Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Harga Emas Naik di Tengah Negosiasi Perdagangan AS-China

Image result for EMAS

Harga emas naik lebih tinggi dipicu ketidakpastian di tengah negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat-China. Ini mengimbangi tantangan rilis data ekonomi AS yang positif, sementara paladium yang dilanda defisit memperpanjang rekornya.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.477,12 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 November di posisi sehari sebelumnya USD 1.484. Adapun emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen menjadi USD 1.483,10 perons.

“Kami melihat permintaan muncul untuk emas,” kata Analis Riset Komoditas Peter Fertig.

Namun, dia melanjutkan selama Presiden AS Donald Trump tidak membuat pernyataan yang jelas tentang apa yang dia inginkan, pasar akan tetap bingung.

“Harus ada pemotongan tarif jika Washington dan Beijing ingin mencapai perjanjian perdagangan sementara,” kata Kementerian Perdagangan Chinapada hari Kamis. Ini terjadi sehari setelah Trump mengatakan pembicaraan perdagangan sedang berlangsung

Hal ini berbeda dengan komentar sebelumnya yang menyarankan kesepakatan mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden di 2020.

Adapun hal yang membatasi gerak emas adalah data ekonomi Amerika Serikat yang positif. Data menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun ke level terendah sejak pertengahan April untuk pekan yang berakhir di 30 November.

Sementara defisit perdagangan AS merosot ke level terendahhampir satu setengah tahun di bulan Oktober.

Adapun paladium melanjutkan rekornya, menuju harga puncak sepanjang masa dari USD 1.876,54 per ounce di tengah kekhawatiran pasokan logam. harga terakhir naik 0,1 persen menjadi USD 1.871,93

Di antara logam lainnya, harga platinum naik 0,4 persen menjadi USD 897,88. Sementara harga perak naik 0,8 persen menjadi USD 16,95.

Trump Bidik Prancis & Argentina, Harga Emas Antam Meroket

Image result for berita harga emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas investasi ritel kepingan acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM/Antam) meroket Rp 6.000 per gram menjadi Rp 704.000/gram pada perdagangan Rabu pagi ini (4/12/2019) dari Rp 698.000/gram Selasa kemarin.

Kenaikan signifikan tersebut kembali membawa harga emas Antam ke posisi awal November.

Kenaikan atau apresiasi tersebut sejalan dengan harga emas global yang juga melangit kemarin di tengah semakin panasnya tensi perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Drama perang dagang kali ini terkait dengan pemberitaan tentang pihak China yang balik mengancam akan mengeluarkan daftar hitam korporasi AS dan menyiapkan sanksi-sanksi.

Di sisi lain, AS juga semakin liar menebar ancaman soal pengenaan tarif, yaitu ke Prancis setelah sebelumnya menabuh genderang perang dagang ke Argentina dan Brasil.

Sebelumnya China adalah pihak yang mengeluarkan ancaman mundur dari rencana perundingan jika penghapusan kenaikan tarif impor yang sudah berlaku tidak disetujui AS, di mana China juga menginginkan pembatalan kenaikan tarif yang berencana diterapkan 15 Desember nanti.

Ancaman China itu juga terkait dengan kondisi Hong Kong yang sempat diperparah pengesahan UU HAM oleh senat AS dan Presiden AS Donald Trump, yang bertujuan membela Hong Kong dengan membatasi ekspor amunisi dan peralatan anti kerusuhan.

Data di situs logammulia milik Antam hari ini (4/12/19) menunjukkan besaran harga emas kepingan 100 gram berada pada Rp 70,4 juta/batang, dari posisi kemarin Rp 69,8 juta/batang.

Hari ini, harga beli kembali (buy back) emas Antam di gerai resmi juga melambung Rp 7.500/gram menjadi Rp 670.500/gram dari Rp 663.000/gram kemarin.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat tersebut ingin menjual kembali investasinya.

Harga emas Antam itu naik mengikuti melonjaknya harga emas di pasar spot global kemarin menjadi US$ 1.477,24 per troy ounce (oz) dari posisi akhir pekan lalu US$ 1.462,34/oz. Hari ini, harga emas masih naik ke US$ 1.477,64/oz.

Kemarin, posisi bertolak belakang sempat dialami emas Antam dan emas global tetapi posisi penguatan ada di emas global dan pelemahan ada di sisi emas Antam. Padahal biasanya, harga instrumen investasi dan komoditas global itu sangat berkorelasi.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.

Baca juga :

pt rifan financindo

pt rifan

rifan financindo

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNBC Indonesia

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Trump Kobarkan Perang Kemana-mana, Harga Emas Melesat

Image result for berita harga emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas global menguat pada perdagangan Selasa (3/12/19) dan mencapai level tertinggi satu pekan. Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tak ada deadline untuk memutuskan kesepakatan dagang dengan China dan ciutan Trump di twitter yang menyerang beberapa negara, membuat harga emas melesat.

Harga emas di pasar berjangka untuk pengiriman Februari di New York COMEX ditutup naik 1% atau $ 15,20 ke level $ 1.484,40/troy ounce (Oz). Ini merupakan level tertinggi dalam sebulan terakhir atau sejak 7 November saat harga emas menyentuh level US$ 1,487.65/Oz, lalu sempat terkoreksi dalam.

Sementara di pasar spot mengacu pada perdagangan bullion, harga emas naik 1,1% atay $ 15,43 ke level US$ 1,477.77/Oz. Harga ini juga level tertinggi sejak 7 November yang tercatat pada harga US$ 1.481,90/Oz.

“Emas membuat keuntungan yang kuat setelah komentar Trump bahwa tidak ada tenggat waktu dalam kesepakatan perdagangan dan mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan,” kata Eric Scoles, ahli strategi logam mulia di RJO Futures di Chicago.

Pada perdagangan kemarin, sejak pagi hingga siang hari harga emas sebenarnya tidak banyak bergerak, tetapi memasuki sore hari perlahan beranjak naik.

Pada perdagangan Selasa (3/12/2019) penguatan emas terakselerasi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sebaiknya kesepakatan dagang dengan China dilakukan setelah Pemilihan Umum (Pemilu) AS 2020. Pada pukul 20:35 WIB, harga emas global diperdagangkan di level US$ 1.474,45/troy ons, menguat 0,83% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

“Dalam beberapa hal, saya menyukai gagasan menunda kesepakatan dengan China sampai Pemilu selesai, tapi mereka ingin membuat kesepakatan sekarang dan kita akan melihat apakah kesepakatan itu akan benar terjadi,” kata Trump saat diwawancarai oleh wartawan di London dalam pertemuan NATO, sebagaimana dilansir CNBC International.

Pemilu di AS akan dilangsungkan pada November 2020, dan jika benar Trump menunda kesepakatan tersebut, perekonomian global berisiko kembali melambat. Apalagi Pemerintah Washington masih berencana menaikkan bea masuk importasi barang dari China pada 15 Desember nanti jika sampai tenggat waktu tersebut kesepakatan dagang tidak diteken.

Kini perang dagang bukannya selesai, tetapi malah terancam tereskalasi. Seandainya AS menaikkan lagi bea masuknya, China kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama. Belum lagi potensi terjadinya babak baru perang dagang AS vs Brasil dan Argentina.

Menjelang dibukanya perdagangan sesi AS Senin kemarin Presiden AS Donald Trump berkicau di akun Twitternya. Presiden AS ke-45 ini kembali mengobarkan perang dagang, kali dengan dengan Brasil dan Argentina. Trump mengatakan akan menerapkan lagi bea masuk importasi baja dan aluminium dari kedua negara tersebut.

“Brasil dan Argentina telah melakukan devaluasi besar-besaran terhadap mata uang mereka, dan hal itu tidak bagus untuk petani kita. Oleh karena itu, efektif secepatnya, saya akan menerapkan lagi bea masuk semua baja dan aluminum yang masuk ke AS dari dua negara tersebut,” kata Trump melalui akun Twitternya, sebagaimana dilansir CNBC International.

Dengan kesepakatan dagang AS-China yang berisiko ditunda, serta potensi meluasnya perang dagang, harga emas kembali mendapat tenaga untuk menguat.

Baca juga :

pt rifan financindo

pt rifan

rifan financindo

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Stabil Usai Data Manufaktur AS Melemah

Related image

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas stabil pada perdagangan Senin setelah sebelumnya mampu menguat karena data manufaktur Amerika Serikat (AS) menurun. Data ekonomi yang tak bagus tersebut memicu kehawatiran perlambatan ekonomi.

Sedangkan harga paladium mengalami lonjakan hingga di atas level USD 1.860 per ounce dan mencetak level tertinggi karena krisis pasokan.

Harga emas di pasar spot sedikit berubah ke level USD 1.464 per ounce. Sedangkan harga emas di pasar berjangka AS ditutup turun tipis 0,3 persen ke level USD 1.469,2 per ounce.

Harga emas pada awalnya jatuh ke level terendah di USD 1.453,60 per ounce karena dolar AS mengalami penguatan yang cukup tinggi. Harga emas jatuh karena tekanan dolar AS.

Namun kemudian indeks saham AS atau wall street tertekan dan dolar AS tergelincir karena data manufaktur yaitu tepatnya data pengeluaran konstruksi dan investasi pada proyek-proyek swasta jatuh ke level terendah dalam tiga tahun.

“Pasar mulai melihat ada risiko, tetapi belum bisa melihat apa yang akan terjadi. Tapi dari arahnya, saham dan dolar tertekan sehingga sedikit membantu harga emas,” jelas analis komoditas TD Securities, Ryan McKay.

Pasar saham di awal pekan mengalami penguatan karena survei bisnis swasta menunjukan bahwa aktivitas pabrik China berkembang dengan kecepatan tertinggi dalam tiga tahun. Namun pasar saham berbalik arah menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan segera mengembalikan tarif impor baja dan aluminium AS dari Brasil dan Argentina.

Investor menyukai emas di saat sedang dalam ketidakpastian global. Dampak dari hal tersebut maka harga emas merangkak naik.

Palladium naik 0,3 persen ke level USD 1.845,80 per ounce, setelah mencapai level tertinggi baru di USD 1.861,71 di awal sesi. Logam ini telah memecahkan rekor setiap hari sejak 25 November.

Kekhawatiran bahwa pasokan logam yang digunakan dalam sistem knalpot mobil bisa habis telah membantu menaikkan harga lebih dari 47 persen tahun ini saja, meskipun sektor otomotif melemah.

Sedangkan harga perak turun 0,4 persen menjadi USD 16,95 per ounce dan platinum naik 0,4 persen menjadi USD 903,51 per ounce.

Baca juga :

pt rifan financindo

pt rifan

rifan financindo

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Melonjak Menanti Perkembangan Negosasi Perang Dagang

Image result for emas

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas bergerak naik pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), ditengah penantian pasar menunggu perkembangan lebih lanjut negosiasi perdagangan AS-China akan dilanjutkan setelah Beijing mengatakan akan mengambil tindakan balasan terhadap Washington.

Hal ini dipicu oleh mengesahkan undang-undang dalam mendukung para demonstran Hong Kong. Namun demikian, harga emas saat ini berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar sejak November 2016.

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD 1.460,08 per ounce. Hal tersebut setelah berkurang sekitar 3,5 persen pada bulan ini.

Sementara harga emas berjangka AS naik 0,4 persen ke level USD 1.459,40 per ounce.

Pada Kamis lalu, China memperingatkan akan mengambil langkah-langkah balasan yang tegas dalam menanggapi undang-undang AS yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong.

″(Penandatanganan RUU) mundur selangkah lagi pada kemungkinan perjanjian perdagangan dengan Cina, yang benar-benar membuat mereka sedikit kesal. Itulah sebabnya kami melihat ekuitas turun dan harga emas berjangka naik, “kata Phillip Streible, Ahli Strategi Komoditas Senior di RJO Futures.

Investor berharap pada kemungkinan bahwa kesepakatan perdagangan fase satu antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut dapat segera ditandatangani. Ini mendorong saham dunia untuk mencapai rekor tertinggi dan mengurangi permintaan untuk aset safe haven seperti emas.

Emas pada umumnya dianggap sebagai lindung nilai selama masa ketidakpastian keuangan atau politik, mengambil sedikit bunga dan biaya uang untuk menyimpan dan mengasuransikan. Namun, harga emas masih di jalur terbaik mereka sejak 2010, setelah naik 13,5 persen sejauh ini di 2019.

Ketidakpastian seputar perang dagang yang berlangsung lama dan kekhawatiran resesi telah memberikan dukungan.

“Emas telah berhasil bertahan di atas USD 1.450 karena ada beberapa perburuan murah. Ini adalah level awal yang baik bagi mereka yang ketinggalan sebelumnya,” kata analis komoditas UBS Giovanni Staunovo.

Investor mengamati dengan cermat data AS untuk tanda-tanda tentang kesehatan ekonomi terbesar dunia, yang dapat memengaruhi Federal Reserve AS dalam keputusannya tentang pelonggaran moneter lebih lanjut.

Pengurangan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed telah membebani harga emas spot, tambah RJO Futures Streible.

“Kita bisa turun ke USD 1.425 pada akhir tahun ini,” ungkap Giovanni.

Baca juga :

pt rifan financindo

pt rifan

rifan financindo

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG