Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Analisa Emas Hari Ini | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

pt rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang,?Memasuki hari kedua perdagangan minggu ini, emas nampak sekali berjuang untuk rebound dengan harapan bantuan dari Kuroda dan koreksi dari data properti AS.

Menilik sejenak pada perdagangan sehari sebelumnya, kondisi koreksi emas terjadi namun beruntung hanya tipis dimana pada pasar uang terjadi buyback atau beli kembali mata uang non dollar AS setelah pasar uang sendiri mengalami koreksi panjang akhir pekan lalu sebagai dampak dari pernyataan Yellen.

Emas sendiri gagal koreksi panjang setelah level 1330 tak berhasil ditembus sehingga asa beli muncul ketika bursa saham global juga mengalami aksi ambil untung sejenak.

Fokus data ekonomi hari adalah pernyataan dari gubernur bank sentral Jepang, Haruhiko Kuroda dan data penjualan rumab baru AS.

Kuroda akan jadi poin penting dimana kita tahu bahwa otoritas ekonomi Jepang suka mengeluarkan pernyataan yang selalu disertai serentetan aksi intervensi pasar uang demi ambisi Abenomics atau target inflasi 2% dari Shinzo Abe.

Berbicara pada sebuah forum ekonomi di Jepang, Kuroda akan dicermati ?pakah ada ucapan atau verbal yang mengisyaratkan intervensi ke pasar uang atau tidak, bila ada indikasi intervensi maka ada peluang bagi yen mengalami tekanan atau koreksi dari dollar AS dan ini biasanya juga akan diikuti koreksi di emas.

Namun bila tidak isyarat tersebut maka emas dan yen akan mengalami penguatannya atau reboundnya sejenak sebelum Kuroda akan menghadiri dan berbicara di pertemuan pimpinan bank sentral global di Jackson Hole pada akhir pekan nanti.

Penjualan rumah baru AS sebagai salah satu data pendukung terhadap laju pertumbuhan ekonomi akan sedikit disorot apakah lebih baik ataukah mengalami tekanan di periode ini.

Tim riset Financeroll menimbang, melihat dan menganalisa serta menghitung bahwa kondisi penjualan rumah baru AS akan sedikit terkilir sejenak setelah mengalami perbaikan yang cukup signifikan di bulan lalu sehingga faktor dari dampak konsumen menahan diri jelang pilpres AS dimana masyarakat AS ingin melihat tantangan baru apa di ekonomi AS kedepannya ketika dipimpin presiden baru.

Problem kehati-hatian ini patut diperhatikan lebih lanjut bahwa pola konsumsi masyarakat AS ini akan ditahan lama ataukah sebentar ketika suku bunga baru AS belum final terjadi sehingga ada upaya juga menahan lajunya pertumbuhan ekonomi AS dan pada akhir laju inflasinya juga ikut tertahan.

Pola ini cukup memberi keseriusan bagj indeks dollar dimana bil? nuansa konsumsi ditahan maka kondisi ekonomi tentunya akan jalan ditempat sehingga investor di AS akan gerah dan segera keluar dari AS sehingga ada kesempatan bagi emas untuk menunjukkan taringnya.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange tertekan oleh ekspektasi bahwa pidato Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen pekan ini akan mendukung kenaikan suku bunga segera setelah September. Ekspektasi tersebut telah memicu kenaikan dolar, membuat emas yang dihargakan dalam greenback lebih mahal, sehingga kurang menarik bagi para investor. Para anggota Fed akan berkumpul di Jackson Hole Wyoming menjelang akhir pekan untuk mengkaji kembali kebijakan tahunan. Investor akan mengurai pidato Yellen pada Jumat (26/8) untuk petunjuk tentang nasib suku bunga dalam jangka pendek.

Siang ini, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun tipis 1.20 poin atau 0,09 persen, menjadi menetap di US$1.342,20 per tray ounce. Emas juga berada di bawah tekanan karena laporan yang dirilis oleh Federal Reserve Chicago pada Senin menunjukkan Indeks Aktivitas Nasional meningkat menjadi 0,27 poin selama Juli, angka yang lebih kuat dari perkirakan.