Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Akankah Jokowi Turunkan Harga BBM Hari Ini?

067083000_1421669635-spbu_4

Rifan Financindo Berjangka – Pemerintah mengisyaratkan akan mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium pada hari ini, Senin, 5 Oktober 2015.

Isyarat tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di sela peluncuran Operasi Pasar Beras, di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 2 September 2015. [Baca: Jokowi Minta Harga Premium Diturunkan]

“Ada kemungkinan diturunkan. Dilaporkan nanti kepada saya, pada hari Senin, 5 Oktober 2015. Kalau bisa diumumkan, kalau tidak bisa juga diumumkan,” kata Jokowi beberapa waktu lalu dilansir laman Setkab.go.id.

Jokowi mengatakan, berdasarkan laporan menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM), harga BBM jenis Premium tidak akan naik hingga Desember mendatang. Mengingat kondisi ekonomi dalam negeri tengah melambat.

Namun, Jokowi tetap meminta kepada menteri ESDM untuk meninjau terhadap biaya-biaya yang ada, guna mengkaji kemungkinan penurunan harga.

“Memang sudah disampaikan bahwa harga tidak akan naik sampai akhir Desember. Tapi, kan, saya sampaikan, apakah ada kemungkinan dilihat lagi biaya yang ada, bisa diefisiensikan,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, saat memimpin rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2015, Presiden Jokowi telah meminta PT Pertamina menghitung kembali harga BBM, khususnya jenis Premium dan Solar.

Sementara itu, pada Rabu, 30 September 2015, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Nyoman Wiratmaja, lebih dulu menyatakan bahwa harga BBM jenis Premiun tidak berubah hingga Januari 2016.

“Coba dihitung lagi. Meskipun kemarin sudah diumumkan oleh menteri ESDM, tapi ini negara sedang membutuhkan. Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin yang namanya Premium itu diturunkan, meskipun sedikit,” kata Presiden Jokowi.

Jokowi juga sudah dilapori terkait harga BBM yang berlaku saat ini masih minus dua persen dari harga keekonomian. “Tapi, mungkin masih bisa diturunkan,” ujar Presiden.