Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Kembali Menguat Usai Aksi Jual pada Pekan Lalu

emas1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas kembali naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), setelah sebelumnya mengalami kerugian yang dalam karena aksi jual dari Investor.

Mengutip CNBC, Selasa (22/6/2021), harga emas di pasar spot naik 1,1 persen ke level USD 1.782,83 per ounce pada pukul 13:48 EDT. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,8 persen ke level USD 1.782,90 per ounce.

“Orang-orang menggunakan momen koreksi untuk membeli emas, pada tingkat harga ini, ada nilai untuk menahan posisi emas, terutama untuk jangka panjang,” kata kepala analis Blue Line Futures Chicago, Phillip Streible.

Harga emas telah turun 6 persen atau USD 113 per ounce pada minggu lalu karena Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengisyaratkan akan segera mulai mengurangi pembelian aset dan dapat mulai menaikkan suku bunga pada 2023.

Namun dampak dari isyarat tersebut, indeks dolar telah turun dari level tertinggi dalam 2 1/2 bulan, mendorong investor untuk beralih ke emas, yang jatuh selama enam sesi berturut-turut sebelum kembali menguat pada perdagangan Senin.

Streible memperkirakan, harga emas akan melayang di atas USD 1.800 per ounce, karena dolar AS overbought.

Sebelumnya, harga emas mengalami pergeseran pada pekan lalu. Logam mulia tersebut turun USD 100 per ounce karena dibayangi sikap hawkish The Fed.

Investor kini tengah sibuk mencoba menilai kembali nilai wajar emas. Harga emas berjangka Comes diperdagangkan terakhir pada USD 1.771,10, turun lebih dari 5 persen pada pekan lalu.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

“Itu adalah penurunan besar, dan itu mengguncang banyak orang. Emas bisa reli kembali sedikit pada pekan depan dengan menemukan nilai wajarnya. Dengan semua yang saya lihat, USD 1.950 – USD 2.000 bukanlah nilai wajar, tapi saya pikir USD 1.600 juga bukan nilai wajar. Pekan depan, emas akan mencari pijakannya,” kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC, Kexin Grady, dikutip dari Kitco, Senin (21/6/2021).

Menurut Grady, harga emas telah berjuang bahkan sebelum pengumuman Fed, dan gagal membuat kenaikan signifikan di atas level USD 1.900 per ounce. Ini merupakan pertanda buruk.

“Dengan stimulus di luar sana, emas tidak bisa mencapai USD 2.500. Emas seharusnya berkinerja jauh lebih baik di lingkungan ini. Sebaliknya, emas diredam dan mengalami kesulitan reli. Dan dengan inflasi yang masuk, The Fed harus menghadapinya di beberapa titik dengan berbicara tentang menaikkan suku bunga,” tuturnya.

Dalam jangka panjang, Grady mencatat bahwa investor mungkin harus mempersiapan diri untuk kisaran perdagangan emas yang lebih rendah. Menurutnya di kisaran USD 1.700 – USD 1.500.

“Saat kita mendekati kuartal empat, saat itulah Anda bisa melihat emas di USD 1.500 per ounce,” katanya.

Co-Director Walsh Trading, John Weyer, mengatakan penurunan harga emas memang sudah diantisipasi, tapi tidak menyangka bahwa itu akan sangat fluktuatif.

“Pasar logam mulia tampaknya bereaksi berlebihan terhadap jenis berita utama ini, dengan investor benar-benar memperhatikan perkataan Fed. Dan orang-orang berlarian ke pintu. Saya menduga kita akan melihat banyak penurunan pada pekan depan,” jelasnya.

Sumber : Liputan 6

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG