualan ritel hanya naik sebesar 0.6% di bulan Desember, di bawah estimasi kenaikan sebesar 1.3%.

Bank of Japan akan merilis hasil rapat kebijakan 2-harian pada hari Selasa, dan diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya, meredakan spekulasi pemangkasan stimulus lebih cepat dari waktunya.