Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Upaya Para Artis Jauhi Pusaran Narkotika…

2974958762PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Pekan lalu, tiga artis ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkotika.

Mereka adalah artis peran Fachri Albar, penyanyi dangdut Roro Fitria, dan Dhawiya, putri penyanyi dangdut Elvy Sukaesih.

Fachri dan Roro sama-sama ditangkap pada 14 Februari. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing di kawasan Jakarta Selatan.

Sementara itu, Dhawiya ditangkap pada 16 Februari di kediamannya di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Selain Dhawiya, polisi menangkap Muhammad (kekasih Dhawiya) dan Syehan (kakak laki-laki Dhawiya).

Sepanjang 2017 kemarin, sejumlah artis juga ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkotika.

Jauhi jerat narkoba

Seiring maraknya penangkapan artis akhir-akhir ini, upaya untuk menjauhi pusaran narkoba pun tumbuh di kalangan mereka.

Pada Kamis (22/2/2018), sejumlah artis, manajemen, dan produser bersama Polres Metro Jakarta Selatan menandatangani perjanjian pemberantasan narkoba di lingkungan artis.

Para artis itu juga mendeklarasikan diri untuk tidak menyalahgunakan narkoba. Mereka kompak memakai ikat kepala merah bertulisan “Brantas Narkoba”.

Beberapa artis yang hadir dalam deklarasi tersebut yakni Ramzi, Stefan William, Elly Sugigi, Ammar Zoni, Gilang Dirga, Arie Kriting, komika Mongol, dan komika Mosidik.

Selain artis, hadir pula Produser MD Entertainment Manoj Punjabi, Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) Nanda Persada, dan perwakilan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi).

“Kami artis, manajer, dan produser Indonesia berjanji bersedia menerima sanksi hukum dan sanksi sosial jika terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba,” demikian penggalan deklarasi tersebut.

Selain itu, mereka berjanji menggalakkan “say no to drugs” di lingkungan artis dan masyarakat.

Ramzi berpendapat, artis yang mengonsumsi narkoba adalah artis-artis yang tidak percaya diri. Dia pun bercermin pada dirinya sendiri.

Selama belasan tahun berkarier di dunia hiburan, Ramzi mengaku selalu menghindari penggunaan narkoba. Meski demikian, dia tetap mendapatkan banyak pekerjaan.

“Bagi teman-teman (artis) yang menggunakan narkoba, mereka tidak ada rasa percaya diri. Jujur, kalian harus jujur,” ujar Ramzi dalam acara yang digelar di Mapolres Metro Jakarta Selatan itu.

Ia mengatakan, narkoba bukanlah bagian dari gaya hidup para artis. Sebagai sesama pekerja hiburan, Ramzi berharap para artis yang kecanduan segera berhenti mengonsumsi narkoba. Sebab, artis harus memberikan contoh baik untuk masyarakat.

Lapor untuk rehabilitasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengingatkan artis yang masih mengonsumsi narkoba untuk segera berhenti.

Jika ketergantungan, para artis bisa melapor ke polisi agar direhabilitasi. Begitu juga dengan anggota masyarakat lainnya.

“Segera melaporkan ke pihak kepolisian, nanti akan direhabilitasi. Kalau ketergantungan, kecanduan, silakan lapor, tidak masalah, ada rumah sakit yang akan mengobati atau merehabilitasi,” kata Argo.

Sumber: kompas.com

Majikan TKI Adelina Terancam Hukuman Mati

2530852280PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA –  Majikan yang menyiksa Adelina Sau, tenaga kerja Indonesia ( TKI) yang tewas di Malaysia, terancam hukuman berat.

Hal itu terungkap ketika S Ambika menjalani persidangan di Pengadilan Bukit Mertajam, Rabu (21/2/2018).

Diwartakan The Star Online, Hakim Muhamad Anas Mahadzir membacakan dakwaan kepada perempuan 59 tahun tersebut.

Ambika didakwa menyiksa Adelina, TKI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga dia meninggal pada 11 Februari lalu.

Ambika dianggap melanggar Pasal 302 Hukum Pidana dengan ancaman maksimal vonis mati jika terbukti bersalah.

Adapun Bernama via The Malay Mail Online melansir, Ambika datang ke ruang sidang tanpa diwakili kuasa hukumnya.

“Terdakwa tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk membela dirinya,” ujar Malay Mail dalam reportasenya.

Sementara anak Ambika, R Jayavartiny, didakwa telah mempekerjakan imigran ilegal dari Maret 2017 hingga 10 Februari 2018.

Perempuan 32 tahun tersebut dianggap melakukan pelanggaran terhadap Pasal 55 B Ayat 1 Hukum Imigrasi.

Jika terbukti bersalah, Jayavartiny bakal dihukum 1 tahun penjara dan denda maksimum 50.000 ringgit atau sekitar Rp 173 juta.

Jayavartiny langsung membantah tuduhan tersebut meski dia mengaku mengetahui bahwa Adelina datang tanpa izin resmi.

Adelina Lisao tidur di beranda rumah di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, ketika ditemukan Sabtu (10/2/2018). TKI asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan berbagai luka di wajah dan kepala. Perempuan 21 tahun itu meninggal dunia sehari berselang (11/2/2018).
Adelina Lisao tidur di beranda rumah di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia, ketika ditemukan Sabtu (10/2/2018). TKI asal Nusa Tenggara Timur itu ditemukan dengan berbagai luka di wajah dan kepala. Perempuan 21 tahun itu meninggal dunia sehari berselang (11/2/2018).(Steven Sim/The Malay Online)

Pengadilan lanjutan dilaporkan bakal digelar 19 April mendatang dengan agenda laporan hasil laboratorium, forensik, dan post-mortem.

Sebelumnya, sehari sebelum meninggal, Sabtu (10/2/2018), Adelina tampak terlalu takut merespons kehadiran tim penyelamat yang berupaya mengevakuasinya. Dia hanya melirik dan menggelengkan kepala.

Sementara anjing jenis Rottweiler berwarna hitam yang terikat tali dan berada di sampingnya terus menyalak kepada petugas.

Tetangga rumah tersebut mengklaim perempuan asal NTT itu tidur dengan seekor anjing di beranda rumah selama sebulan terakhir sebelum ditemukan pada Sabtu.

Menurut keterangan dokter, Adelina menderita memar di kepala dan wajah. Dia juga menderita kegagalan multiorgan sekunder akibat anemia.

Artinya, organ tubuhnya gagal bekerja karena kekurangan darah di tubuhnya. Adelina meninggal di rumah sakit pada Minggu (11/2/2018).

Ambika dan Jayavartiny langsung ditangkap kepolisian Penang sehari setelah Adelina tewas, Senin (12/2/2018).

Sumber: kompas.com

Polisi: Cetakan Konstruksi Tol Becakayu Bukan Roboh, tetapi Melorot

1282401364PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Polri Kombes Ulung Kanjaya mengatakan, penyebutan cetakan kontruksi yang roboh di proyek Tol Becakayu tidak tepat.

“Jadi, bukan roboh atau jatuh, yang benar itu (cetakan konstruksi) melorot seperti longsor. Karena (cetakan konstruksi) melorot, cor-coran semennya itu jatuh, bukan tiang atau cetakannya yang roboh,” kata Ulung di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

Ia mengatakan, olah tempat kejadian perkara (TKP) siang ini digelar untuk melanjutkan pengecekan yang sebelumnya dilakukan pada Selasa (20/2/2018).

Setelah itu, barang bukti hasil olah TKP akan diserahkan ke Polres Jakarta Timur.

“Selanjutnya akan kami lakukan uji laboratorium,” ujarnya.

Barang bukti yang dicari adalah rangka besi yang berada di tiang. Namun, lanjutnya, pihaknya membutuhkan waktu lama untuk memotong sisa-sisa rangka besi yang sudah rusak.

“Ini sekarang baru mau mulai pemotongan besi-besi dulu, itu sudah rusak tidak bisa dipakai. Setelah beres dipotong, baru kami ambil barang buktinya,” ujar Ulung.

Sebelumnya, kecelakaan kerja proyek infrastruktur Tol Becakayu terjadi pada Selasa (20/2/2018) dini hari. Akibatnya, tujuh pekerja mengalami luka-luka.

Sumber: kompas.com

Tiang Pancang Tol Becakayu Ambruk, 7 Pekerja Jadi Korban

3168834851PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Tiang pancang Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Bekayu) ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018), lebih kurang pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan laporan KompasTV, 7 pekerja menjadi korban dalam insiden ini. Sebanyak 6 korban dibawa ke Rumah Sakit UKI, sedangkan 1 korban lainnya dibawa ke RS Polri.

Diduga, tiang tersebut roboh ketika pekerja tengah melakukan pengecoran di atas. Tiang pancang tersebut tidak kuat menahan beban kemudian ambruk dan menimpa pekerja di bawahnya. Pekerja yang di atas pun jatuh.

Sejumlah petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim Inafis pun diturunkan. Mereka melakukan identifikasi awal dengan mengambil foto dan meminta keterangan saksi.

Sumber: kompas.com

Soal Penurunan Tarif Pajak Mobil Sedan, Ini Kata Sri Mulyani

26499621591PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pihaknya masih mengkaji permintaan revisi pajak pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil sedan yang diusulkan oleh Kementerian Perindustrian.

Revisi diusulkan lantaran mobil sedan yang digolongkan sebagai barang mewah dikenakan pajak lumayan tinggi, yang akhirnya berdampak pada penurunan penjualan salah satu jenis kendaraan roda empat tersebut.

“Dari segi industri, Pak Menteri Perindustrian mengatakan bahwa kendaraan sedan bukan lagi kendaraan luxurious (mewah). Untuk itu, skema dari sisi insentif pajak atau rezim pajaknya akan disesuaikan dengan kebutuhan strategi industri dalam negeri,” kata Sri Mulyani saat ditemui pewarta di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta Timur, pekan lalu.

Sebagai informasi saat ini pajak untuk sedan mini (1.500 cc ke bawah) dikenakan 30 persen dan sedan kecil (di atas 1.500 cc) 40 persen. Adapun kendaraan penumpang selain sedan dan station wagon, tarif PPnBM hanya sebesar 10 persen hingga 20 persen.

Menteri yang akrab disapa Ani ini mengatakan, pembahasan revisi pajak mobil sedan saat ini sudah sampai pada kajian oleh tim tarif di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu. Nantinya, tim tarif akan menimbang serta memperhitungkan bagaimana perubahan komponen pajak mobil sedan akan diberlakukan.

Meski begitu, Ani mengindikasikan penurunan tarif pajak mobil sedan sulit dilakukan. Menurut dia, bila tujuannya untuk mengurangi impor, ada cara lain yang bisa ditempuh ketimbang menurunkan rasio pajaknya.

“Saya belum bisa menyampaikan (kepastiannya), tapi kalau tujuannya lebih kepada mengurangi impor, harusnya bentuknya cukai, bukan PPnBm (Pajak Penjualan atas Barang Mewah),” ujar Ani.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto pada Kamis (8/2/2018) lalu menyampaikan, revisi pajak mobil sedan dibutuhkan karena produsen otomotif dalam negeri tak berminat memproduksi sedan.Pengenaan pajak yang tinggi disebut membuat pabrikan enggan memproduksi sedan.

Sementara Executive General Manager PT Toyota Astra Motor ( TAM) Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa penurunan pajak sedanakan memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional.

“Harganya menjadi turun, ada kemungkinan pasar sedan menjadi bergairah,” ucap pria yang akrab disapa Soerjo kepada Kompas.com,Rabu (14/2/2018) malam.

Bukan hanya domestik saja, Soerjo juga memprediksi akan mendorong produsen termasuk Toyota untuk melakukan ekspor sedan ke beberapa negara.

Sumber: kompas.com