Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

BERANI BERUBAH: Korban PHK Kembali Bangkit Lewat Wastafel Portable

045031500_1601075087-WASTAFEL_4

Rifan Financindo Berjangka– Berdamai dengan kenyataan. Itulah yang kerap harus dilakukan oleh para korban pandemi Covid-19. Kehilangan adalah suatu hal yang sering dialami mereka. Tak hanya nyawa, namun juga penyambung hidup.

Mereka yang masih bertahan harus mengais kesempatan. Namun, diberhentikan dari pekerjaan bukanlah akhir dari segalanya. Bisa jadi ini adalah sebuah permulaan baru untuk Berani Berubah.

Itulah yang dirasakan oleh Raden Agus Choliq dan beberapa pemuda lainnya di Dusun Paten, Tridadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebelumnya bekerja di berbagai sektor seperti restoran, hotel, penyewa alat pesta, hingga jasa sablon, namun kini mereka bersama menciptakan wastafel portable yang cara kerjanya diinjak. Cocok untuk memerangi pandemi.

“Kami melibatkan 15 pemuda yang ada di tempat kami dan rata-rata mereka bermasalah dengan pekerjaannya karena pandemi,” tutur Agus kepada Tim Berani Berubah.

“Kita harus selalu hidup, selalu mempunyai tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat. Ini yang memberikan motivasi bagi kami untuk bisa selalu berubah agar kita tidak tergilas oleh keadaan seperti apapun. Keadaan seperti apapun kita harus survive,” sambungnya.

Agus memulai usaha wastafel portable ini sejak pandemi Covid-19 menghantam Yogyakarta. Awalnya, dia bersama rekan-rekannya sering berkumpul untkuk saling berkeluh kesah karena tak adanya pekerjaan.

Di tengah kebuntuan mereka, tiba-tiba muncul ide untuk memanfaatkan peluang karena pandemi. Mereka pun terinsipirasi akan himbauan pemerintah untuk selalu mencuci tangan setiap habis melakukan aktivitas apapun.

“Nah di antara diskusi saya dan temen-temen saya, bagaimana bisa menciptakan wastafel ini tanpa harus memegang keran secara bergantian, sehingga ide muncul untuk membuat wastafel injak,” Agus menjelaskan.

Tak disangka, permintaan untuk wastafel buatan Agus dan rekannya cukup luar biasa. Ternyata, instansi pemerintah maupun swasta tertarik dengan konsep wastafel yang kerannya tak perlu diputar dengan tangan. Cukup diinnjak dengan kaki dan air pun keluar.

“Lebih sudah dari 1.000 unit ya sudah kita produksi dan kita pasarkan di Yogyakarta dan sekitarnya,” ungkap Agus.

Agus sadar bahwa permintaan wastafel portable ini nantinya tidak akan sebanyak saat sedang pandemi. Namun, dia berharap usaha ini bisa terus dikembangkan, bahkan saat nanti pandemi sudah berakhir. Dia yakin hal ini bisa menjadi suatu lapangan pekerjaan untuk menggerakkan pemuda di daerahnya.

“Motivasi saya dan temen-temen saya untuk mau berubah karena ya situasi sulit, situasi pandemi yang sulit ini. Kegiatan ekonomi berhenti, lalu kegiatan-kegiatan yang rutin mereka lakukan juga berhenti,” ucap Agus.

“Mereka di saat pandemi masih bisa mendapatkan penghasilan yang normal. Padahal di saat yang lain kesulitan untuk mencari rezeki, tapi temen-temen yang berkreatif di sini itu dia alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhannya,” dia mengakhiri.

Berbagai cara harus dilakukan untuk bertahan hidup di masa pandemi. Pastinya cerita Agus dan rekan-rekannya menjadi kisah inspiratif untuk pantang menyerah di saat kondisi terpuruk.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

HEADLINE: Penetapan Masker Kain Berstandar Nasional, Bagaimana dengan Scuba dan Buff?

086555500_1600952525-Infografis_pakai_masker_kain_sni

Rifan Financindo Berjangka– Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar masker yang layak pakai agar efektif mencegah penularan COVID-19.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menjelaskan terdapat 3 jenis masker yang dianjurkan yakni maske N95, masker bedah, dan masker kain.

“Masyarakat tidak boleh sembarangan menggunakan masker kain, terutama kain tipis seperti masker scuba dan buff. Penggunaan masker kain setidaknya dua lapis,” kata Yurianto beberapa waktu lalu.

Masker kain maksimal hanya dapat dipakai selama 3 jam, setelah itu harus diganti dengan masker bersih, karena lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita.

Selain ketiga bahan diatas, menurut Yuri, masker dengan bahan yang lain tidak akan efektif untuk mencegah penularan COVID-19, karena bahannya yang dianggap tidak cukup kecil untuk menahan droplet yang dikeluarkan oleh mulut ataupun hidung.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) pun menetapkan standar mengenai masker kain guna menekan penyebaran COVID-19.

Standardisasi ini tertuang dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil – masker dari kain. Penetapan SNI masker kain berdasarkan Keputusan Kepala BSN Nomor 407/KEP/BSN/9/2020.

Sesuai SNI, masker kain yang berlaku paling tidak terdiri dari dua lapis. Sehingga masker jenis scuba dan buff tidak termasuk di dalammya.

“SNI 8914:2020 menetapkan persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable),” kata Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Nasrudin Irawan di Jakarta pada Selasa (22/09/2020).

Nasrudin juga mengungkapkan bahwa standar ini tidak berlaku untuk masker dari kain nonwoven dan masker untuk bayi.

Pemilihan bahan untuk masker kain perlu diperhatikan karena jenis bahan memengaruhi filtrasi serta kemampuan bernapas seseorang. Efisiensi filtrasi tergantung pada kerapatan kain, jenis serat dan anyaman.

Filtrasi pada masker dari kain berdasarkan penelitian adalah antara 0,7 sampai 60 persen. Semakin banyak lapisan maka akan semakin tinggi efisiensi filtrasi seperti dikutip rilis resmi di laman BSN.go.id.

Dalam SNI 8914:2020, masker kain dibagi kedalam tiga tipe. Tipe A masker kain untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk filtrasi partikel. Pengujian yang dilakukan, diantaranya uji daya tembus udara dilakukan sesuai SNI 7648; uji daya serap dilakukan sesuai SNI 0279; uji tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan ludah; pengujian zat warna azo karsinogen; serta aktivitas antibakteri.

Meskipun demikian, penggunaan masker juga harus dilakukan dengan benar. Nasrudin mengingatkan masker kain perlu dicuci setelah pemakaian dan dapat dipakai berkali-kali.

“Meski bisa dicuci dan dipakai kembali, masker kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4 jam, karena masker kain tidak seefektif masker medis dalam menyaring partikel, virus dan bakteri,” ucap Nasrudin.

Dengan ditetapkan SNI masker kain, diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus Corona serta diikuti dengan tindakan tetap mengikuti protokol kesehatan lainnya, yakni jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir.

Menurut Profesor Mikrobiologi dari Universitas Indonesia, Pratiwi Pujilestari Sudarmono, imbauan dari pemerintah sesungguhnya sangat sederhana.

“Itu sih tidak usah dipikir terlalu susah. Kita tahu bahwa scuba, contohnya, Anda ambil deh (masker) scuba itu, karena dia satu lapis. Jadi kalau Anda tiup dari belakang, pasti kerasa, kalau ada api di situ bisa mati langsung,” kata Pratiwi saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (24/9/2020).

Sebab, kata dia, masker scuba hanya satu lapis. Sementara masker yang baik minimal tiga lapis, sehingga kerapatan kain bisa menghambat masuknya partikel, debu, bakteri, dan virus meskipun tidak 100 persen.

Pratiwi mengatakan masker scuba umumnya memiliki kerapatan yang kurang. Jika dibandingkan dengan masker medis yang bukan tenunan, cara pembuatannya pun berbeda.

“Kalau masker medis kan dia lembaran yang dicetak, dibuat secara kimiawi, sehingga tidak ada lubang sama sekali,” ujarnya.

Pratiwi mengatakan metode meniup korek api atau lilin dengan menggunakan masker, bisa menjadi cara mudah untuk menguji efektivitas masker dalam menyaring udara.

“Selama lilinnya masih bisa mati berarti dia masih bolong, udara masih bisa lewat. Padahal kerapatannya harus kurang dari 0,1 mikron kalau mau menahan virus,” kata dia.

Ia menjelaskan, masker kain umumnya memiliki kerapatan sekitar 0,3 mikron. Sementara masker N95 mampu menahan hingga 0,1 mikron. Namun, masker N95 hanya diperuntukkan bagi tenaga medis.

Untuk itu, Pratiwi tetap merekomendasikan penggunaan masker kain tiga lapis dalam aktivitas sehari-hari. Apalagi, saat ini banyak masker jenis tersebut yang dijual dengan harga lebih murah dari masker bedah.

“Itu sudah cukup. Jadi masalah (masker scuba dan buff) itu hanya lapisannya yang terlalu tipis,” tandas Pratiwi.

Pratiwi menjelaskan masker scuba sendiri umumnya memiliki kerapatan yang kurang. Masker scuba ini, kata dia, bisa dipakai namun harus beberapa lapis.

“Kalau mau (bisa) rangkap tiga, empat, atau lima, beberapa (lapis). Kalau masker medis waktu kita lihat cara mereka membuat itu kan lapisannya dilapis, dilapis, dilapis sampai berkali-kali,” kata Pratiwi.

Namun, penggunaan masker scuba yang berlapis-lapis semacam ini malah akan menambah rasa tidak nyaman saat dipakai.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Wamen BUMN: Peran Corporate University Sangat Penting Ciptakan SDM Sesuai Kebutuhan

097650400_1540379772-Dirut_Bank_Mandiri

Rifan Financindo Berjangka– Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa universitas yang dimiliki oleh perusahaan memiliki peran yang penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Alasannya, pertalian antara dunia kerja dengan institusi pendidikan bisa merancang calon pekerja memiliki kemampuan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Peranan corporate university atau training center menjadi sangat krusial dan itu menjadi pembelajaran program yang harus kontinyu,” kata Kartika dalam launching BRILSP secara daring di Jakarta, Rabu (23/09/2020).

Lewat lembaga pendidikan atau lembaga pelatihan ini SDM yang disiapkan akan dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Peningkatan kemampuan calon pekerja akan disesuaikan dengan tantangan di zamannya.

Hadirnya BRILPS sebagai lembaga sertifikasi profesi di Bank BRI ini diharapkan dapat menyiapkan SDM unggul yang dibutuhkan perusahaan. Sehingga bank plat merah ini memiliki spesialisasi teknis untuk berbagai kompetensi perbankan.

“Jadi bukan sekedar latihan tetapi benar-benar kaitannya dengan talent development sesuai dengan individual development plan yang diharapkan masing-masing pegawai,” kata Tiko sapaan Kartika.

Tiko menambahkan tantangan SDM di masa depan lebih berat. Sebab semua sektor bersinggungan dengan teknologi. Industri perbankan juga dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologinya.

“Di dunia yang sangat teknologi driven ini, orang harus mulai melek teknologi,” kata dia.

Pemahaman tentang digital platform dan bisnis model terkait digital sangat krusial. Sebab dunia perbankan sebagian besar produknya akan masuk ke produk digital.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minim Sentimen, Bursa Saham AS Bergerak Datar

4bb17d1d-83d7-41aa-8bfe-9dfdc00c4012_169

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rifan Financindo Berjangka– berjangka AS bergerak datar dalam perdagangan semalam pada hari Selasa, setelah S&P 500 mengalami hari positif pertama dalam lima hari.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2020), Dow berjangka naik 35 poin. S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures masing-masing turun 0,02 persen dan 0,03 persen.

Penghasilan yang lebih baik dari perkiraan dari Nike dan KB Home mengangkat sentimen di Wall Street setelah penutupan hari Selasa. Nike melihat penjualan digital naik 82 persen, mendorong stok naik 6 persen setelah jam kerja.

Saham Tesla juga naik dalam perdagangan yang diperpanjang setelah Elon Musk mengatakan pengiriman pembuat mobil listrik itu diharapkan meningkat 30 persen menjadi 40 persen pada tahun 2020.

Pada hari Selasa, rata-rata utama menghentikan penurunan beruntun beberapa hari, semua ditutup di area hijau. Dow Jones Industrial Average naik 140 poin dan S&P 500 naik 1,1 persen. Nasdaq Composite yang memiliki banyak teknologi adalah yang relatif lebih baik, melonjak 1,7 persen saat Amazon melonjak 5,7 persen.

“Segera setelah S&P 500 mencapai zona koreksi resmi mendekati penurunan 10 persen kemarin, ‘pembeli turun’ muncul dan terbukti sejak itu,” kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group, kepada CNBC.

Saham saham teknologi semuanya ditutup di wilayah positif pada hari Selasa.

“Optimisme meluas seiring berjalannya hari, mengangkat tidak hanya saham teknologi dan komunikasi untuk hari kedua, tetapi berakhir dengan delapan dari 11 sektor dalam Indeks S&P 500 di zona hijau,” tambah Paulsen.

Penguatan saham dibatasi oleh kekhawatiran tentang peningkatan kasus virus corona di Inggris yang dipasangkan dengan prospek suram untuk RUU stimulus kedua dari Kongres Amerika Serikat. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hari Selasa mengumumkan pengetatan pembatasan ekonomi dan langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Johnson mengatakan bahwa negara itu berada pada “titik balik yang berbahaya.”

Kematian akibat virus korona AS mencapai 200 ribu pada hari Selasa, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Dengan rencana stimulus menemui jalan buntu di Washington, Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menegaskan kembali kepada anggota parlemen bahwa ekonomi AS dapat mulai melambat dalam beberapa bulan mendatang tanpa stimulus fiskal lebih lanjut dari Kongres. Powell mengatakan kepada Komite Jasa Keuangan DPR bahwa banyak perkiraan ekonomi yang mendasari tindakan fiskal. Powell juga meyakinkan investor bahwa bank sentral akan mendukung perekonomian “selama dibutuhkan.”

Powell dengan bersaksi lagi pada hari Rabu kepada Sub-komite Terpilih Kongres tentang Krisis Virus Corona.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : liputan6.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Saat IHSG Ambles, Asing Ternyata Borong 5 Saham Ini Lho!

ilutrasi-bursa-cnbc-indonesiamuhammad-sabki-3_169

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rifan Financindo Berjangka– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan Senin kemarin (21/9/20) tertekan dan ambles 1,18% di level 4.999,36 setelah isu independensi Bank Indonesia (BI) kembali santer.

Padahal indeks sempat mencapai level tertinggi harian 5.075, meski akhirnya juga sempat menyentuh level terbawah 4.987.

Data perdagangan mencatat, ada 115 saham naik, 329 saham ambles, dan 144 saham stagnan.

Investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 249 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 6,8 triliun. Secara total digabung dengan pasar nego dan tunai, net sell asing Rp 311,12 miliar.

Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII) dengan jual bersih sebesar Rp 29 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 91 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak di koleksi asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 65 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan net buy sebesar Rp 26 miliar.

Meski asing sebagian besar masih kabur (net sell), tapi ada lima saham dengan beli bersih terbesar yakni:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Saham BBRI dibeli asing mencapai Rp 74,42 miliar, meskipun harga sahamnya turun 0,93% di level Rp 3.190/saham. Nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp 394,19 miliar dengan volume perdagangan 123,19 juta saham.

  1. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Saham emiten menara telekomunikasi ini dibeli asing Rp 26,44 miliar, kendati harga sahamnya juga terkoreksi 1,44% di posisi Rp 1.025/saham. Nilai transaksi saham TOWR ini mencapai 127,42 miliar dengan volume perdagangan 123,26 juta saham.

  1. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham emiten alat berat dan tambang emas Grup Astra ini dibeli asing Rp 15,82 miliar. Harga sahamnya juga minus 0,84% di posisi Rp 23.600/saham. Nilai transaksi perdagangan Rp 63,93 miliar dengan volume perdagangan 2,71 juta saham.

  1. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)

Saham pengelola restoran The Duck King ini dibeli asing Rp 7,86 miliar. Harga sahamnya ambles 6,15% di posisi Rp 244/saham dengan nilai transaksi Rp 9,82 miliar dan volume perdagangan 38,02 juta saham.

  1. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

Saham emiten telekomunikasi yang masuk Grup Saratoga ini dibeli asing Rp 7,83 miliar. Harga sahamnya naik 2,37% di posisi Rp 1.295/saham, dengan nilai transaksi Rp 74,35 miliar dan volume perdagangan 57,25 juta saham.

Saham-saham bank memang terkoreksi kemarin. Sentimen dari dalam negeri soal Bank Indonesia (BI) yang akan kembali menjadi pengawas industri perbankan menjadi salah satu katalisnya.

Kabar ini kembali muncul di pasar. Bahkan, kabar terbaru menyebutkan perubahan payung hukum tersebut tak lama lagi dibahas pemerintah bersama DPR.

Pembahasan terkait kewenangan BI sebagai otoritas moneter belakangan menjadi sorotan pelaku pasar. Pasalnya saat pandemi seperti ini, pergeseran fungsi kelembagaan dinilai sangat sensitif bagi pelaku pasar.

Di Asia, bursa saham di kawasan ini juga kompak ditutup melemah, seiring dari kabar adanya pengelolaan dana mencurigakan di bank-bank raksasa dunia dan kabar dari lonjakan kasus Covid-19 di Eropa.

Tercatat, indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 2,06%, disusul indeks Shanghai di China yang melemah 0,63%, STI Singapura terdepresiasi 0,48% dan Kospi Korea Selatan yang terjatuh 0,95%. Sedangkan indeks Nikkei Jepang hari ini libur karena sedang memperingati hari penghormatan manula.

Reuters melaporkan bahwa bank-bank raksasa di Asia seperti HSBC dan Standard Chartered telah mengelola dana mencurigakan dalam dua decade terakhir. Laporan tersebut mengutip dokumen rahasia yang diajukan bank ke pemerintah AS, dan langsung dibantah oleh beberapa bank tersebut.

“Kami tidak mengomentari berita mengenai aktivitas mencurigakan,” tutur HSBC dalam pernyataan resminya kepada CNBC.

Sementara itu, Standard Chartered dalam pernyataannya menyebutkan bahwa dalam realitasnya akan selalu ada upaya mencuci uang dan menghindari sanksi, dan perlu “tanggung-jawab untuk memerangi kejahatan finansial dengan sangat serius”.

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

Rifan Financindo Berjangka

sumber : cnbcindonesia.com

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG