Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ambil & Rebut Peluang Bisnis

indeks8

Menurut sebagian orang, kesempatan dan peluang itu bukan datang sendiri melainkan dicari. Begitu juga dengan peluang bisnis ada dimana-mana, hanya tinggal kita mencari dan menemukannya. Ada yang beruntung dalam pencarian pertamanya sudah menemukan dan berhasil berbisnis. Tak sedikit pula yang memerlukan waktu panjang sebelum bisnisnya mantap dan stabil.

Untuk mencari peluang bisnis yang bagus, diperlukan mata, telinga dan penciuman. Tak perlu tajam-tajam, yang diperlukan hanya mengamati, menganalisa dan mengevaluasi pasar dengan riset. Riset adalah cara paling ampuh untuk mengetahui produk dan jasa yang disukai di dalam masyarakat atau pasar. Dengan demikian kita akan mengetahui arah bisnis yang akan kita ambil. Jangan sekali-kali mengabaikan riset, karena dengan riset kita mendapat pengetahuan dan wawasan yang sejelas-jelasnya mengenai kondisi dan situasi pasar. Termasuk di dalamnya adalah harga, kompetitor dan pengembangan atau modifikasi yang telah dilakukan.

Jika sudah menemukan bisnis yang dapat dan nyaman dijalankan, mulailah membuat diferensiasi dari kompetitor. Seperti yang dikatakan oleh Noval Ramsis dan Supardi Lee dalam bukunya ?? Karyawan ? Boss? terdapat rumusan ATM atau ?amati, tiru dan modifikasi?. Dengan rumusan tersebut bisnis yang kita buat selangkah lebih di depan. Tak ada larangan untuk meniru bisnis orang lain, sejauh tidak bertujuan untuk ?membajaknya?. Jika bisnis sudah berjalan dengan baik, jaga produk tetap baik dan ditingkatkan. Kemudian tingkat kepuasan konsumen juga harus dijaga dan ditingkatkan. Jangan buat konsumen kecewa, bukan hal yang mudah untuk mengembalikan kepuasan konsumen.

Untuk mencari peluang bisnis, simak tip-tip berikut ini;

  1. Peluang bisnis ada dimana-mana. Hanya perlu keseriusan dan ekstra energi untuk menemukannya.
  2. Pentingnya riset pasar. Dengar dan tanyakanlah produk yang tengah digandrungi oleh masyarakat.
  3. Harga produk dan jenisnya harus juga menjadi pertimbangan saat riset pasar agar benar-benar menghasilkan masukan bermanfaat.
  4. Buatlah marketing dan budgeting plan agar produk yang ingin dipasarkan dan bujet yang diperlukan tergambarkan dengan jelas.
  5. Marketing plan itu mencakup segmentasi, harga, tempat dan cara promosi. Sedangan budgeting lebih pada soal pembiayaan.
  6. Ada baiknya mengikuti aturan main daerah setempat saat membuka bisnis baru agar tidak terganjal di tengah jalan.
  7. Mulailah bisnis dengan penawaran unik dan menarik sehingga menarik minat orang untuk mengenal produk kita.
  8. Harga untuk sementara disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Dalam artian tidak lebih tinggi dari produk sejenis yang sudah ada lebih dahulu di pasaran.
  9. Lakukanlah bisnis dengan penuh etika dan tanggung jawab. Bila terjadi komplain, sebaiknya langsung diberikan solusi, tujuannya adalah untuk mengambil hati konsumen.
  10. Sebisa mungkin peluang bisnis itu dikerjakan dgn konsentrasi 100% bahkan lebih. Karena sekali saja konsumen kecewa maka akan berakibat fatal.
  11. Setelah produk dilempar ke pasar, lakukan dengan segera evaluasi tanggapan tentang kepuasan pembeli.
  12. Jika indeks kepuasan konsumen baik, bisa ditingkatkan. Namun jika sebaliknya, segera tinjau ulang dan revisi secepatnya.
  13. Jika hasil evaluasi menunjukkan produk kurang diminati, dalam jangka waktu tertentu bisa dipertahankan. Namun jika sudah tidak kondusif lagi sebaiknya dihentikan.
  14. Bisnis yang kurang mendapat tanggapan bisa menjadi pengalaman untuk memulai bisnis baru lainnya.
  15. Jangan berkutat pada satu bisnis yang memang kurang prospektif, ganti haluan dan buatlah yang baru.

 

sumber : bisnisindeks.com