Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Wall Street Karam, Bursa Australia & Korsel Ikut Rontok

Image result for wall street
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Semua mata tertuju pada bursa-bursa saham di kawasan Asia setelah Wall Street kembali “kebakaran” dini hari tadi.

Bursa Australia langsung anjlok 1,18% saat dibuka hari Rabu (21/11/2018). Hingga pukul 7.24 WIB, indeks ASX 200 telah kehilangan 1,33% menjadi 5.596,2, menurut data CNBC International.

Indeks Kospi di Korea Selatan juga turun tajam 1,42% ke posisi 2.052,91.

Sebelumnya, bursa Jepang dibuka terperosok dalam setelah Wall Street kembali anjlok.

Indeks acuan Nikkei 225 di Jepang anjlok 1,49% ke 21.261,66 saat dibuka sementara indeks Topix terperosok 1,58% menjadi 1.600,06, AFP melaporkan.

Dini hari tadi, Dow Jones Industrial Average anjlok 551,8 poin atau 2,21% ke posisi 24.465,64, S&P 500 turun tajam 1,82% ke 2.641,89, dan Nasdaq Composite kehilangan 1,7% menjadi 6.908,82.

Indeks-indeks saham Amerika Serikat (AS) terseret pelemahan di sektor teknologi dan ritel yang dikhawatirkan lesu jelang musim liburan dan belanja Natal tahun ini.

Sumber : CNBC Indonesia

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Hari Ini Kominfo Cabut Lisensi Bolt, First Media, dan Jasnita

Image result for bolt modem

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal mencabut izin penggunaan frekuensi wireless 4G LTE milik PT Internux ( Bolt) dan PT First Media Tbk.

Keputusan ini diambil karena ketiga perusahaan di atas belum juga membayar tunggakan plus denda biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi wireless 4G LTE di pita 2,3 GHz , hingga masa tenggat.

“Hingga batas akhir Sabtu (17/11/2018) pukul 23.59 WIB, ketiga operator tidak melakukan pelunasan hutang BHP frekuensi,” kata Plt Kepala Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu dihubungi KompasTekno, Minggu (18/11/2018) malam.

Pria yang akrab disapa Nando itu menambahkan, Kominfo sedang memproses Surat Keterangan (SK) pencabutan izin frekuensi radio kepada ketiga operator tersebut. “Senin (19/11/2018) (hari ini), kami akan keluarkan SK Pencabutan tersebut,” tandasnya.

Dari hasil evaluasi reguler yang dilakukan Kominfo terkait kinerja dan kewajiban operator broadband di Indonesia, diketahui PT Internux memiliki tunggakan BHP frekuensi pita 2,3 GHz sebesar Rp 343,57 miliar, dan First Media sebesar 364,84 miliar selama tahun 2016 hingga 2017.

Tak hanya dua perusahaan tersebut, izin frekuensi yang dimiliki PT Jasnita Telekomindo, perusahaan telekomunikasi berbasis VOIP, juga akan dicabut.

PT Jasnita Telekomindo diketahui didirikan oleh Samuel Abrijani Pangarepan, yang kini menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo.

Jasnita diketahui menunggak BHP frekuensi sebesar Rp 2,19 miliar. Kominfo memberikan masa tenggang hingga 17 November 2018, namun hingga jatuh tempo, ketiganya belum membayar tagihan yang dimaksud. Tidak pengaruhi layanan internet kabel

Menteri Kominfo Rudiantara menegaskan bahwa pihaknya hanya akan mencabut izin frekuensi, bukan izin operasi. Sehingga jika pencabutan tersebut memengaruhi kegiatan operasional atau layanan ke pelanggan, maka akan menjadi tanggung jawab perusahaan.

Pihak First Media pun mengatakan jika layanan internet kabel dan TV kabel besutannya tidak akan terpengaruh dengan pencabutan izin frekuensi. Sebab, layanan internet nirkabel dan internet kabel miliknya dioperasikan oleh dua entitas perusahaan berbeda.

Layanan internet nirkabel 4G LTE dengan merek Bolt, diusung PT First Media Tbk dan PT Internux, sementara layanan TV dan internet kabel (Fiber to the Home, FTTH) merek First Media, dioperasikan PT Link Net Tbk.

Sekadar informasi, PT First Media merupakan pemilik saham mayoritas PT Internux yang  telah diakuisisi, dan menjadi anak usaha PT First Media pada 2014.

Sumber : Kompas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Utang Pemerintah Naik Rp 584 Triliun dalam Setahun

Image result for utang pemerintah

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Uang Pemerintah tercatat mengalami kenaikan mencapai Rp 584,97 triliun jika dihitung dari Oktober 2017 sampai Oktober 2018.

Berdasarkan data APBN KITA, Kamis (15/11/2018), utang pemerintah per Oktober 2017 sebesar Rp 3.893,60 triliun meningkat menjadi Rp 4.478,57 triliun di Oktober 2018.

Adapun, komponen utang pemerintah masih berasal dari pinjaman yang sebesar Rp 833,92 triliun, sedangkan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.644,65 triliun.

Jika dirinci, untuk pinjaman luar negeri sebesar Rp 827,57 triliun, yang terdiri dari bilateral sebesar Rp 334,63 triliun, multilateral sebesar Rp 446,94 triliun, komersial sebesar Rp 46 triliun dan suppliers tidak ada alias nihil. Sedangkan pinjaman daam negeri sebesar Rp 6,35 triliun.

Selanjutnya, utang yang berasal dari SBN sebesar Rp 3.644,65 triliun atau 81,38% dari toal utang pemerintah per Oktober 2018. SBN tersebut terbagi dalam dua mata uang, untuk yang berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.570,54 triliun dengan rincian SUN sebesar Rp 2.149,64 triliun dan SBSN sebesar Rp 420,89 triliun.

Untuk SBN yang berdenominasi valas sebesar Rp 1.074,12 triliun dengan rincian SUN sebesar Rp 838,10 triliun dan SBSN sebesar Rp 236,02 triliun.

Sumber : Detik

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Claudio Ranieri Kembali ke Liga Inggris, Latih Tim Juru Kunci

Image result for ranieri

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri, kembali ke Liga Inggris. Dia akan mulai melatih Fulham menggantikan Slavisa Jokanovic yang baru saja dipecat.

Fulham memecat Jokanovic menyusul hasil buruk yang diraih klub London Barat itu. Hingga pekan ke-12, Fulham tercecer di posisi juru kunci dan baru meraih satu kemenangan.

Fulham berharap tuah Ranieri yang pernah sukses membawa Leicester City menjuarai Premier League musim 2015-2016. Ia akan dikontrak dengan jangka panjang

“Merupakan sebuah kehormatan menerima undangan dan kesempatan dari Tuan Khan (Chairman Fulham Shahid Khan) untuk memimpin Fulham, klub fantastis dengan tradisi dan sejarah,” kata Ranieri dikutip dari laman resmi Fulham, Rabu (13/11/2018).

Sementara itu, Khan menyatakan Ranieri merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Fulham saat ini.

“Pengalamannya bekerja dengan Leicester City benar-benar legendaris dan kemudian Anda melihat pengalaman Claudio bersama Chelsea dan klub-klub besar di seluruh Eropa, dan itu cukup jelas kami menyambut seorang pria yang luar biasa ke Fulham,” ucap Khan.

Sumber : Kompas Sport
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dibuka Hijau, IHSG Lanjutkan Penguatan ke 5.860

Image result for IHSG

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pagi ini. IHSG dibuka naik 27 poin (0,47%) ke 5.862,59.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali melemah dan berada di level Rp 14.724.

Pada perdagangan pre opening, IHSG naik 22,52 poin (0,39%) ke 5.857,721. Indeks LQ45 juga naik 5,6 poin (0,62%) ke 925,578.

Membuka perdagangan, Rabu (14/11/2018), IHSG melanjutkan penguatan. IHSG naik tipis 27,39 poin (0,47%) ke 5.862,59. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,07 poin (0,66%) ke 926,220.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak positif, naik 25,163 poin (0,43%) ke 5.860,36.

Sementara itu, Bursa saham US ditutup menurun walaupun menguat setelah dibuka melemah tajam. Peningkatan terjadi setelah Penasehat Ekonomi White House Larry Kudlow menyampaikan bahwa US dan China akan berdialog mengenai perdagangan.

Investor masih terus memantau perkembangan perang dagang US – China dan juga harga minyak yang terus mengalami penurunan. Pasar Asia dibuka bercampur, masih mendapat dorongan sentimen dari US – China dan harga minyak. Saat ini indek Nikkei Jepang masih mengalami penguatan.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif pagi ini. Berikut pergerakannya:

Indeks Nikkei 225 naik 0,26% ke 21.866,52

Indeks Hang Seng turun 0,22% ke 25.737,16

Indeks Komposit Shanghai melemah 0,47% ke 2.642,31

Indeks Strait Times turun 0,38% ke 3.041,89

Sumber : Detik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG