Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

  • GOLD

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 14.000

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas Antam hari ini, Jumat (17/9/2021) mengalami penurunan. Dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas hari ini dibanderol Rp 918.000 per gram.

Harga emas 24 karat tersebut turun Rp 14.000 per gram jika dibandingkan dengan harga kemarin.

Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual logam mulia tersebut, yakni turun sebesar Rp 16.000 per gram.

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi berada di angka Rp 806.000 per gram, dari sebelumnya sebesar Rp 822.000 per gram.

Tetapi perlu diketahui, harga emas Antam hari ini tersebut adalah yang berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara pada gerai penjualan lain harganya bisa saja berbeda.

Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017 pembelian emas 24 karat Antam dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.

Setiap pembelian emas 24 karat Antam akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
0,5 gram Rp 509.000
1 gram Rp 918.000
2 gram Rp 1.776.000
3 gram Rp 2.639.000
5 gram Rp 4.465.000
10 gram Rp 8.675.000
25 gram Rp 21.562.000
50 gram Rp 43.045.000
100 gram Rp 86.012.000
250 gram Rp 214.765.000
500 gram Rp 429.320.000
1.000 gram Rp 858.600.000

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga emas batangan Antam pecahan 2 gram di PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Kamis (16/9/2021), dibanderol seharga Rp 1.883.000 atau mengalami kenaikan Rp 8.000 dibandingkan kemarin.

Pegadaian tidak menyediakan harga emas hari ini untuk pecahan 0,5 gram dan 1 gram.

Sementara itu, harga emas batangan yang dirilis PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) dipatok seharga Rp 925.000 untuk pecahan 1 gram. Lalu, pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 494.000 dan pecahan 2 gram seharga Rp 1.835.000.

Baik harga emas Antam maupun UBS, pada hari ini sama-sama mengalami kenaikan.

Pegadaian juga menyediakan emas batangan Antam versi Antam Retro dan Antam Batik. Berikut harga emas hari ini, 16 September 2021 di Pegadaian:

Harga emas Antam

Harga emas 2 gram: Rp 1.883.000
Harga emas 3 gram: Rp 2.779.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.629.000
Harga emas 10 gram: Rp 9.200.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.869.000
Harga emas 50 gram: Rp 45.655.000
Harga emas 100 gram: Rp 91.228.000
Harga emas 250 gram: Rp 222.790.000
Harga emas 500 gram: Rp 455.363.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 910.682.000

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Harga emas UBS

Harga emas 0,5 gram: Rp 494.000
Harga emas 1 gram: Rp 925.000
Harga emas 2 gram: Rp 1.835.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.533.000
Harga emas 10 gram: Rp 9.018.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.501.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.908.000
Harga emas 100 gram: Rp 89.780.000
Harga emas 250 gram: Rp 224.383.000
Harga emas 500 gram: Rp 448.237.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 895.504.000

Sementara untuk tabungan emas Pegadaian, untuk setiap 0,01 gram, Pegadaian menetapkan harga jual sebesar Rp 8.670 dan harga beli Rp 8.400.

Sumber : Kompas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Dolar AS Melemah Setelah Inflasi Meleset dari Ekspektasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Rabu pagi (15/9/2021) di Asia, setelah data menunjukkan kenaikan inflasi AS bulan lalu lebih lemah dari perkiraan sehingga menciptakan ketidakpastian tentang rencana tapering Federal Reserve.

Adapun, beberapa pejabat Fed telah menyatakan bank sentral AS dapat mengurangi pembelian surat utang pada akhir tahun, tetapi mengatakan kenaikan suku bunga akhirnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Bank sentral AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada minggu depan, dengan investor tertarik untuk mengetahui apakah pengumuman tapering akan dilakukan saat itu.

Kebijakan tapering cenderung menguntungkan dolar karena menunjukkan The Fed selangkah lebih dekat menuju kebijakan moneter yang lebih ketat. Ini juga berarti bank sentral akan membeli lebih sedikit aset utang, secara efektif mengurangi jumlah dolar yang beredar.

Data pada Selasa (14/9/2021) menunjukkan indeks harga konsumen AS, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah berubah, naik tipis hanya 0,1 persen pada Agustus. Angka ini menimbulkan keraguan tentang pengurangan pembelian aset tahun ini, ungkap beberapa analis.

Kenaikan IHK inti Agustus juga merupakan kenaikan terkecil sejak Februari dan mengikuti kenaikan 0,3 persen pada Juli. IHK inti meningkat 4,0 persen pada basis year on year (yoy) setelah naik 4,3 persen pada Juli.

“Angka inflasi yang lebih lemah menyebabkan investor mendorong kembali taruhan bahwa Fed dapat bergerak lebih cepat untuk mengurangi pembelian obligasi. Melemahnya inflasi akan membuat The Fed tidak bersemangat untuk bergerak sebelum waktunya,” kata Fiona Cincotta, Analis Pasar Keuangan Senior di City Index.

Dia juga mengutip data indeks harga produsen (IHP) inti AS untuk Agustus yang dirilis minggu lalu, yang juga naik pada kecepatan yang lebih lambat. Tidak termasuk elemen makanan dan energi yang volatil, indeks harga produsen naik 0,3 persen bulan lalu, kenaikan terkecil sejak November lalu. Apa yang disebut IHP inti melonjak 0,9 persen pada Juli.

“Jadi bukti tampaknya menunjukkan bahwa puncak inflasi telah berlalu. Itu mengatakan, kemacetan rantai pasokan diperkirakan akan bertahan untuk sementara waktu sehingga tidak mungkin IHP atau IHK akan turun secara dramatis atau cepat,” tambah Cincotta.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Indeks dolar AS sedikit turun di 92,601, menjauh dari level tertinggi lebih dari dua minggu pada Senin (13/9/2021). Euro bergerak datar terhadap dolar di 1,1807 dolar.

Selera risiko juga memburuk pada Selasa (14/9/2021), dengan saham Wall Street turun sementara harga obligasi pemerintah AS naik tajam, mendorong imbal hasil lebih rendah.

Investor melihat inflasi yang melambat di masa lalu dan fokus pada ketidakpastian tentang pertumbuhan AS yang sekarang diselimuti oleh dampak ekonomi dari varian Delta.

Terhadap mata uang aman (safe-haven) franc Swiss, dolar AS turun 0,4 persen menjadi 0,9189 franc. Tehadap safe-haven lainnya, yen Jepang, dolar AS juga turun 0,4 persen menjadi 109,615 yen.

Sementara itu, dolar Australia jatuh ke level terendah dua minggu setelah Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe melukiskan prospek kebijakan yang sangat dovish tanpa kenaikan suku bunga hingga 2024.

Dolar Australia terakhir turun 0,7 persen pada US$0,7319. Dari pasar mata uang kripto, Bitcoin naik 3,1 persen pada US$46.400 dan Ether berpindah tangan pada US$3.344 atau naik 1,9 persen.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Harga Minyak Tembus Level Tertinggi 6 Minggu, Produksi AS Belum Pulih

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Harga minyak naik ke level tertinggi enam minggu pada akhir perdagangan Senin (13/9/2021) waktu setempat. Kenaikan dipicu oleh produksi AS yang masih melambat untuk kembali normal setelah Badai Ida menghantam Pesisir Teluk dan kekhawatiran badai lain dapat memengaruhi produksi di Texas pekan ini.

Mengutip Antara, Selasa (14/9/2021), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November terangkat 59 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di US$73,51 per barel, merupakan penutupan tertinggi sejak 30 Juli.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober bertambah 73 sen atau 1,1 persen, menjadi berakhir di US$70,45 per barel, merupakan penutupan tertinggi sejak 3 Agustus.

Kenaikan harga minyak terjadi meskipun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyak dunia untuk kuartal terakhir 2021 karena Covid-19 varian delta.

“Dampak Badai Ida berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan pasar dan karena beberapa kapasitas produksi minyak masih ditutup minggu ini, harga-harga naik karena pasokan belum dipulihkan dan sehingga tidak mencapai kilang-kilang yang telah memulai kembali operasi lebih cepat daripada para produsen,” kata Analis Pasar Minyak Rystad Energy, Nishant Bhushan.

Gangguan lebih lanjut dari cuaca buruk yang mungkin sudah dekat, dengan Pusat Badai Nasional AS memproyeksikan Badai Tropis Nicholas akan menghantam sepanjang pantai Texas Selatan pada Senin waktu setempat dan mendarat di dekat Corpus Christi malam hari.

Royal Dutch Shell mulai mengevakuasi staf dari anjungan minyak Teluk Meksiko AS dan perusahaan-perusahaan lain mulai bersiap menghadapi angin topan.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

Meskipun OPEC mengatakan pemulihan permintaan minyak lebih lanjut akan tertunda hingga tahun depan ketika konsumsi akan melebihi tingkat prapandemi, analis mencatat OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, masih meningkatkan produksi.

“Meskipun [ada] risiko jangka pendek terhadap prospek permintaan, OPEC+ terus meningkatkan produksinya sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan, sejalan dengan apa yang disepakati pada Juli,” kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior, Inggris & EMEA di OANDA.

Selain perkiraan permintaan OPEC, faktor bearish lainnya membebani kenaikan harga minyak pada Senin (13/9/2021), termasuk kenaikan produksi minyak serpih AS, potensi peningkatan pasokan dari rencana pelepasan minyak dari cadangan strategis di Amerika Serikat dan China, serta kemungkinan Iran bisa lebih dekat menjual minyak ke dunia lagi.

Produksi minyak AS dari tujuh formasi serpih utama diperkirakan akan meningkat sekitar 66.000 barel per hari pada Oktober 2021 menjadi 8,1 juta barel per hari, tertinggi sejak April 2020, menurut laporan produktivitas pengeboran bulanan Badan Informasi Energi.

Para pedagang mencatat rencana pelepasan minyak dari cadangan strategis China dapat meningkatkan pasokan yang tersedia di konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Pemerintah AS setuju untuk menjual minyak mentah dari cadangan darurat negara itu kepada delapan perusahaan termasuk Exxon Mobil, Chevron dan Valero, di bawah lelang yang dijadwalkan untuk mengumpulkan dana anggaran federal.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Menerawang Covid-19 Enam Bulan ke Depan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Perlombaan antara gelombang penularan yang mengarah ke varian baru dan pertempuran untuk mendapatkan inokulasi tampaknya tidak akan berakhir sampai virus Corona menyentuh kita semua.

“Saya melihat lonjakan berkelanjutan ini terjadi di seluruh dunia,” kata Michael Osterholm, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota di Minneapolis, dan penasihat Presiden AS Joe Biden.

“Kemudian akan turun, berpotensi agak terjal,” katanya, dilansir oleh Bloomberg. “Dan kemudian saya pikir kita dapat dengan mudah melihat lonjakan lain di musim gugur dan musim dingin tahun ini,” tambahnya.

Dengan miliaran orang di seluruh dunia yang belum divaksinasi dan sedikit peluang sekarang untuk menghilangkan virus ini, masyarakat dunia dapat melihat lebih banyak penularan di ruang kelas, di transportasi umum, dan di tempat kerja selama beberapa bulan mendatang, karena ekonomi terus maju dengan pembukaan kembali.

Beberapa bulan ke depan akan sulit. Salah satu risiko utama adalah kemungkinan timbulnya varian yang resistan terhadap vaksin berkembang, meskipun itu bukan satu-satunya risiko di depan.

“Kita akan melihat kenaikan dan penurunan, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan saat kita mendapatkan lebih banyak vaksin. Itu akan membantu. Tetapi tantangannya adalah: seberapa besar kenaikan dan penurunan itu, dalam hal jaraknya?” kata Osterholm.

“Kami tidak tahu. Tetapi saya hanya dapat memberi tahu Anda, ini adalah ‘kebakaran hutan’ virus Corona yang tidak akan berhenti sampai menemukan semua ‘kayu’ atau manusia yang dapat dibakarnya.”

Lima pandemi influenza yang terdokumentasi dengan baik dalam 130 tahun terakhir menawarkan beberapa cetak biru tentang bagaimana Covid mungkin terjadi, menurut Lone Simonsen, Ahli Epidemiologi dan Profesor Ilmu Kesehatan Populasi di Universitas Roskilde, Denmark.

Simonsen mengatakan wabah flu global terpanjang berlangsung lima tahun, sebagian besar terdiri dari dua hingga empat gelombang infeksi selama rata-rata dua atau tiga tahun. Covid-19 sudah menjadi salah satu pandemi yang lebih parah, karena tahun kedua segera berakhir dengan kondisi dunia di tengah gelombang ketiga – dan tampak tidak berujung.

Di awal wabah Covid, ada alasan bagus untuk berharap bahwa vaksin akan memberikan perlindungan jangka panjang, seperti suntikan untuk anak-anak yang menghentikan penyakit seperti polio.

Virus Corona memiliki mekanisme pembacaan bukti yang memperbaiki kesalahan bawaan yang disebabkan ketika virus bereplikasi, mengurangi kemungkinan varian yang muncul ketika virus ditularkan dari satu orang ke orang lain. Namun, jumlah kasus global sangat banyak sehingga mutasi tetap terjadi.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningka

“Dengan pandemi, kita memiliki kekuatan infeksi yang sangat besar ini,” kata Kanta Subbarao, Direktur Pusat Kolaborasi WHO untuk Referensi dan Penelitian Influenza di Peter Doherty Institute for Infection and Immunity di Melbourne. “Ini telah mengimbangi kemampuan virus untuk membaca ulang.”

Sebuah studi dari Jepang, yang belum dipublikasikan atau ditinjau oleh rekan sejawat, menunjukkan bahwa mutasi yang berpotensi berbahaya pada varian delta sudah diambil dalam database global yang digunakan untuk melacak perkembangan tersebut.

Laporan tentang penyebaran saat ini yang memicu tingkat kematian yang lebih tinggi sejauh ini belum mendapat pengawasan yang ketat.

“Ini adalah skenario yang kami harap tidak akan terjadi,” kata Simonsen. “Ya Tuhan, kita harus melakukan semuanya lagi.”

Kemungkinan lain yang bahkan lebih suram untuk beberapa bulan mendatang termasuk munculnya virus influenza baru atau virus Corona lain yang melompat dari hewan ke manusia.

“Selama ada reservoir hewan dari virus Corona, masih ada kemungkinan bahwa virus Corona zoonosis lain dapat muncul di masa depan,” kata Subbarao.

Sumber : Bisnis

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG