Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

90 Ahli Kota Dunia Akan Kumpul di Jakarta Bantu Ahok, Ada Apa?

elenavlasyuk

Rifan Financindo Berjangka – Lembaga asal Uni Eropa, New Cities Foundation, akan membantu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas, bencana, dan keamanan kota.

New Cities Development akan mendatangkan 90 ahli kota, seperti wali kota, peneliti, pelaku bisnis, hingga ahli transportasi dunia, untuk berbicara dan mencari solusi menuntaskan persoalan Jakarta. New Cities Development akan merumuskan solusi untuk Jakarta dari berbagai sudut pandang.

“Kami bawa peserta dari 50 negara undang 800 partisipan, kemudian 90 pembicara dari kepala daerah, pelaku bisnis, peneliti di dunia, untuk berpikir tentang kota. Bagaimana rumah yang terjangkau, bagaimana perbaiki kemacetan, bagaimana menyiapkan ketahanan kota seperti menghadapi bencana banjir, bagaimana membiayai infrastruktur kota seperti jalan, kanal, dan transportasi publik,” kata Executive Director New Cities Foundation Mathieu Lefevre, di Pacific Place Jakarta, Kamis malam (12/3/2015).

Rencananya, New Cities Foundation menyelenggarakan New Cities Summit pada 9-11 Juni 2015 di Jakarta. Acara ini merupakan yang ke-4 digelar oleh New Cities Foundation. Jakarta akan menjadi kota di Asia pertama yang dipilih, setelah acara serupa digelar di Dallas (Amerika Serikat), Sao Paolo (Brasil), dan Paris (Prancis).

Jakarta dipilih, karena persoalan sangat kompleks, namun ibu kota Indonesia ini diproyeksikan menjadi kota super maju dalam waktu 10 sampai 20 tahun mendatang. Jakarta dalam 10 tahun ke depan jumlah penduduknya bisa sama dengan total penduduk Prancis.

“Jakarta akan jadi kota yang tumbuh. Pemerintah, media, dan pelaku bisnis semua ada di sini. Jadi 10-20 tahun ke depan Jakarta akan jadi sangat besar. Bagi kami ingin membantu Jakarta. Kita yakin masa depan Indonesia tetap di Jakarta. Setiap kota punya tantangan. Paris punya security problem. Setiap kota punya tantangan sehingga kita pilih Jakarta,” ujarnya.

Persoalan Jakarta saat ini serupa dengan Kota New York, Singapura, hingga Dubai beberapa tahun lalu. Salah satu solusinya adalah, merumuskan visi dan rencana yang jelas tentang pengembangan kota.

“Jadi 40 tahun lalu, New York nggak aman, Central Park dahulu waktu saya kecil nggak berani ke sana New York sekarang jadi kota paling aman di dunia. Singapura 30-40 tahun lalu bukan apa-apa. Dubai juga 10 tahun lalu bukan apa-apa,” ujar Lefevre.