Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Analisa IHSG Awal Pekan 9 Januari 2017 | RIFANFINANCINDO

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari akhir pekan kemarin ditutup naik. Indeks naik 21 poin (0,46%) ke 5.347.

Dalam beberapa hari ke depan, IHSG akan mencoba menguji resistance yang terjadi akibat gap (14/11/2016) di area 5.380-5.414. Namun jika dilihat dari jangka pendek, IHSG berada dalam kondisi overbought dan sangat rawan untuk terjadinya koreksi. Kenaikan yang terjadi dalam empat hari terakhir tidak disertai dengan volume yang signifikan dan cenderung di bawah rata-rata.

Pergerakan IHSG hari ini kami estimasi dengan rentang perdagangan berada di 5.300 sampai dengan 5.380.

Indeks bursa AS pada ditutup menguat. DJIA 0,32%, S&P500 0,32% dan Nasdaq 0,60%. Indeks saham di Eropa ditutup menguat. Indeks FTSE di Inggris 0,20%, DAX di Jerman 0,12% dan CAC di Perancis 0,19%. Dari Asia, indeks Nikkei di Jepang -0,20%, indeks Hang Seng di Hong Kong 0,21% dan indeks SSE di Shanghai -0,35%.

Emas ditutup di US$ 1.173 per troy ounce atau -0,64%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 53,99 per barel atau 0,43%.

Menutup akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,40% ke level 5.347,02. Hampir semua indeks sektoral ditutup menguat, penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor pertambangan yang menguat 1,25% diikuti sektor infrastruktur yang menguat 0,97%.

Sementara hanya sektor perkebunan yang mengalami pelemahan dengan ditutup turun 0,42%. Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya: TLKM, BMRI, HMSP, NISP, dan ASII. Pelaku pasar asing tercatat melangsungkan aksi beli bersih senilai Rp 127 miliar pada akhir pekan kemarin.

Sementara itu, indeks di bursa Asia ditutup bervariasi seiring dengan rilisnya data ekonomi dan pelemahan dolar AS yang mempengaruhi perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Nikkei dari bursa Jepang ditutup turun 3% inline dengan penguatan yen terhadap dolar. Penurunan paling tajam dipimpin oleh saham elektronik.

Indeks utama bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan kemarin ditengah rilisnya data Non farm payroll AS bulan Desember yang turun menjadi 156.000 dari bulan sebelumnya 204.000 atau lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar 178.000.

Adapun Pengangguran AS bulan Desember tercatat naik menjadi 4,7% dari bulan sebelummya 4,6%. Selain itu defisit neraca perdagangan AS bulan November sebesar US$ 45,2 miliar lebih tinggi dibandingkan defisit bulan Oktober US$ 42,4 miliar. Indeks Dow Jones menguat 0,32% ke level 19.964, Nasdaq meningkat 0,60% ke level 5.521 dan S&P 500 naik 0,35% ke level 2.277.

Sementara itu, indeks utama dibursa Eropa juga ditutup naik tipis. Indeks FTSE 100 naik 0,20% ke level 7.210, DAX menguat 0,12% ke level 11.599 dana CAC 40 terangkat 0,19%. Adapun beberapa data ekonomi Eropa yang rilis pada akhir pekan kemarin di antaranya, indeks Consumer Confidence kawasan Uni Eropa tercatat di level -5,1 lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya -6,2. Namun, indeks penjualan Eropa bulan November mengalami penurunan 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,4%.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan kembali melanjutkan penguatan di tengah penantian rilisnya cadangan devisa bulan Desember yang diperkirakan akan lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Secara teknikal, terbentuknya white marobozu mengindikasikan akan terjadi penguatan lanjutan. Indikator stochastic oscillator bullish, RSI kuat dan histogram MACD positif. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.315-5.389.

Relatif menguatnya Dow Jones dan mixed-nya bursa regional dapat mempengaruhi sentimen. IHSG masih melanjutkan penguatan dengan mulai adanya minat beli asing minggu lalu. Penembusan pada minor resistance akan membuka peluang yang positif atau sebaliknya.

Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif pada hari ini.

Sejumlah analis memproyeksikan laju indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia berpotensi mengalami penguatan pada Senin (9/1).

“Proyeksi cadangan devisa periode Desember 2016 yang akan meningkat akan berdampak positif pada laju IHSG,” kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia akhir November 2016 tercatat sebesar 111,5 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa per akhir November 2016 itu cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

William Surya Wijaya mengharapkan data cadangan devisa yang akan dirilis nanti meningkat, itu menunjukan kondisi perekonomian Indonesia dalam keadaaan terkendali, ditunjang juga oleh stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ia menambahkan bahwa pola penguatan IHSG masih terjaga dalam jangka pendek, diproyeksikan pergerakan IHSG BEI pada Senin (9/1) akan bergerak di kisaran 5.234-5.388 poin.

Analis Binaartha Reza Priyambada menambahkan bahwa aksi beli masih akan marak pada perdagangan besok (9/1) seiring dengan optimisme pelaku pasar terhadap fundamental ekonmi domestik.

“Kenaikan didukung oleh sentimen kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif administrasi pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Kenaikan itu, lanjut dia, diproyeksikan bisa menambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2017 menjadi sekira Rp7,406 triliun atau lebih tinggi dari realisasi PNBP pada 2016 sebesar Rp5,37 triliun.

Di sisi lain, ia menambahkan bahwa laju IHSG juga mendapat sentimen positif dari pernyataan Bank Indonesia (BI) yang mengatakan hingga awal Januari 2017 ini masih terdapat sedikit ruang untuk melonggarkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate.

Di tengah situasi yang cukup kondusif itu, Reza Priyambada memproyeksikan IHSG BEI akan bergerak di level “resistance” di kisaran 5.358-5.370 poin pada Senin (9/1).