Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Analisa Komprehensif Komoditas, 2 Mei 2016


imagesklkoRifan Financindo Berjangka -?
Harga minyak merosot di perdagangan Asia pada Senin pagi karena meningkatnya produksi di Timur Tengah melebihi output AS yang sedang menurun juga dengan depresiasi dolar baru-baru ini yang sebelumnya mendukung minyak mentah. Brent berjangka diperdagangkan pada $47,05 per barel pada Senin pagi, turun 32 sen dari settlement terakhir. Minyak mentah AS turun 28 sen ke $45,64 per barel.

Dolar yang lebih lemah tetap gagal untuk menggairahkan investor di pasar minyak mentah. Dolar telah jatuh lebih dari 6 persen tahun ini terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Bank Perancis BNP Paribas menilai bahwa reli minyak baru-baru, dengan lompatan harga hampr 30%,? hanya didorong oleh sentimen sesaat dan tidak memiliki dasar-dasar fundamental yang kokoh. Kondisi seperti ini memiliki downside risk yang besar yang suatu saat dapat terjadi dan menyeret harga turun dengan cepat.

Fatih Birol, salah satu pejabat eksekutif International Energy Agency (IEA), berpendapat harga minyak mungkin sudah mencapai dasar dan dapat bergerak ke atas jika kondisi normal tetap terjaga. Dia berharap kondisi normal dapat terus terjadi hingga akhir tahun ini.

Sementara itu harga emas dan perak juga melonjak di sesi akhir April. Emas melonjak ke level tertinggi sejak awal 2015 karena investor mencari tempat berlindung di aset safe-haven, di tengah sell-off yang menerpa pasar ekuitas global dan data belanja konsumen AS yang suram hingga mengirim dolar anjlok ke posisi terendah dalam sembilan bulan.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni diperdagangkan antara $1.267,00 dan $1.298,95 per ounce sebelum ditutup di $1.293,15, naik $26,75 atau 2,11% pada sesi. Pada sesi tersebut, emas sempat menguji ambang batas $1.300. Harga emas menutup April dengan lima sesi positif berurutan, mengakhiri bulan April dengan naik lebih dari $50 per ounce. Logam mulia ini telah melonjak sekitar 22% sejak awal tahun ini dan pada kecepatan yang terkuat dalam beberapa dasawarsa.

Emas terus naik setelah terjadi penurunan tajam pada di Wall Street dan bursa saham China. Juga pada hari Jumat, Bank Rakyat China (PBOC) mengejutkan pasar dengan membuat yuan naik 0,56% lebih tinggi terhadap dolar, terkuat dalam satu hari sejak tahun 2005. Langkah PBOC itu muncul setelah dua pertemuan bank sentral yaitu Federal Reserve dan Bank of Japan yang keduanya tetap mempertahankan suku bunga acuan mereka.

Pekan ini menjadi waktu yang penting bagi trend naik harga komoditas dengan hadirnya sejumlah data ekonomi penting baik dari Asia, Eropa maupun Amerika. Isu utama tetap terletak pada tingkat suku bunga Fed, ECB dan BoJ serta perkembangan ekonomi China dan global. Sebagai salah satu produsen dan konsumen terbesar komoditas, data-data manufaktur China di pekan ini harus tetap dicermati. Demikian pula dengan data ketenagakerjaan AS dan setiap komentar dari pejabat ketiga bank sentral tersebut.

Analisa teknikal hari ini

MINYAK MENTAH

Harga minyak mentah (WTI crude) sempat melonjak hingga 46.76 di sesi akhir pekan sekaligus akhir bulan lalu. Pergerakan naik tersebut nyaris menyentuh atau menguji resistance kuat beruapa level 23,6% Fibonacci retracement yang berada di 46.95. Level tersebut adalah target koreksi pertama yang berada pada grafik bulanan. Di akhir sesi tersebut, pada grafik harian harga minyak mentah membentuk candlestick doji, sebuah indikasi pelemahan trend.

Pagi ini harga minyak mentah dibuka di 45.89 dan tekanan jual mulai terlihat pada kerangka waktu intraday. Zona 46.08 akan berperan sebagai resistance pertama dan support yang menjadi target pertama adalah 44.47, level tertinggi sesi April. Harga komoditas ini masih berpeluang untuk melakukan konsolidasi di zona atas selama harga bisa bertahan di area support itu.

Support: 45.00, 44.47, 44.10
Resistance: 46.08, 46.30, 46.95

Saran Transaksi:
SELL di 46.00, SL di 46.75, TP di 44.60

EMAS

Dorongan bullish yang cukup besar pada perdagangan emas terjadi selama sesi Kamis dan Jum?at. Di sesi akhir pekan sekaligus akhir bulan lalu harga emas (XAUUSD) melonjak hingga 1296.55, nyaris menyentuh level psikologis 1300.00, dan selanjutnya ditutup positif di 1292.80. Peluang bullish masih terlihat besar hingga saat ini.

Pada grafik 4-jam posisi harga masih cukup jauh di atas support 1275.75. Pada grafik 1-jam posisi support dinamis di 1288.85, selama support intraday ini terus bertahan, hari ini harga emas masih dapat menanjak lagi setidaknya untuk menguji level psikologis tersebut atau resistance pada grafik mingguan di 1307.55.

Support: 1288.85, 1283.05, 1280.75
Resistance: 1295.60, 1300.00, 1307.55

Saran Transaksi:
BUY di 1289.00, SL di 1283.00, TP di 1300.00

PERAK

Harga perak (XAGUSD) menunjukkan performa yang serupa dengan harga emas. Di sesi akhir pekan sekaligus akhir bulan lalu harga perak melonjak hingga 17.95 dan ditutup positif di 17.85. Di sesi tersebut harga perak nyaris menyentuh atau menguji zona round-number 18.00. Pagi ini harga perak dibuka di 17.81 dan masih menyimpan potensi bullish.

Hingga analisa ini disusun potensi bullish harga perak tetap didukung oleh support-support pada beberapa kerangka waktu yakni 17.65 dan 17.10. Kedua support tersebut adalah zona penting bagi trend jangka intraday dan pendek. Meskipun ada indikasi sideways hari ini, potensi bullish hingga penutupan nanti akan terus terjaga selama kedua support bertahan.

Support; 17.65, 17.10, 16.810
Resistance: 18.00, 18.25, 18.46

Saran Transaksi:
BUY di 17.65, SL di 17.35, TP di 17.95