Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Harga Emas Jatuh ke Level Terendah dalam 2 Pekan Terakhir

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Naik Turun Harga Emas | KoinWorks Blog

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas turun ke level terendah dalam dua minggu pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena harapan pemulihan ekonomi yang cepat mendorong investor beralih ker aset berisiko. Meskipun ketegangan AS-Cina atas Hong Kong membuat harga di bawah harga emas.

Harga emas di pasar spot turun 0,6 persen pada USD 1.700,30 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,8 persen menjadi USD 1.691,80.

“Sangat penting bagi harga emas untuk tetap di atas USD 1.700. Kalau tidak, jika koreksi harga terus berlanjut, investor spekulatif cenderung meninggalkan ‘perahu’ ini dan meningkatkan tekanan pada harga,” kata Analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

“Orang bisa mengatakan bahwa ketegangan geopolitik berkontribusi sedikit dan mendukung harga emas saat ini. Tapi, sampai sekarang situasi ini telah gagal memicu kekhawatiran di pasar ekuitas,” lanjut dia.

Optimisme tentang pengembangan vaksin virus corona dan kebangkitan aktivitas bisnis telah mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan.

Setelah serangkaian laporan ekonomi yang buruk dari Amerika Serikat, data pada hari Selasa menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik di bulan Mei dan penjualan rumah baru mengalahkan ekspektasi.

Terlepas dari mundurnya harga emas, tetap ada prospek positif untuk emas, yang dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, kata para analis.

Keresahan politik yang berkembang di Hong Kong atas undang-undang keamanan nasional yang diusulkan Beijing telah membuat para investor tetap di tepi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mengerjakan tanggapan yang kuat terhadap China dan akan diumumkan sebelum akhir minggu.

Sementara di tempat lain, paladium turun 0,1 persen menjadi USD 1.954,75 per ons. Perak turun 0,3 persen menjadi USD 17,05 dan platinum stabil di USD 839,74.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Tergelincir Usai Makin Banyak Negara Longgarkan Lockdown

Rekomendasi Harga Emas 7 Mei 2020: Turun Jauh Tertekan Kuatnya USD ...

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas turun lebih dari 1 persen pada hari Selasa karena ekonomi utama mengurangi pembatasan terkait coronavirus, memicu harapan untuk pemulihan ekonomi.

Harga emas di pasar spot tergelincir 1,1 persen menjadi USD 1.710,95 per ounce, setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak 13 Mei di USD 1,708.47. Emas berjangka AS juga turun 1,7 persen pada USD 1,705.60.

“Ada nada berisiko di pasar, mendorong pembalikan arus safe-haven (emas),” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Saham A.S. melonjak karena investor tumbuh optimis tentang kembali menggeliatnya bisnis dan perkembangan vaksin coronavirus yang potensial.

Spanyol mendorong kembalinya wisatawan asing mulai Juli, sementara Inggris akan membuka kembali ribuan pusat perbelanjaan bulan depan. Negara-negara bagian AS juga secara bertahap mengurangi pembatasan.

“Terobosan di bawah USD 1.700 dapat membuka pintu emas menuju USD 1.680 (untuk emas),” kata analis FXTM Lukman Otunuga.

“Namun demikian, tren penurunan cenderung tertutup oleh kesengsaraan perdagangan, data ekonomi mengecewakan dan kekhawatiran pertumbuhan,” tambahnya.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Presiden Donald Trump begitu jengkel dengan Beijing mengenai novel coronavirus dan masalah-masalah lain sehingga kesepakatan perdagangan tidak sepenting dia seperti dulu.

Emas, sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan keuangan, naik ke level tertinggi sejak Oktober 2012 pekan lalu. Didorong oleh stimulus moneter dan fiskal, kekhawatiran resesi dan ketegangan AS-China.

“Permintaan investasi akan terus menguat karena stimulus Federal Reserve A.S. akan tetap di tempatnya untuk waktu yang cukup substantif,” tambah Ghali TD Securities.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Naik Dipengaruhi Ketidakpastian Kebangkitan Ekononomi Global

UPDATE Harga Emas Hari Ini, Kamis 14 Mei 2020: Emas Naik Harga ...

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga emas naik pada hari Selasa di tengah ketidakpastian tentang bagaimana ekonomi akan bangkit dari perlambatan yang dalam. Meskipun optimisme tentang vaksin untuk coronavirus membatasi kenaikan emas batangan.

Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1,741.68 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD 1.747.

“Dari semua sentimen ini harga emas masih di kisaran seperti saat ini. Kecuali jika kita memiliki lebih banyak optimisme tentang vaksin, kita akan mulai melihat momentum optimisme ekonomi yang baru,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

“Masih ada kekhawatiran tentang wabah corona ini di seluruh dunia. Setiap berita tentang kemunduran bisnis dalam perekonomian pada akhirnya akan membawa emas lebih tinggi,” tambanya.

Langkah-langkah stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh lockdown dan penangguhan bisnis untuk membatasi penyebaran virus corona telah mendukung emas, karena itu secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Senator A.S. diharapkan bertemu Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang tindakan yang masih diperlukan untuk menjaga ekonomi terbesar di dunia bertahan dari virus. Salah langkah yang sudah dilakukan sejauh ini denhan menggalang bantuan sekitar USD 3 triliun.

Di Eropa, Prancis dan Jerman mengusulkan dana pemulihan 500 miliar euro (USD 543 miliar). Membawa permintaan untuk tempat berlindung yang aman, seperti emas.

Sementara itu, adalah kekhawatiran akan memburuknya hubungan China-AS. Saham AS bergerak lebih rendah karena investor membukukan keuntungan dari Senin setelah pembuat obat Moderna mengatakan vaksin COVID-19 eksperimentalnya menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba pendahuluan.

“Saat ini, pasar sedikit ambil untung pada setelah rally besar di pasar saham kemarin, tetapi permintaan yang mendasarinya belum hilang,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

“Kami melihat prospek ekonomi yang lebih lemah, langkah-langkah bank sentral besar-besaran, dan ketegangan di sisi geopolitik, yang seharusnya menjaga harga emas tetap tinggi,” pungkas dia.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : Liputan6

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Makin Mengilap Usai Pidato Pesimis The Fed

√ Live Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Antam Hari ini

PT. Rifan Financindo Berjangka – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp910 ribu per gram pada Kamis (14/5). Harga emas itu naik Rp2.000 per gram dari perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp908 ribu.

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp3.000 hari ini. Dengan demikian, harga pembelian kembali pagi ini berada di level Rp815 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp479 ribu, 2 gram Rp1,76 juta, 3 gram Rp2,63 juta, 5 gram Rp4,37 juta, 10 gram Rp8,67 juta, 25 gram Rp21,58 juta, dan 50 gram Rp43,08 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,1 juta, 250 gram Rp215 juta, 500 gram Rp429,8 juta, dan 1 kilogram Rp859,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.719,3 per troy ons atau menguat 0,17 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot terkoreksi 0,09 persen ke US$1.714,8 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menuturkan pasar kembali mengincar emas setelah mendengar pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell tadi malam. Ia menyatakan bahwa ekonomi global berpotensi memburuk ke depannya.

“Harga emas sempat menguat ke level US$1.719 per troy ons pasca pernyataan Powell tersebut. Ini mengindikasikan emas dijadikan lagi sebagai aset aman,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Untuk itu, ia optimistis harga emas hari ini akan stabil di area US$1.700 per troy ons. Menurutnya, harga emas akan bergerak dalam rentang support US$1.690 per troy ons dan resistance US$1.730 per troy ons.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNN Indonesia

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Siap-siap, Emas Sang Raksasa yang Tertidur Bangkit & Mengamuk

Napas' Emas Diprediksi Masih Panjang, Bisa Tembus Rp 1 Juta/Gram?

PT. Rifan Financindo Berjangka – Pagi ini harga emas global menguat tipis. Ke depan harga logam mulia emas masih berpotensi untuk reli dengan adanya potensi munculnya gelombang kedua wabah, tambahan stimulus, tensi geopolitik Washington-Beijing yang kembali naik.

Harga emas dunia di pasar spot naik tipis 0,07% ke US% 1.703,35/troy ons. Harga emas pada pekan ini cenderung bergerak di rentang harga dekat level psikologis US$ 1.700/troy ons.

Harga emas memang cenderung stabil. Namun peluang emas untuk menguat lagi masih ada. Emas bahkan digambarkan sebagai ‘raksasa yang sedang tertidur’ oleh Andrew Hecht dari Hecht Commodity.

Dalam tulisannya yang dikutip Kitco, Hecht melihat harga emas yang turun ke bawah US$ 1.700/troy ons pada pekan lalu bisa jadi menandai periode penguatan (bull rally) yang baru. Ia melihat harga emas dalam jangka panjang emas akan menuju US$ 2.000/troy ons, dan tidak menutup kemungkinan ke US$ 3.000/troy ons atau lebih tinggi lagi.

Sejatinya ruang untuk harga emas menguat lagi memang terbuka. Pertama, seiring dengan pelonggaran pembatasan yang dilakukan beberapa negara, kasus infeksi Covid-19 bertambah lagi. Hal ini memicu terjadinya kekhawatiran akan gelombang kedua wabah.

“Saya rasa kita berada di jalan yang benar, tetapi bukan berarti kita sudah bisa mengendalikan penyebaran. Ada risiko yang sangat nyata bahwa kita mungkin bisa memicu penyebaran yang mungkin tidak bisa kita kontrol, dan membuat kita mundur lagi. Tidak hanya menyebabkan kematian yang seharusnya bisa dihindari, tetapi juga membuat kita mundur dalam hal menuju pemulihan ekonomi,” tegas Fauci dalam rapat dengan Kongres AS, seperti diberitakan Reuters.

Fauci mendesak agar pemerintah negara bagian untuk benar-benar memperhatikan rekomendasi otoritas kesehatan sebelum melakukan pembukaan kembali (reopening) aktivitas publik. Harus dipastikan terlebih dulu bahwa memang terjadi penurunan jumlah kasus.

Mengutip data US Centers for Disease Control and Prevention, jumlah kasus corona di Negeri Paman Samm per 11 Mei adalah 1.324.488. Naik dibandingkan posisi per hari sebelumnya yaitu 1.300.696.

Beralih ke negara lain, di Jepang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kasus corona per 12 Mei adalah 15.874. Naik 0,48% dibandingkan posisi per hari sebelumnya. Kenaikan 0,48% lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan hari sebelumnya yaitu 0,32%.

Faktor kedua yang juga mendukung penguatan harga emas adalah kemungkinan adanya tambahan stimulus dari pemerintah maupun bank sentral global yang akan kembali digelontorkan untuk menyelamatkan perekonomian dari serangan pandemi.

Presiden AS Donald Trump melalui akun twitternya mengatakan bahwa untuk saat ini ide suku bunga acuan negatif adalah hal yang dapat menyelamatkan perekonomian Negeri Paman Sam.

Namun gagasan ini kemungkinan besar akan ditentang oleh ketua bank sentral AS, The Fed yakni Jerome Powell. Di sisi lain The Fed juga terus mengucurkan stimulus dengan membeli berbagai aset-aset keuangan melalui program Quantitative Easing-nya.

The Fed bahkan mulai membeli Exchange Traded Fund (ETF) yang berinvestasi di obligasi pada Selasa waktu setempat. Langkah The Fed ini belum pernah dilakukan sebelumnya walau kondisi ekonomi AS sedang mengalami krisis.

“The Fed akan mulai membeli ETF obligasi untuk pertama kalinya. Ini [nilainya] besar … dengan adanya lebih banyak stimulus yang digelontorkan dan semua orang tahu ketika ada banyak stimulus maka artinya banyak yang ingin memiliki emas,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di US Global Investors, sebagaimana diwartakan Reuters.

“Emas selama satu setengah bulan terakhir telah diperdagangkan dalam kisaran,” kata Matousek, menambahkan, “salah satu hal positif yang dapat mendorong [harga] emas untuk melaju lebih kencang adalah lebih banyaknya stimulus di seluruh dunia.”

Harga emas telah naik lebih dari 12% sepanjang tahun ini karena bank-bank sentral global mengeluarkan gelombang stimulus untuk membatasi kerusakan ekonomi akibat pandemi. Emas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus yang masif karena dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Faktor ketiga yang juga turut berperan dalam membangunkan raksasa yang sedang tertidur adalah hubungan antara AS dengan China yang kembali panas. AS kini semakin memusuhi China.

Kabar terbaru yang tersiar adalah Para senator AS, dari partai Republik, mengusulkan undang-undang yang akan memberi wewenang kepada Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi kepada China. Sanksi akan diberikan jika negeri Panda gagal memberikan laporan lengkap soal asal mula merebaknya wabah Covid-19. Sanksi bisa berupa pembekuan aset, larangan perjalanan, pencabutan visa, pembatasan pinjaman untuk bisnis asal China oleh lembaga AS dan larangan listing di bursa.

Baca juga :

pt rifan financindo

rifan financindo

pt rifan

PT. Rifan Financindo Berjangka

Sumber : CNBC Indonesia

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG